Cite This        Tampung        Export Record
Judul KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPRD DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN : ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 / Hany Asyifah Salsabila
Pengarang Hany Asyifah Salsabila
Wutoy Maichel
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 13 hlm :- ;--
ISBN -
Subjek Perempuan Dalam Politik
Abstrak Penelitian ini membahas mengenai keterwakilan perempuan pada anggota DPRD di Kota Palembang yang masih rendah dibuktikan bahwa di tahun 2014-2019 keterwakilan perempuan yang menduduki anggota DPRD sebanyak 9 orang (18%), sedangkan tahun 2019-2024 mengalami penurunan yaitu berjumlah 5 orang (10%) sehingga belum memenuhi kuota yang diharapkan oleh pemerintah yaitu 30% keterwakilan perempuan di legislatif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mengapa keterwakilan politik perempuan sebagai anggota DPRD di Kota Palembang rendah, mengetahui faktor penghambat dan pendukung serta mengetahui upaya partai politik di Kota Palembang dalam menegakkan aturan tentang keterwakilan calon perempuan pada proses pencalonan pemilu legislatif anggota DPRD di Kota Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Peneltian ini dianalisis menggunakan Teori Keterwakilan Elektoral menurut Hanna F Pitkin (1967) yang terdiri Empat Dimensi yaitu Wakil, yang Terwakili, Substansi Perwakilan Dan Konteks. Hasil/Temuan: Keterwakilan perempuan di DPRD Kota Palembang masih rendah disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yaitu Faktor sosial budaya seperti budaya partriarki yang masih melekat pada masyarakat, kurangnya kedekatan sosial dengan masyarakat dan marginalisasi perempuan. Faktor pendidikan seperti kurangnya pengetahuan dan pemahaman politik. Faktor psikologi seperti kurangnya kepercayaan diri caleg perempuan dalam bersaing dengan laki-laki dalam pemilu. Faktor ekonomi caleg seperti dana operasional kampanye dan lain sebagainya. Kesimpulan: Rendahnya keterwakilan perempuan pada DPRD Kota Palembang dipengaruhi oleh faktor internal calon legislatif maupun faktor eksternal dan untuk meningkatkan keterwakilan perempuan ini diperlukan upaya peningkatan sumber daya manusia calon legislatif perempuan melalui program pendidikan dan pelatihan politik yang diadakan oleh partai politik secara terus menerus, sehingga di harapkan caleg perempuan dapat terlibat aktif dalam politik untuk menyuarakan kepentingan perempuan.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17135

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00281/IPDN/2026 324.623 598 161 62 HAN k Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193249
005 20260205122900
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000333
082 # # $a 324.623 598 161 62
084 # # $a 324.623 598 161 62 HAN k
100 0 # $a Hany Asyifah Salsabila
245 1 # $a KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPRD DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN : $b ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 /$c Hany Asyifah Salsabila
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 13 hlm : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Penelitian ini membahas mengenai keterwakilan perempuan pada anggota DPRD di Kota Palembang yang masih rendah dibuktikan bahwa di tahun 2014-2019 keterwakilan perempuan yang menduduki anggota DPRD sebanyak 9 orang (18%), sedangkan tahun 2019-2024 mengalami penurunan yaitu berjumlah 5 orang (10%) sehingga belum memenuhi kuota yang diharapkan oleh pemerintah yaitu 30% keterwakilan perempuan di legislatif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mengapa keterwakilan politik perempuan sebagai anggota DPRD di Kota Palembang rendah, mengetahui faktor penghambat dan pendukung serta mengetahui upaya partai politik di Kota Palembang dalam menegakkan aturan tentang keterwakilan calon perempuan pada proses pencalonan pemilu legislatif anggota DPRD di Kota Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Peneltian ini dianalisis menggunakan Teori Keterwakilan Elektoral menurut Hanna F Pitkin (1967) yang terdiri Empat Dimensi yaitu Wakil, yang Terwakili, Substansi Perwakilan Dan Konteks. Hasil/Temuan: Keterwakilan perempuan di DPRD Kota Palembang masih rendah disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yaitu Faktor sosial budaya seperti budaya partriarki yang masih melekat pada masyarakat, kurangnya kedekatan sosial dengan masyarakat dan marginalisasi perempuan. Faktor pendidikan seperti kurangnya pengetahuan dan pemahaman politik. Faktor psikologi seperti kurangnya kepercayaan diri caleg perempuan dalam bersaing dengan laki-laki dalam pemilu. Faktor ekonomi caleg seperti dana operasional kampanye dan lain sebagainya. Kesimpulan: Rendahnya keterwakilan perempuan pada DPRD Kota Palembang dipengaruhi oleh faktor internal calon legislatif maupun faktor eksternal dan untuk meningkatkan keterwakilan perempuan ini diperlukan upaya peningkatan sumber daya manusia calon legislatif perempuan melalui program pendidikan dan pelatihan politik yang diadakan oleh partai politik secara terus menerus, sehingga di harapkan caleg perempuan dapat terlibat aktif dalam politik untuk menyuarakan kepentingan perempuan.
600 # 4 $a Perempuan Dalam Politik
700 0 # $a Wutoy Maichel
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17135
Content Unduh katalog