
| Judul | PERAN DINAS TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN DALAM PEMBINAAN KELOMPOK TANI PADI DI KECAMATAN LAMBUYA KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA / AYU ASTIARA |
| Pengarang | AYU ASTIARA Yayat Sudrajat |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 14 :Ilus |
| Subjek | Administrasi pertanian |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Sektor pertanian adalah sektor unggulan di Kabupaten Konawe karena sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani khususnya petani padi. Luasnya area persawahan dan didukung dengan potensi yang ada membuat Kabupaten Konawe menjadi Lumbung Beras di Sulawesi Tenggara. Kurangnya sarana dan prasarana pertanian serta kurangnya sumber daya manusia di bidang pertanian dapat mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani. Tujuan: untuk mengetahui Peran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dalam pembinaan kelompok tani padi, faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan Dinas dalam mengatasi hambatan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dalam melaksanakan pembinaan kelompok tani padi telah dilaksanakan dengan baik namun belum optimal. Dalam melaksanakan pembinaan kelompok tani padi Dinas Tanaman, Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendukung dan menghambat. Faktor pendukungnya yakni: kondisi lingkungan dan lahan yang luas serta ketersediaan fasilitas berupa sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambat antara lain: kurangnya jumlah Pegawai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), minimnya ketersediaan sarana dan prasarana pertanian serta kurangnya pengetahuan para petani mengenai akses pasar. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dengan pemberian bantuan sarana dan prasarana pertanian, kerja sama dengan pihak terkait pemasaran serta memaksimalkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kesimpulan: Peran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dalam pembinaan kelompok tani padi di Kabupaten konawe telah dilaksanakan dengan baik namun belum optimal, jika diukur berdasarkan teori peran Soekanto karena adanya ketidakseimbangan antara hak yang diperoleh dengan kewajiban yang harus dilaksanakan tentunya hal ini dapat dijadikan bahan Evaluasi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan agar menjadi lebih baik kedepannya |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13903 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06407/IPDN/2023 | 351.175 984 833 AHL k | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001194606 | ||
| 005 | 20260302112326 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0326000053 |
| 082 | # | # | $a 353.659 848 23 |
| 084 | # | # | $a 353.659 848 23 AYU p |
| 100 | 0 | # | $a AYU ASTIARA |
| 245 | 1 | # | $a PERAN DINAS TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN DALAM PEMBINAAN KELOMPOK TANI PADI DI KECAMATAN LAMBUYA KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c AYU ASTIARA |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 14 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Sektor pertanian adalah sektor unggulan di Kabupaten Konawe karena sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani khususnya petani padi. Luasnya area persawahan dan didukung dengan potensi yang ada membuat Kabupaten Konawe menjadi Lumbung Beras di Sulawesi Tenggara. Kurangnya sarana dan prasarana pertanian serta kurangnya sumber daya manusia di bidang pertanian dapat mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani. Tujuan: untuk mengetahui Peran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dalam pembinaan kelompok tani padi, faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan Dinas dalam mengatasi hambatan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dalam melaksanakan pembinaan kelompok tani padi telah dilaksanakan dengan baik namun belum optimal. Dalam melaksanakan pembinaan kelompok tani padi Dinas Tanaman, Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendukung dan menghambat. Faktor pendukungnya yakni: kondisi lingkungan dan lahan yang luas serta ketersediaan fasilitas berupa sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambat antara lain: kurangnya jumlah Pegawai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), minimnya ketersediaan sarana dan prasarana pertanian serta kurangnya pengetahuan para petani mengenai akses pasar. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dengan pemberian bantuan sarana dan prasarana pertanian, kerja sama dengan pihak terkait pemasaran serta memaksimalkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kesimpulan: Peran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dalam pembinaan kelompok tani padi di Kabupaten konawe telah dilaksanakan dengan baik namun belum optimal, jika diukur berdasarkan teori peran Soekanto karena adanya ketidakseimbangan antara hak yang diperoleh dengan kewajiban yang harus dilaksanakan tentunya hal ini dapat dijadikan bahan Evaluasi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan agar menjadi lebih baik kedepannya |
| 650 | # | 4 | $a Administrasi pertanian |
| 700 | 0 | # | $a Yayat Sudrajat |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13903 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :