Cite This        Tampung        Export Record
Judul KOLABORASI BPBD DALAM REHABILITASI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA / Pijoh, Vaisa Brigita
Pengarang Pijoh, Vaisa Brigita
Selamat Jalaludin
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 11
Subjek Rehabilitasi Pascabencana Tanah Longsor
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Tomohon merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor akibat kondisi topografi berbukit dan curah hujan tinggi. Penanganan pasca bencana, khususnya tahap rehabilitasi, masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya sarana prasarana, dan belum adanya regulasi turunan yang mengatur kolaborasi antar pemangku kepentingan. Hal ini menyebabkan proses rehabilitasi belum berjalan secara optimal Penelitian ini menggunakan teori Kolaborasi dari Ansell dan Gash. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Kota Tomohon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum serta pihak kelurahan dan masyarakat pada bagian koordinasi sudah berjalan dengan baik, namun ada beberapa hambatan seperti rapat yang belum rutin dilaksanakan, ketersediaan sarana dan prasarana yang masih terbatas, belum adanya regulasi khusus yang mengatur tentang kolaborasi dalam proses rehabilitasi, dan pengalokasian anggaran untuk bencana belum optimal. Kesimpulan: Kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam fase rehabilitasi pascabencana longsor di Kota Tomohon belum berjalan lancar karena masih ada kendala. Oleh karena itu, diperlukan beberapa langkah perbaikan, yaitu: (1) meningkatkan frekuensi rapat koordinasi, (2) penambahan sarana prasarana, (3) menyusun regulasi yang jelas, dan (4) alokasi anggaran yang memadai. Kata Kunci: Tanah Longsor, Bencana, Kolaborasi, Rehabilitasi
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22042

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00061/IPDN/2026 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001191931
005 20260117074656
035 # # $a 0010-0126000376
082 # # $a 363.349.559.842.42
084 # # $a 363.349.559.842.42 PIJ k
100 3 # $a Pijoh, Vaisa Brigita
245 1 # $a KOLABORASI BPBD DALAM REHABILITASI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Pijoh, Vaisa Brigita
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Tomohon merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor akibat kondisi topografi berbukit dan curah hujan tinggi. Penanganan pasca bencana, khususnya tahap rehabilitasi, masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya sarana prasarana, dan belum adanya regulasi turunan yang mengatur kolaborasi antar pemangku kepentingan. Hal ini menyebabkan proses rehabilitasi belum berjalan secara optimal Penelitian ini menggunakan teori Kolaborasi dari Ansell dan Gash. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Kota Tomohon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum serta pihak kelurahan dan masyarakat pada bagian koordinasi sudah berjalan dengan baik, namun ada beberapa hambatan seperti rapat yang belum rutin dilaksanakan, ketersediaan sarana dan prasarana yang masih terbatas, belum adanya regulasi khusus yang mengatur tentang kolaborasi dalam proses rehabilitasi, dan pengalokasian anggaran untuk bencana belum optimal. Kesimpulan: Kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam fase rehabilitasi pascabencana longsor di Kota Tomohon belum berjalan lancar karena masih ada kendala. Oleh karena itu, diperlukan beberapa langkah perbaikan, yaitu: (1) meningkatkan frekuensi rapat koordinasi, (2) penambahan sarana prasarana, (3) menyusun regulasi yang jelas, dan (4) alokasi anggaran yang memadai. Kata Kunci: Tanah Longsor, Bencana, Kolaborasi, Rehabilitasi
650 # 4 $a Rehabilitasi Pascabencana Tanah Longsor
700 0 # $a Selamat Jalaludin
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22042
Content Unduh katalog