Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUHAMMAD NATSIR KOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT : - / ALHAKIM RAMADHAN
Pengarang ALHAKIM RAMADHAN
Mutiar Fitri Dewi
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2023
Deskripsi Fisik 10 :- ;--
ISBN -
Subjek permasalahan rokok
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rokok menjadi isu krusial di beberapa negara, termasuk Indonesia. Berbagai penelitian telah dilakukan mengenai bahaya rokok. Di indonesia sendiri merokok sudah menjadi kebiasaaan. Maka dari itu pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk mengurangi angka perokok di Indonesia. Begitu juga dengan Pemerintah Daerah Kota Solok, telah mengeluarkan Peraturan Daerah No 1 Tahun 2020 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Tujuan: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan Implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Natsir serta faktor penghambat implementasi peraturan daerah tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif induktif dengan pendekatan kualitatif, model implementasi dengan Teori Edward III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan model analisis data Miles dan Huberman mulai dari reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu Implementasi Kebijakan Kawasa Tanpa Rokok di RSUD M. Natsir sudah diterapkan namun masih belum optimal, dilihat dari aspek 1). Komunikasi, kurangnya sosialisasi; 2). Sumber daya, kurangnya anggaran; 3). Disoposisi, kurangnya dedikasi aparat; serta 4) Struktur birokrasi, yang sudah baik. Kesimpulan: Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Natsir Kota Solok Provinsi Sumatera Barat sudah diterapkan. Namun pada pelaksanaannya belum berjalan dengan optimal. Dilihat dari kurangnya sosialisasi, kurangnya anggaran, dan dedikasi dari aparat. Maka dari itu sebagai saran dari peneliti, hal yang harus dilakukan pemerintah adalah menggunakan cara yang lebih kekinian dalam sosialisasi, membentuk tim khusus, lebih tegas dalam pemberian sanksi, serta pejabat pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13810

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06016/IPDN/2023 362.296 598 132 2 ALH i Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194009
005 20260211092932
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226001093
082 # # $a 362.296 598 132 2
084 # # $a 362.296 598 132 2 ALH i
100 0 # $a ALHAKIM RAMADHAN
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUHAMMAD NATSIR KOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT : $b - /$c ALHAKIM RAMADHAN
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2023
300 # # $a 10 : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rokok menjadi isu krusial di beberapa negara, termasuk Indonesia. Berbagai penelitian telah dilakukan mengenai bahaya rokok. Di indonesia sendiri merokok sudah menjadi kebiasaaan. Maka dari itu pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk mengurangi angka perokok di Indonesia. Begitu juga dengan Pemerintah Daerah Kota Solok, telah mengeluarkan Peraturan Daerah No 1 Tahun 2020 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Tujuan: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan Implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Natsir serta faktor penghambat implementasi peraturan daerah tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif induktif dengan pendekatan kualitatif, model implementasi dengan Teori Edward III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan model analisis data Miles dan Huberman mulai dari reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu Implementasi Kebijakan Kawasa Tanpa Rokok di RSUD M. Natsir sudah diterapkan namun masih belum optimal, dilihat dari aspek 1). Komunikasi, kurangnya sosialisasi; 2). Sumber daya, kurangnya anggaran; 3). Disoposisi, kurangnya dedikasi aparat; serta 4) Struktur birokrasi, yang sudah baik. Kesimpulan: Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Natsir Kota Solok Provinsi Sumatera Barat sudah diterapkan. Namun pada pelaksanaannya belum berjalan dengan optimal. Dilihat dari kurangnya sosialisasi, kurangnya anggaran, dan dedikasi dari aparat. Maka dari itu sebagai saran dari peneliti, hal yang harus dilakukan pemerintah adalah menggunakan cara yang lebih kekinian dalam sosialisasi, membentuk tim khusus, lebih tegas dalam pemberian sanksi, serta pejabat pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat.
650 # 4 $a permasalahan rokok
700 0 # $a Mutiar Fitri Dewi
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13810
Content Unduh katalog