Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM MENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN WISATA DI KOTA BANDUNG / Rafli Ismail Hangga Wijaya
Pengarang Rafli Ismail Hangga Wijaya
Nurbaiti
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 9 :ilus
Subjek Pegawai Negri Sipil
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Bandung sering kali dikunjungi oleh wisatawan sebagai Kota belanja karena banyaknya mall dan factory outlet yang tersebar. Seiring berjalannya waktu begitu banyak pembangunan yang terjadi hinggakini Kota Bandung berangsur-angsur menjadi kota wisata dan kuliner. Pada tahun 2007, hasil dari beberapa konsorsium LSM internasional menjadikanKota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran aparatur Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata dalam mengoptimalkan pengelolaan wisata di Kota Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui peran aparatur Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata dalam mengoptimalkan pengelolaan wisata di Kota Bandung penelitian ini menggunakan teori Peran oleh Kusnadi yang meliputi dimensi Peranan Pribadi (interpersonal role), Peranan berkaitan dengan Informasi (information role), Peran Keputusan (Decision Role). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aparatur Sipil Negara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung memiliki kinerja yang baik hal itu berdasarkan hasil peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang ke Kota Bandung sehingga dalam hal ini Aparatur Sipil Negara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota bandung telah bekerja dengan baik walaupun dalam hal ini Aparatur Sipil Negara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung masih kekurangan Sumber Daya Manusia yang ahli dalam hal kepariwisataan hal ini menyebabkan belum maksimal nya pembangunan dan pengembangan pariwisata Kota Bandung. Peningkatan keahlian khusus untuk Aparatur Sipil Negara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung memiliki pengaruh besar terhadap pengelolaan pariwisata di Kota Bandung. Kesimpulan: Belum maksimal nya pembangunan dan pengembangan pariwisata Kota Bandung dikarenakan sdm yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yang kekurangan keahlian khusus sehingga kurang maksimal nya pengembangan dan pembangunan pariwisata Kota Bandung.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15762

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06948/IPDN/2023 352.630 959 824 32 RAF p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195250
005 20260413120638
035 # # $a 0010-0426000395
082 # # $a 352.630 959 824 32
084 # # $a 352.630 959 824 32 RAF p
100 0 # $a Rafli Ismail Hangga Wijaya
245 1 # $a PERAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM MENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN WISATA DI KOTA BANDUNG /$c Rafli Ismail Hangga Wijaya
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 9 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Bandung sering kali dikunjungi oleh wisatawan sebagai Kota belanja karena banyaknya mall dan factory outlet yang tersebar. Seiring berjalannya waktu begitu banyak pembangunan yang terjadi hinggakini Kota Bandung berangsur-angsur menjadi kota wisata dan kuliner. Pada tahun 2007, hasil dari beberapa konsorsium LSM internasional menjadikanKota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran aparatur Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata dalam mengoptimalkan pengelolaan wisata di Kota Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui peran aparatur Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata dalam mengoptimalkan pengelolaan wisata di Kota Bandung penelitian ini menggunakan teori Peran oleh Kusnadi yang meliputi dimensi Peranan Pribadi (interpersonal role), Peranan berkaitan dengan Informasi (information role), Peran Keputusan (Decision Role). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aparatur Sipil Negara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung memiliki kinerja yang baik hal itu berdasarkan hasil peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang ke Kota Bandung sehingga dalam hal ini Aparatur Sipil Negara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota bandung telah bekerja dengan baik walaupun dalam hal ini Aparatur Sipil Negara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung masih kekurangan Sumber Daya Manusia yang ahli dalam hal kepariwisataan hal ini menyebabkan belum maksimal nya pembangunan dan pengembangan pariwisata Kota Bandung. Peningkatan keahlian khusus untuk Aparatur Sipil Negara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung memiliki pengaruh besar terhadap pengelolaan pariwisata di Kota Bandung. Kesimpulan: Belum maksimal nya pembangunan dan pengembangan pariwisata Kota Bandung dikarenakan sdm yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yang kekurangan keahlian khusus sehingga kurang maksimal nya pengembangan dan pembangunan pariwisata Kota Bandung.
650 # 4 $a Pegawai Negri Sipil
700 0 # $a Nurbaiti
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15762
Content Unduh katalog