
| Judul | PELAKSANAAN FASE REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BANJIR BANDANG TAHUN 2010 DI KABUPATEN TELUK WONDAMA PROVINSI PAPUA BARAT / NICK GOGOS AYOMI |
| Pengarang | NICK GOGOS AYOMI Agus Supriadi Harahap |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 9 :ilus |
| Subjek | rekrontuksi |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia, yang terletak di antara dua jalur tektonik utama di dunia, yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Mediterranea, sering mengalami bencana alam. Selain itu, negara ini juga memiliki curah hujan yang tinggi, berkisar antara 1.000 hingga 4.000 mm setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang rekonstruksi manajemen pasca Bencana banjir Bandang di kabupaten teluk Wondama dan untuk mengetahui dan menganalisis faktor penghambat penerapan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang di kabupaten teluk Wondama serta mengetahui bagaimana tindakan komunikasi bencana alam pada pasca bencana kabupaten teluk Wondama. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan model Miles and Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan yang paling akhir adalah penarikan kesimpulannya. Hasil: impulannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari Sektor perumahan, dalam sektor perumahan terdapat stratergi yakni Menyusun analisis risiko bencana dalam penyusunan zonasi rentan terhadap gerakan tanah, gempa bumi, banjir dan longsor, dan dari sektor infrastruktur strategi pelaksanaan mitigasi bencana banjir bandang 2010 di Kabupaten Teluk Wondama. Kesimpulan: Saat terjadi bencana, fokus utama adalah respons cepat menggunakan Teori Tanggap Darurat, dengan penekanan pada evakuasi dan distribusi bantuan. Setelah bencana berlalu, perhatian beralih pada rekonstruksi, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19715 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 05117/IPDN/2024 | 363.348 859 883 32 NIC p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195586 | ||
| 005 | 20260417110249 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000731 |
| 082 | # | # | $a 363.348 859 883 32 |
| 084 | # | # | $a 363.348 859 883 32 NIC p |
| 100 | 0 | # | $a NICK GOGOS AYOMI |
| 245 | 1 | # | $a PELAKSANAAN FASE REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BANJIR BANDANG TAHUN 2010 DI KABUPATEN TELUK WONDAMA PROVINSI PAPUA BARAT /$c NICK GOGOS AYOMI |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 9 : $b ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia, yang terletak di antara dua jalur tektonik utama di dunia, yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Mediterranea, sering mengalami bencana alam. Selain itu, negara ini juga memiliki curah hujan yang tinggi, berkisar antara 1.000 hingga 4.000 mm setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang rekonstruksi manajemen pasca Bencana banjir Bandang di kabupaten teluk Wondama dan untuk mengetahui dan menganalisis faktor penghambat penerapan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang di kabupaten teluk Wondama serta mengetahui bagaimana tindakan komunikasi bencana alam pada pasca bencana kabupaten teluk Wondama. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan model Miles and Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan yang paling akhir adalah penarikan kesimpulannya. Hasil: impulannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari Sektor perumahan, dalam sektor perumahan terdapat stratergi yakni Menyusun analisis risiko bencana dalam penyusunan zonasi rentan terhadap gerakan tanah, gempa bumi, banjir dan longsor, dan dari sektor infrastruktur strategi pelaksanaan mitigasi bencana banjir bandang 2010 di Kabupaten Teluk Wondama. Kesimpulan: Saat terjadi bencana, fokus utama adalah respons cepat menggunakan Teori Tanggap Darurat, dengan penekanan pada evakuasi dan distribusi bantuan. Setelah bencana berlalu, perhatian beralih pada rekonstruksi, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak. |
| 650 | # | 4 | $a rekrontuksi |
| 700 | 0 | # | $a Agus Supriadi Harahap |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19715 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :