Cite This        Tampung        Export Record
Judul PELAKSANAAN REHABILITASI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN YAHUKIMO PROVINSI PAPUA / HESELO, DOMINGGUS I
Pengarang HESELO, DOMINGGUS I
Luh Putu Vera Astri Pujayanti
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 7 hlm
Subjek Penanggulangan Bencana
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Penulis berfokus pada permasalahan Tanah Longsor yang menjadi bencana yang paling berdekatan dengan alam merupakan bencana akibat adanya persoalan lingkungan serta dukungan kondisi permukaan tanah yang memiliki kemiringan cukup tinggi serta kurangnya tempat resapan air membuat Kecamatan dan desa di Kabupaten Yahukimo Provinsi papua mendapatkan bantuan pasca bencana rehabilitasi dan rekotruksi. Untuk itu dibutuhkannya peran dari pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam membantu mempercepat pemulihan dan pembangunan yang bertujuan untuk mengembalikan aktivitas yang kondusif pada lingkungan sekitar. Tujuan: Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan serta menganalisis sejauh apa pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam melaksanakan penanganan pasca bencana tanah longsor di kabupaten Yahukimo. Metode: Metode Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil/Temuan: Pada Penelitian ini ditemukan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai Koordinator dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi yang bekerja sama dengan SKPD, instasi serta pihak-pihak lain. Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai koordinator dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi namun pada pelaksanan teknisnya lebih dilakukan oleh SKPD terkait Sehingga berdampak pada peran yang dijalankan tidak sesuai dengan pedoman-pedoman yang telah ada.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa peran dari BPBD Kabupaten Yahukimo dalam upaya rehabilitasi pasca bencana tanah longsor telah berjalan dengan baik namun belum optimal. Selain itu, program yang sudah BPBD terapkan untuk menambah kapasitas dan kualitas Pegawai BPBD yaitu dengan cara melakukan pelatihan kepada keseleruhan pegawai.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15734

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06317/IPDN/2023 363.340 959 881 82 HES p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194470
005 20260222021029
035 # # $a 0010-0226001554
082 # # $a 363.340 959 881 82
084 # # $a 363.340 959 881 82 HES p
100 0 # $a HESELO, DOMINGGUS I
245 1 # $a PELAKSANAAN REHABILITASI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN YAHUKIMO PROVINSI PAPUA /$c HESELO, DOMINGGUS I
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 7 hlm
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Penulis berfokus pada permasalahan Tanah Longsor yang menjadi bencana yang paling berdekatan dengan alam merupakan bencana akibat adanya persoalan lingkungan serta dukungan kondisi permukaan tanah yang memiliki kemiringan cukup tinggi serta kurangnya tempat resapan air membuat Kecamatan dan desa di Kabupaten Yahukimo Provinsi papua mendapatkan bantuan pasca bencana rehabilitasi dan rekotruksi. Untuk itu dibutuhkannya peran dari pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam membantu mempercepat pemulihan dan pembangunan yang bertujuan untuk mengembalikan aktivitas yang kondusif pada lingkungan sekitar. Tujuan: Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan serta menganalisis sejauh apa pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam melaksanakan penanganan pasca bencana tanah longsor di kabupaten Yahukimo. Metode: Metode Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil/Temuan: Pada Penelitian ini ditemukan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai Koordinator dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi yang bekerja sama dengan SKPD, instasi serta pihak-pihak lain. Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai koordinator dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi namun pada pelaksanan teknisnya lebih dilakukan oleh SKPD terkait Sehingga berdampak pada peran yang dijalankan tidak sesuai dengan pedoman-pedoman yang telah ada.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa peran dari BPBD Kabupaten Yahukimo dalam upaya rehabilitasi pasca bencana tanah longsor telah berjalan dengan baik namun belum optimal. Selain itu, program yang sudah BPBD terapkan untuk menambah kapasitas dan kualitas Pegawai BPBD yaitu dengan cara melakukan pelatihan kepada keseleruhan pegawai.
650 # 4 $a Penanggulangan Bencana
700 0 # $a Luh Putu Vera Astri Pujayanti
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15734
Content Unduh katalog