
| Judul | MITIGASI BENCANA BANJIR OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH / Vito Mahardika |
| Pengarang | Vito Mahardika Agus Supriatna |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 |
| Subjek | Pengamanan Bencana Banjir |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Palu merupakan salah satu wilayah rawan banjir di Provinsi Sulawesi Tengah. Meskipun berbagai upaya mitigasi telah dilakukan oleh BPBD Kota Palu, seperti penyusunan regulasi, edukasi, dan pembangunan infrastruktur, namun bencana banjir masih terus terjadi setiap tahun dengan dampak yang cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada tahun 2023 terjadi 1.255 kejadian banjir di Indonesia, dengan 818 kasus tercatat hanya dalam 10 bulan pertama tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas program mitigasi masih menjadi tantangan, terutama di daerah rawan seperti Kota Palu. Penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti aspek teknis atau respons bencana, namun belum mengkaji secara mendalam bagaimana strategi kelembagaan BPBD Kota Palu dalam mitigasi banjir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi bencana banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mitigasi yang diterapkan BPBD Kota Palu mencakup dua dimensi utama. Pada dimensi struktural, dilakukan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur seperti tanggul, drainase, kolam retensi, serta normalisasi sungai bekerja sama dengan Dinas PUPR. Sementara pada dimensi non-struktural, BPBD menyusun Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021, RPBD, dan RTRW 2020–2024 yang mengintegrasikan mitigasi dalam kebijakan tata ruang. Program Kampung Siaga Bencana (KSB) juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Selain itu, BPBD mengoperasikan sistem peringatan dini (EWS) dan rutin menyelenggarakan pelatihan kebencanaan. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat, serta kurang optimalnya koordinasi lintas sektor. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang aktif dalam program KSB mengalami penurunan tingkat risiko banjir ringan, ditunjukkan dengan pengurangan titik genangan air di beberapa kelurahan rawan. Kesimpulan: Strategi mitigasi bencana banjir oleh BPBD Kota Palu telah mencakup aspek struktural dan non-struktural secara terpadu, serta berbasis regulasi, komunitas, dan tata ruang. Efektivitasnya terlihat dari peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan lemahnya sinergi lintas sektor perlu segera diatasi agar strategi ini berdampak lebih luas dan berkelanjutan. Kata Kunci: Mitigasi Banjir, BPBD Kota Palu, Strategi Struktural, Strategi Non-Struktural |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24826 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07212/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192831 | ||
| 005 | 20260129105802 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001276 |
| 082 | # | # | $a 363.3493 598 443 1 |
| 084 | # | # | $a 363.3493 598 443 1 VIT m |
| 100 | 0 | # | $a Vito Mahardika |
| 245 | 1 | # | $a MITIGASI BENCANA BANJIR OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Vito Mahardika |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Palu merupakan salah satu wilayah rawan banjir di Provinsi Sulawesi Tengah. Meskipun berbagai upaya mitigasi telah dilakukan oleh BPBD Kota Palu, seperti penyusunan regulasi, edukasi, dan pembangunan infrastruktur, namun bencana banjir masih terus terjadi setiap tahun dengan dampak yang cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada tahun 2023 terjadi 1.255 kejadian banjir di Indonesia, dengan 818 kasus tercatat hanya dalam 10 bulan pertama tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas program mitigasi masih menjadi tantangan, terutama di daerah rawan seperti Kota Palu. Penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti aspek teknis atau respons bencana, namun belum mengkaji secara mendalam bagaimana strategi kelembagaan BPBD Kota Palu dalam mitigasi banjir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi bencana banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mitigasi yang diterapkan BPBD Kota Palu mencakup dua dimensi utama. Pada dimensi struktural, dilakukan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur seperti tanggul, drainase, kolam retensi, serta normalisasi sungai bekerja sama dengan Dinas PUPR. Sementara pada dimensi non-struktural, BPBD menyusun Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021, RPBD, dan RTRW 2020–2024 yang mengintegrasikan mitigasi dalam kebijakan tata ruang. Program Kampung Siaga Bencana (KSB) juga dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Selain itu, BPBD mengoperasikan sistem peringatan dini (EWS) dan rutin menyelenggarakan pelatihan kebencanaan. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat, serta kurang optimalnya koordinasi lintas sektor. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang aktif dalam program KSB mengalami penurunan tingkat risiko banjir ringan, ditunjukkan dengan pengurangan titik genangan air di beberapa kelurahan rawan. Kesimpulan: Strategi mitigasi bencana banjir oleh BPBD Kota Palu telah mencakup aspek struktural dan non-struktural secara terpadu, serta berbasis regulasi, komunitas, dan tata ruang. Efektivitasnya terlihat dari peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan lemahnya sinergi lintas sektor perlu segera diatasi agar strategi ini berdampak lebih luas dan berkelanjutan. Kata Kunci: Mitigasi Banjir, BPBD Kota Palu, Strategi Struktural, Strategi Non-Struktural |
| 650 | # | 4 | $a Pengamanan Bencana Banjir |
| 700 | 0 | # | $a Agus Supriatna |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24826 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :