
| Judul | STRATEGI KOLABORASI PELAKSANAAN OPERASI ASIH ASUH DALAM MELINDUNGI PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL OLEH DINAS SOSIAL DAN SATPOL PP DI KOTA JAKARTA TIMUR / Enjelin Rahajeng Adjani |
| Pengarang | Enjelin Rahajeng Adjani Florianus Aser |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 8 |
| Subjek | Kesejahteraan sosial |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang banyaknya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kota Administrasi Jakarta Timur. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan komponen kolaborasi yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial dengan Satuan Polisi Pamong Praja dalam pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kota Administrasi Jakarta Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah penelitian menunjukkan bahwa komponen kolaborasi diantaranya: Dialog tatap-muka yang dilakukan seperti pertemuan atau rapat belum berjalan dengan baik karena banyak yang tidak hadir. Membangun kepercayaan dalam menyampaikan pendapat serta saling membantu dan mematuhi segala aturan yang telah disepakati. Komitmen pada proses kolaborasi dimana setiap instansi yang terlibat mampu bertanggung jawab pada tugas dan kewajibannya. Pemahaman bersama, walaupun visi dan misi tidak sama tetapi memiliki tujuan yang sama. Dampak sementara telah mengalami peningkatan terhadap pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial melalui operasi Asih Asuh. Faktor pendukung komponen kolaborasi yaitu adanya kebijakan tentang penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial, pemberian bantuan dan pelatihan dan adanya komitmen yang kuat, sedangkan faktor penghambat komponen kolaborasi yaitu budaya masyarakat di kota yang kurang peduli terhadap operasi pemerintah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis laksanakan di kabupaten Tuban mengenai Kolaborasi Pemerintahan Dalam Melindungi Masyarakat Terhadap Dampak Aktivitas Pembakaran Batu Kapur Di Kabupaten Tuban dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan Operasi Asih Asuh dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat kota administrasi Jakarta Timur sudah berjalan baik namun masih sekitar 75% karena ditemukannya faktor penghambat pelaksanaan operasi ini. Oleh karena itu dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial, selalu dilakukannya pendampingan agar masyarakat sejahtera perekonomiannya, dan melakukan pendataan terbaru sehingga masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial dapat dilindungi dan diberdayakan, setelah hal itu dilakukan hasilnya banyak masyarakat yang berhasil dan mampu hidup sebagai warga normal yang tidak lagi masuk ke dalah penyandang masalah kesejahteraan sosial karena sudah cukup sejahtera perekonomiannya. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14819 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06757/IPDN/2023 | 362.585 982 21 4 ENJ s | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195052 | ||
| 005 | 20260408093104 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000197 |
| 082 | # | # | $a 362.585 982 21 4 |
| 084 | # | # | $a 362.585 982 21 4 ENJ s |
| 100 | 0 | # | $a Enjelin Rahajeng Adjani |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI KOLABORASI PELAKSANAAN OPERASI ASIH ASUH DALAM MELINDUNGI PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL OLEH DINAS SOSIAL DAN SATPOL PP DI KOTA JAKARTA TIMUR /$c Enjelin Rahajeng Adjani |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 8 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang banyaknya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kota Administrasi Jakarta Timur. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan komponen kolaborasi yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial dengan Satuan Polisi Pamong Praja dalam pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kota Administrasi Jakarta Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah penelitian menunjukkan bahwa komponen kolaborasi diantaranya: Dialog tatap-muka yang dilakukan seperti pertemuan atau rapat belum berjalan dengan baik karena banyak yang tidak hadir. Membangun kepercayaan dalam menyampaikan pendapat serta saling membantu dan mematuhi segala aturan yang telah disepakati. Komitmen pada proses kolaborasi dimana setiap instansi yang terlibat mampu bertanggung jawab pada tugas dan kewajibannya. Pemahaman bersama, walaupun visi dan misi tidak sama tetapi memiliki tujuan yang sama. Dampak sementara telah mengalami peningkatan terhadap pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial melalui operasi Asih Asuh. Faktor pendukung komponen kolaborasi yaitu adanya kebijakan tentang penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial, pemberian bantuan dan pelatihan dan adanya komitmen yang kuat, sedangkan faktor penghambat komponen kolaborasi yaitu budaya masyarakat di kota yang kurang peduli terhadap operasi pemerintah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis laksanakan di kabupaten Tuban mengenai Kolaborasi Pemerintahan Dalam Melindungi Masyarakat Terhadap Dampak Aktivitas Pembakaran Batu Kapur Di Kabupaten Tuban dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan Operasi Asih Asuh dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat kota administrasi Jakarta Timur sudah berjalan baik namun masih sekitar 75% karena ditemukannya faktor penghambat pelaksanaan operasi ini. Oleh karena itu dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial, selalu dilakukannya pendampingan agar masyarakat sejahtera perekonomiannya, dan melakukan pendataan terbaru sehingga masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial dapat dilindungi dan diberdayakan, setelah hal itu dilakukan hasilnya banyak masyarakat yang berhasil dan mampu hidup sebagai warga normal yang tidak lagi masuk ke dalah penyandang masalah kesejahteraan sosial karena sudah cukup sejahtera perekonomiannya. |
| 650 | # | 4 | $a Kesejahteraan sosial |
| 700 | 0 | # | $a Florianus Aser |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14819 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :