Cite This        Tampung        Export Record
Judul PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO KECIL MELALUI PROGRAM DIGITAL ENTREPRENEUR ACADEMY (DEA) OLEH DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH / FEBRIYANA TRI NUGRAHA
Pengarang FEBRIYANA TRI NUGRAHA
Hendrawati Hamid
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2023
Deskripsi Fisik 14 hlm :- ;--
ISBN -
Subjek Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kurangngnya pemahaman merapkan strategi bisnis di era industri 4.0 bagi pelaku usaha mikro kecil berdampak pada penurunan pemasaran khususnya di masa pandemi covid19. Berdasarkan Data dari Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jawa Tengah, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Blora sebanyak 3.473 dan masih banyak yang belum dikembangkan secara maksimal Hal tersebut dipengaruhi oleh perubahan teknologi digital yang tentunya sangat berdampak terhadap dunia usaha. Tujuan: Untuk mengetahui proses pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil, faktor penghambat, dan upaya yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika melalui Digital Entrepreneur Academy (DEA). Metode: Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian Pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil melaui program Digital Talent Schoalrship (DEA) Oleh Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah yang dianalisis menggunakan teori Mardikanto yang mendiskripsikan 4 (empat) pokok pemberdayaan yaitu: Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan pemasaran produk usaha mikro kecil pada umumnya sudah terlaksana, yaitu pelaku usaha mikro kecil telah menggunakan teknologi digital dalam pemasaran dan promosi produknya, akan tetapi masih dalam bentuk yang sederhana sehingga perlu adanya inovasi dan kreatifitas. Hal ini dikarenakan peserta yang memiliki tingkat pendidikan rendah dan peserta yang memiliki usia lanjut mengalami kesulitan dalam memahami materi dan pelatihan yang dilakukan dalam pelaksanaan program Digital Entrepreneur Academy (DEA). Upaya yang dilakukan yaitu: melakukan sosialisasi tentang urgensi digitalisasi, melaksanakan program Digital Entrepreneur Academy (DEA), dan sosialisasi pentingnya memiliki gadget, smartphone yang mumpuni. Kesimpulan: Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro Kecil Melalui Program Digital Entrepreneur Academy (DEA) Oleh Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Blora secara garis besar sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan teori pemberdayaan yang dikemukakan Mardikanto.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15777

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06096/IPDN/2023 338.642 598 267 1 FEB p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194161
005 20260211091846
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226001245
082 # # $a 338.642 598 267 1
084 # # $a 338.642 598 267 1 FEB p
100 0 # $a FEBRIYANA TRI NUGRAHA
245 1 # $a PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO KECIL MELALUI PROGRAM DIGITAL ENTREPRENEUR ACADEMY (DEA) OLEH DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH /$c FEBRIYANA TRI NUGRAHA
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2023
300 # # $a 14 hlm : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kurangngnya pemahaman merapkan strategi bisnis di era industri 4.0 bagi pelaku usaha mikro kecil berdampak pada penurunan pemasaran khususnya di masa pandemi covid19. Berdasarkan Data dari Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jawa Tengah, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Blora sebanyak 3.473 dan masih banyak yang belum dikembangkan secara maksimal Hal tersebut dipengaruhi oleh perubahan teknologi digital yang tentunya sangat berdampak terhadap dunia usaha. Tujuan: Untuk mengetahui proses pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil, faktor penghambat, dan upaya yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika melalui Digital Entrepreneur Academy (DEA). Metode: Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian Pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil melaui program Digital Talent Schoalrship (DEA) Oleh Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah yang dianalisis menggunakan teori Mardikanto yang mendiskripsikan 4 (empat) pokok pemberdayaan yaitu: Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan pemasaran produk usaha mikro kecil pada umumnya sudah terlaksana, yaitu pelaku usaha mikro kecil telah menggunakan teknologi digital dalam pemasaran dan promosi produknya, akan tetapi masih dalam bentuk yang sederhana sehingga perlu adanya inovasi dan kreatifitas. Hal ini dikarenakan peserta yang memiliki tingkat pendidikan rendah dan peserta yang memiliki usia lanjut mengalami kesulitan dalam memahami materi dan pelatihan yang dilakukan dalam pelaksanaan program Digital Entrepreneur Academy (DEA). Upaya yang dilakukan yaitu: melakukan sosialisasi tentang urgensi digitalisasi, melaksanakan program Digital Entrepreneur Academy (DEA), dan sosialisasi pentingnya memiliki gadget, smartphone yang mumpuni. Kesimpulan: Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro Kecil Melalui Program Digital Entrepreneur Academy (DEA) Oleh Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Blora secara garis besar sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan teori pemberdayaan yang dikemukakan Mardikanto.
650 # 4 $a Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil
700 0 # $a Hendrawati Hamid
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15777
Content Unduh katalog