Cite This        Tampung        Export Record
Judul PENGELOLAAN KEUANGAN DESA PADA KECAMATAN TUBAN KABUPATEN TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR : - / Nizar Maulana Dwi Atmadja
Pengarang Nizar Maulana Dwi Atmadja
Dadang Suwanda
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 25 :Ilust. ;--
ISBN -
Subjek Keuangan Negara di daerah atau provinsi tertrentu
Abstrak Pengelolaan keuangan desa adalah aspek penting dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan pemerataan ekonomi di tingkat lokal. Adanya tindak korupsi penyalahgunaan dana desa di Kecamatan Tuban yang disebabkan oleh lemahnya pengendalian dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran sehingga sering terjadi penyalahgunaan annggaran yang merugikan masyarakat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pengelolaan keuangan desa, faktor penghambat pengelolaan keuangan desa dan upaya pemerintah desa dalam mengatasi penghambat dalam pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Tuban. Metode: Penelitian menggunakan Pendekatan Kualitatif Deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan Wawancara Semi Terstruktur dan dokumentasi. Adapun angkah-langkah analisa data yang digunakan adalah Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Penelitian menggunakan teori pengelolaan keuangan desa oleh Djaenuri(2011) dengan 5 (lima) dimensi yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan dan Pertanggungjawaban. Hasil/Temuan: Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan desa pada Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur belum berjalan dengan baik. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kemampuan sumber daya perangkat desa pada Desa Sugiharjo, belum terpenuhinya aspirasi masyarakat Desa Sugiharjo dan Sumurgung serta pencairan dana yang sering mengalami keterlambatan. Upaya yang dilakukan adalah pemerintah desa yaitu dengan melakukan pelatihan dan pendidikan teknologi informasi kepada perangkat desa, meningkatkan partisipasi masyarakat Desa Sugiharjo dan Sumurgung serta menyiapkan rencana atas keterlambatan pencairan dana desa. Kesimpulan: Pelaksanaan pengelolaan keuangan desa pada Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban yang terjadi pada Desa Kembangbilo sudah dapat dikatakan baik dengan dilaksanakannya proses pengelolaan keuangan namun masih terdapat kekurangan pada pemberian informasi realisasi APBDesa kepada masyakarat. Pada Desa Sumurgung pengelolaan keuangan desa dapat dikatakan belum sepenuhnya baik dikarenakan masih terdapat kekurangan dalam proses penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Sedangkan pada Desa Sugiharjo pengelolaan keuangan desa dapat dikatakan kurang baik dengan masih banyaknya kekurangan dalam proses pengelolaan keuangan desa yang dilakukan.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18535

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04789/IPDN/2024 336.013 598 284 2 NIZ p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193453
005 20260206085837
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000537
082 # # $a 336.013 598 284 2
084 # # $a 336.013 598 284 2 NIZ p
100 0 # $a Nizar Maulana Dwi Atmadja
245 1 # $a PENGELOLAAN KEUANGAN DESA PADA KECAMATAN TUBAN KABUPATEN TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR : $b - /$c Nizar Maulana Dwi Atmadja
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 25 : $b Ilust. ; $c -$e -
520 # # $a Pengelolaan keuangan desa adalah aspek penting dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan pemerataan ekonomi di tingkat lokal. Adanya tindak korupsi penyalahgunaan dana desa di Kecamatan Tuban yang disebabkan oleh lemahnya pengendalian dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran sehingga sering terjadi penyalahgunaan annggaran yang merugikan masyarakat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pengelolaan keuangan desa, faktor penghambat pengelolaan keuangan desa dan upaya pemerintah desa dalam mengatasi penghambat dalam pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Tuban. Metode: Penelitian menggunakan Pendekatan Kualitatif Deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan Wawancara Semi Terstruktur dan dokumentasi. Adapun angkah-langkah analisa data yang digunakan adalah Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Penelitian menggunakan teori pengelolaan keuangan desa oleh Djaenuri(2011) dengan 5 (lima) dimensi yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan dan Pertanggungjawaban. Hasil/Temuan: Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan desa pada Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur belum berjalan dengan baik. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kemampuan sumber daya perangkat desa pada Desa Sugiharjo, belum terpenuhinya aspirasi masyarakat Desa Sugiharjo dan Sumurgung serta pencairan dana yang sering mengalami keterlambatan. Upaya yang dilakukan adalah pemerintah desa yaitu dengan melakukan pelatihan dan pendidikan teknologi informasi kepada perangkat desa, meningkatkan partisipasi masyarakat Desa Sugiharjo dan Sumurgung serta menyiapkan rencana atas keterlambatan pencairan dana desa. Kesimpulan: Pelaksanaan pengelolaan keuangan desa pada Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban yang terjadi pada Desa Kembangbilo sudah dapat dikatakan baik dengan dilaksanakannya proses pengelolaan keuangan namun masih terdapat kekurangan pada pemberian informasi realisasi APBDesa kepada masyakarat. Pada Desa Sumurgung pengelolaan keuangan desa dapat dikatakan belum sepenuhnya baik dikarenakan masih terdapat kekurangan dalam proses penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Sedangkan pada Desa Sugiharjo pengelolaan keuangan desa dapat dikatakan kurang baik dengan masih banyaknya kekurangan dalam proses pengelolaan keuangan desa yang dilakukan.
650 # 4 $a Keuangan Negara di daerah atau provinsi tertrentu
700 0 # $a Dadang Suwanda
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18535
Content Unduh katalog