Cite This        Tampung        Export Record
Judul COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN INDEKS DESA MEMBANGUN DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT / Alif Afadhil Ansani
Pengarang Alif Afadhil Ansani
Mutiar Fitri Dewi
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13 :Ilus
Subjek Pembangunan dan Perencanaan Desa
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indeks Desa Membangun merupakan kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Indeks Desa Membangun demi mendorong Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan di tingkat Desa. Kabupaten Polewali Mandar memiliki jumlah Desa Mandiri sebanyak 32 desa pada tahun 2024 dari 144 desa. Namun masih terdapat kesenjangan pembangunan dan tingginya penduduk miskin di Kabupaten Polewali Mandar yang berjumlah 70,42 ribu jiwa. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan collaborative governance serta faktor pendukung dan penghambat dalam kebijakan Indeks Desa Membangun di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Metode: metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta triangulasi.Penelitian ini dianalisis berdasarkan teori collaborative governance menurut Ansell dan Gash memiliki dimensi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaboratif Hasil/Temuan: Temuan yang didapatkan oleh peneliti yaitu kurangnya koordinasi pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten, kurangnya APBD Kabupaten Polewali Mandar dalam memberikan bantuan kepada desa sehingga berharap bantuan dari pemerintah pusat, setiap desa hanya menggunakan dana desa untuk pembangunan desa. Kesimpulan: Collaborative Governance dalam kebijakan indeks desa membangun di Kabupaten Polewali Mandar sudah berjalan namun belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari dimensi kondisi awal yang dimana belum adanya insentif yang didapatkan oleh pemangku kepentingan. Dimensi desain kelembagaan, pemangku kepentingan saling berharap satu sama lain dan kurangnya forum komunikasi. Dimensi kepemimpinan fasilitatif telah berjalan cukup baik. Namun pada dimensi proses kolaboratif belum tercapai karena kurangnya dialog tatap muka, kepercayaan satu sama lain, hingga hasil sementara yang menunjukkan masih banyak desa belum mandiri. Kata kunci: Collaborative Governance, Indeks Desa Membangun, Desa Mandiri
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23030

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00094/IPDN/2026 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001191964
005 20260118025450
035 # # $a 0010-0126000409
082 # # $a 354.340.959.846.32
084 # # $a 354.340.959.846.32 ALI c
100 0 # $a Alif Afadhil Ansani
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN INDEKS DESA MEMBANGUN DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT /$c Alif Afadhil Ansani
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indeks Desa Membangun merupakan kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Indeks Desa Membangun demi mendorong Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan di tingkat Desa. Kabupaten Polewali Mandar memiliki jumlah Desa Mandiri sebanyak 32 desa pada tahun 2024 dari 144 desa. Namun masih terdapat kesenjangan pembangunan dan tingginya penduduk miskin di Kabupaten Polewali Mandar yang berjumlah 70,42 ribu jiwa. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan collaborative governance serta faktor pendukung dan penghambat dalam kebijakan Indeks Desa Membangun di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Metode: metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta triangulasi.Penelitian ini dianalisis berdasarkan teori collaborative governance menurut Ansell dan Gash memiliki dimensi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaboratif Hasil/Temuan: Temuan yang didapatkan oleh peneliti yaitu kurangnya koordinasi pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten, kurangnya APBD Kabupaten Polewali Mandar dalam memberikan bantuan kepada desa sehingga berharap bantuan dari pemerintah pusat, setiap desa hanya menggunakan dana desa untuk pembangunan desa. Kesimpulan: Collaborative Governance dalam kebijakan indeks desa membangun di Kabupaten Polewali Mandar sudah berjalan namun belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari dimensi kondisi awal yang dimana belum adanya insentif yang didapatkan oleh pemangku kepentingan. Dimensi desain kelembagaan, pemangku kepentingan saling berharap satu sama lain dan kurangnya forum komunikasi. Dimensi kepemimpinan fasilitatif telah berjalan cukup baik. Namun pada dimensi proses kolaboratif belum tercapai karena kurangnya dialog tatap muka, kepercayaan satu sama lain, hingga hasil sementara yang menunjukkan masih banyak desa belum mandiri. Kata kunci: Collaborative Governance, Indeks Desa Membangun, Desa Mandiri
650 # 4 $a Pembangunan dan Perencanaan Desa
700 0 # $a Mutiar Fitri Dewi
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23030
Content Unduh katalog