
| Judul | AGILE GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI SP4N-LAPOR PADA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI GORONTALO / Rian Dwiwahyunad Abdullah |
| Pengarang | Rian Dwiwahyunad Abdullah Mutiar Fitri Dewi |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 :Ilus |
| Subjek | Administrasi negara umum |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efektivitas pengelolaan pengaduan publik melalui SP4N-LAPOR di Provinsi Gorontalo, meskipun platform ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan publik. Fokus penelitian ini adalah penerapan prinsip Agile Governance oleh Dinas Komunikasi dan Informatika dalam memaksimalkan penggunaan SP4N-LAPOR sebagai respons terhadap dinamika pemerintahan modern yang menuntut fleksibilitas, adaptabilitas, dan responsivitas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana prinsip-prinsip Agile Governance oleh Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik diterapkan dalam implementasi SP4N-LAPOR oleh Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa prinsip Agile Governance seperti Systematic and adaptive approach dan Based on Quick Wins mulai tercermin dalam implementasi SP4N-LAPOR. Namun, masih terdapat hambatan pada indikator Good Enough Governance, Business Driven, dan Human Focused seperti kurangnya pemanfaatan data laporan dalam pengambilan kebijakan selanjutnya, rendahnya literasi digital masyarakat, serta masih terdapat beberapa fitur yang dapat ditambahkan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Agile Governance dalam SP4N-LAPOR belum optimal. Pemerintah daerah perlu mengembangkan sistem analisis data pengaduan SP4N-LAPOR, meningkatkan literasi digital dan sosialisasi hingga tingkat desa, mengintegrasikan notifikasi otomatis untuk percepatan respons, serta menambahkan fitur umpan balik pengguna guna meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan pengaduan publik. Kata Kunci: Agile Governance, SP4N-LAPOR, Pelayanan Publik, Pemerintah Daerah, Transformasi Digital |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06786/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192282 | ||
| 005 | 20260122102733 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000727 |
| 082 | # | # | $a 351.159 843 |
| 084 | # | # | $a 351.159 843 RIA a |
| 100 | 0 | # | $a Rian Dwiwahyunad Abdullah |
| 245 | 1 | # | $a AGILE GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI SP4N-LAPOR PADA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI GORONTALO /$c Rian Dwiwahyunad Abdullah |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efektivitas pengelolaan pengaduan publik melalui SP4N-LAPOR di Provinsi Gorontalo, meskipun platform ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan publik. Fokus penelitian ini adalah penerapan prinsip Agile Governance oleh Dinas Komunikasi dan Informatika dalam memaksimalkan penggunaan SP4N-LAPOR sebagai respons terhadap dinamika pemerintahan modern yang menuntut fleksibilitas, adaptabilitas, dan responsivitas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana prinsip-prinsip Agile Governance oleh Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik diterapkan dalam implementasi SP4N-LAPOR oleh Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa prinsip Agile Governance seperti Systematic and adaptive approach dan Based on Quick Wins mulai tercermin dalam implementasi SP4N-LAPOR. Namun, masih terdapat hambatan pada indikator Good Enough Governance, Business Driven, dan Human Focused seperti kurangnya pemanfaatan data laporan dalam pengambilan kebijakan selanjutnya, rendahnya literasi digital masyarakat, serta masih terdapat beberapa fitur yang dapat ditambahkan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Agile Governance dalam SP4N-LAPOR belum optimal. Pemerintah daerah perlu mengembangkan sistem analisis data pengaduan SP4N-LAPOR, meningkatkan literasi digital dan sosialisasi hingga tingkat desa, mengintegrasikan notifikasi otomatis untuk percepatan respons, serta menambahkan fitur umpan balik pengguna guna meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan pengaduan publik. Kata Kunci: Agile Governance, SP4N-LAPOR, Pelayanan Publik, Pemerintah Daerah, Transformasi Digital |
| 650 | # | 4 | $a Administrasi negara umum |
| 700 | 0 | # | $a Mutiar Fitri Dewi |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :