Cite This        Tampung        Export Record
Judul MITIGASI BENCANA ABRASI PANTAI OLEH BADAN PENGANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN WAROPEN PROVINSI PAPUA / Refasi, Lospince T.E.
Pengarang Refasi, Lospince T.E.
Agus Supriatna
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13
Subjek Penangan Bencana
Abstrak Permasalahan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Waropen dinilai belum sepenuhnya siap dalam mengh adapi bencana abrasi pantai, baik dalam hal pencegahan maupun penanggulangan yang dilihat dari tingginya dampak dari bencana abrasi yang terjadi di Kabupaten Waropen..Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis upaya mitigasi bencana abrasi pantai yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waropen, Provinsi Papua. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan triangulasi dalam pengumpulan data, yang mencakup wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang menyeluruh tentang langkah-langkah mitigasi yang telah dilaksanakan, tantangan yang dihadapi, serta upaya BPBD dalam mengatasi permasalahan tersebut.Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Waropen telah melakukan beberapa langkah strategis dalam mitigasi bencana abrasi pantai, seperti kegiatan sosialisasi, penyusunan kebijakan perlindungan pesisir, dan pembangunan infrastruktur pengaman pantai. Kendati demikian, penelitian ini mengungkap kendala yang meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, dan rendahnya kesadaran masyarakat terkait mitigasi abrasi pantai. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait untuk mengoptimalkan upaya mitigasi bencana abrasi pantai. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waropen telah berupaya melakukan mitigasi bencana abrasi pantai melalui berbagai langkah strategis, seperti sosialisasi kepada masyarakat, penyusunan kebijakan perlindungan pesisir, serta pembangunan infrastruktur pengaman pantai. Namun, efektivitas upaya tersebut masih belum optimal akibat sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi abrasi pantai. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat kapasitas mitigasi bencana abrasi pantai secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kata kunci: Mitigasi Bencana, Abrasi Pantai, BPBD Kabupaten Waropen, Deskriptif Kualitatif, Triangulasi Data
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23023

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06636/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001191972
005 20260119082658
035 # # $a 0010-0126000417
082 # # $a 363.340 959 881
084 # # $a 363.340 959 881 REF m
100 0 # $a Refasi, Lospince T.E.
245 1 # $a MITIGASI BENCANA ABRASI PANTAI OLEH BADAN PENGANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN WAROPEN PROVINSI PAPUA /$c Refasi, Lospince T.E.
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13
520 # # $a Permasalahan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Waropen dinilai belum sepenuhnya siap dalam mengh adapi bencana abrasi pantai, baik dalam hal pencegahan maupun penanggulangan yang dilihat dari tingginya dampak dari bencana abrasi yang terjadi di Kabupaten Waropen..Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis upaya mitigasi bencana abrasi pantai yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waropen, Provinsi Papua. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan triangulasi dalam pengumpulan data, yang mencakup wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang menyeluruh tentang langkah-langkah mitigasi yang telah dilaksanakan, tantangan yang dihadapi, serta upaya BPBD dalam mengatasi permasalahan tersebut.Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Waropen telah melakukan beberapa langkah strategis dalam mitigasi bencana abrasi pantai, seperti kegiatan sosialisasi, penyusunan kebijakan perlindungan pesisir, dan pembangunan infrastruktur pengaman pantai. Kendati demikian, penelitian ini mengungkap kendala yang meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, dan rendahnya kesadaran masyarakat terkait mitigasi abrasi pantai. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait untuk mengoptimalkan upaya mitigasi bencana abrasi pantai. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waropen telah berupaya melakukan mitigasi bencana abrasi pantai melalui berbagai langkah strategis, seperti sosialisasi kepada masyarakat, penyusunan kebijakan perlindungan pesisir, serta pembangunan infrastruktur pengaman pantai. Namun, efektivitas upaya tersebut masih belum optimal akibat sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi abrasi pantai. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat kapasitas mitigasi bencana abrasi pantai secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kata kunci: Mitigasi Bencana, Abrasi Pantai, BPBD Kabupaten Waropen, Deskriptif Kualitatif, Triangulasi Data
650 # 4 $a Penangan Bencana
700 0 # $a Agus Supriatna
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23023
Content Unduh katalog