
| Judul | RESOLUSI KONFLIK DALAM RELOKASI PEDAGANG PASAR BAUNTUNG BARU DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Atira Adrin |
| Pengarang | Atira Adrin Sayuti |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 8 hlm |
| Subjek | Resolusi Konflik |
| Abstrak | Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Keadaan Pasar Bauntung semakin lama semakin memprihatinkan, mulai dari minim fasilitas, kotor dan tempat yang sempit. Pemkot Banjarbaru melakukan relokasi Pasar Bauntung agar lebih teratur, bersih, nyaman dan rapi. Namun nyatanya, masih banyak konflik yang terjadi pada relokasi pasar Bantung, salah satunya pedagang yang menolak direlokasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis resolusi konflik dalam relokasi pedagang Pasar Bauntung Baru serta mengidentifikasi faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan. Metode : Pelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teori resolusi konflik Johan Galtung dengan tiga dimensi sebagai pisau analisanya. Hasil/ Temuan : Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan peace building, peace keeping, dan peace making menjadi strategi yang efektif dalam resolusi konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Pendekatan peace building dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana pasar Bauntung Baru serta mengetahui faktor penyebab konflik. Pendekatan peace keeping dilakukan dengan pembuatan kebijakan yang mampu menertibkan serta melaksanakan musyawarah. Sedangkan pada pendekatan peace making dilakukan melalui pembuatan hubungan kekeluargaan yang baik serta melihat hasil dan capaian pelaksanaan relokasi pasar Bauntung. Faktor penghambat yakni keberadaan pedagang informal serta rendahnya kesadaran masyarakat dan pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni dengan melaksanakan konsultasi publik serta menangani aduan yang masuk secara bijak.Kesimpulan: Pendekatan peace building, peace keeping, dan peace making menjadi strategi yang efektif dalam resolusi konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Faktor penghambat yakni keberadaan pedagang informal serta rendahnya kesadaran masyarakat dan pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni dengan melaksanakan konsultasi publik serta menangani aduan yang masuk secara bijak. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15769 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06133/IPDN/2023 | 303.690 959 836 13 ATI r | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001194224 | ||
| 005 | 20260216114546 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0226001308 |
| 082 | # | # | $a 303.690 959 836 13 |
| 084 | # | # | $a 303.690 959 836 13 ATI r |
| 100 | 0 | # | $a Atira Adrin |
| 245 | 1 | # | $a RESOLUSI KONFLIK DALAM RELOKASI PEDAGANG PASAR BAUNTUNG BARU DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Atira Adrin |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 8 hlm |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Keadaan Pasar Bauntung semakin lama semakin memprihatinkan, mulai dari minim fasilitas, kotor dan tempat yang sempit. Pemkot Banjarbaru melakukan relokasi Pasar Bauntung agar lebih teratur, bersih, nyaman dan rapi. Namun nyatanya, masih banyak konflik yang terjadi pada relokasi pasar Bantung, salah satunya pedagang yang menolak direlokasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis resolusi konflik dalam relokasi pedagang Pasar Bauntung Baru serta mengidentifikasi faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan. Metode : Pelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teori resolusi konflik Johan Galtung dengan tiga dimensi sebagai pisau analisanya. Hasil/ Temuan : Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan peace building, peace keeping, dan peace making menjadi strategi yang efektif dalam resolusi konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Pendekatan peace building dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana pasar Bauntung Baru serta mengetahui faktor penyebab konflik. Pendekatan peace keeping dilakukan dengan pembuatan kebijakan yang mampu menertibkan serta melaksanakan musyawarah. Sedangkan pada pendekatan peace making dilakukan melalui pembuatan hubungan kekeluargaan yang baik serta melihat hasil dan capaian pelaksanaan relokasi pasar Bauntung. Faktor penghambat yakni keberadaan pedagang informal serta rendahnya kesadaran masyarakat dan pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni dengan melaksanakan konsultasi publik serta menangani aduan yang masuk secara bijak.Kesimpulan: Pendekatan peace building, peace keeping, dan peace making menjadi strategi yang efektif dalam resolusi konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Faktor penghambat yakni keberadaan pedagang informal serta rendahnya kesadaran masyarakat dan pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni dengan melaksanakan konsultasi publik serta menangani aduan yang masuk secara bijak. |
| 650 | # | 4 | $a Resolusi Konflik |
| 700 | 0 | # | $a Sayuti |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15769 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :