Cite This        Tampung        Export Record
Judul TATA KELOLA PENANGGULANGAN BENCANA PADA MASA TANGGAP DARURAT DI KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN : - / Aziizah Rahmasari
Pengarang Aziizah Rahmasari
Petrus Polyando
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2023
Deskripsi Fisik 14 :Ilust. ;--
ISBN -
Subjek pengamanan dari bencana
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu daerah di Indonesia yang sering terjadi bencana yaitu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Peristiwa bencana yang sering terjadi memerlukan penanganan dalam menghadapi berbagai jenis bencana, dalam hal ini dilakukan berdasarkan penilaian ancaman bencana dengan identifikasi jenis ancaman, data sejarah kejadian bencana dan hasil kajian para pakar tentang potensi bencana di suatu daerah. Menghadapi berbagai peristiwa bencana pemerintah telah melakukan upaya dengan menetapkan Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menjadi pedoman pengaturan dalam setiap perencanaan maupun aksi yang akan di lakukan oleh pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat belum dilakukan secara sistematis di Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Data yang di pakai dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan ditentukanmelalui teknik purposive dan snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tata Kelola Penanggulangan Bencana Pada Masa Tanggap Darurat Di Kabupaten Gowa di kaji dari 2 (dua) proses kolaborasi yang mempengaruhi pengelolaan tanggap darurat bencana, yaitu : proses dialog tatap muka dan proses membangun kepercayaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tata Kelola Penanggulangan Bencana Pada Masa Tanggap Darurat Di Kabupaten Gowa belum dilakukan secara sistematis dilihat dari 2 (dua) proses kolaborasi yang dinilai masih kurang baik dalam mendukung pengelolaan tanggap darurat bencana yang menyebabkan kurangnya hubungan komunikasi antar pihak untuk membangun pemahaman yang sama dalam mempersiapkan segala bentuk perencanaan dan strategi pelaksanaan tanggap darurat. Selain itu terdapat keterbatasan informasi, kurangnya sumber daya manusia, dan sarana prasarana yang kurang memadai sehingga menjadi faktor penyebab penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat belum dilakukan secara sistematis di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Kesimpulan: Pemerintah Kabupaten Gowa menetapkan rencana penanggulangan bencana secara periodik dalam jangka menengah maupun jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak dalam menyusun serta memperbaruhi rencana strategi penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat, menyediakan penyebaran informasi yang merata serta menambah peralatan kerja, dan melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar tata kelola penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat di Kabupaten Gowa menjadi lebih tertata dengan mekanisme tata kelola tanggap darurat yang baku dan sistematis akan mengurangi dampak yang lebih besar akibat peristiwa bencana.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13991

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06031/IPDN/2023 363.345 984 773 AZI t Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194027
005 20260211095114
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226001111
082 # # $a 363.345 984 773
084 # # $a 363.345 984 773 AZI t
100 0 # $a Aziizah Rahmasari
245 1 # $a TATA KELOLA PENANGGULANGAN BENCANA PADA MASA TANGGAP DARURAT DI KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN : $b - /$c Aziizah Rahmasari
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2023
300 # # $a 14 : $b Ilust. ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu daerah di Indonesia yang sering terjadi bencana yaitu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Peristiwa bencana yang sering terjadi memerlukan penanganan dalam menghadapi berbagai jenis bencana, dalam hal ini dilakukan berdasarkan penilaian ancaman bencana dengan identifikasi jenis ancaman, data sejarah kejadian bencana dan hasil kajian para pakar tentang potensi bencana di suatu daerah. Menghadapi berbagai peristiwa bencana pemerintah telah melakukan upaya dengan menetapkan Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menjadi pedoman pengaturan dalam setiap perencanaan maupun aksi yang akan di lakukan oleh pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat belum dilakukan secara sistematis di Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Data yang di pakai dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan ditentukanmelalui teknik purposive dan snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tata Kelola Penanggulangan Bencana Pada Masa Tanggap Darurat Di Kabupaten Gowa di kaji dari 2 (dua) proses kolaborasi yang mempengaruhi pengelolaan tanggap darurat bencana, yaitu : proses dialog tatap muka dan proses membangun kepercayaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tata Kelola Penanggulangan Bencana Pada Masa Tanggap Darurat Di Kabupaten Gowa belum dilakukan secara sistematis dilihat dari 2 (dua) proses kolaborasi yang dinilai masih kurang baik dalam mendukung pengelolaan tanggap darurat bencana yang menyebabkan kurangnya hubungan komunikasi antar pihak untuk membangun pemahaman yang sama dalam mempersiapkan segala bentuk perencanaan dan strategi pelaksanaan tanggap darurat. Selain itu terdapat keterbatasan informasi, kurangnya sumber daya manusia, dan sarana prasarana yang kurang memadai sehingga menjadi faktor penyebab penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat belum dilakukan secara sistematis di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Kesimpulan: Pemerintah Kabupaten Gowa menetapkan rencana penanggulangan bencana secara periodik dalam jangka menengah maupun jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak dalam menyusun serta memperbaruhi rencana strategi penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat, menyediakan penyebaran informasi yang merata serta menambah peralatan kerja, dan melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar tata kelola penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat di Kabupaten Gowa menjadi lebih tertata dengan mekanisme tata kelola tanggap darurat yang baku dan sistematis akan mengurangi dampak yang lebih besar akibat peristiwa bencana.
650 # 4 $a pengamanan dari bencana
700 0 # $a Petrus Polyando
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13991
Content Unduh katalog