
| Judul | OPTIMALISASI TATA KELOLA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATAWAN KE HARANGGAOL KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA / Alonta Onenimus Jawak |
| Pengarang | Alonta Onenimus Jawak Helwani |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 11 |
| Subjek | perkembangan ekonomi dan pariwisata |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Optimalisasi tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, mengalami kesenjangan antara potensi besar dan realitas pengelolaan yang ada. Meskipun memiliki daya tarik alami dan budaya yang luar biasa, sektor pariwisata di kawasan ini menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur yang buruk, minimnya fasilitas pendukung, serta kurangnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di Haranggaol guna meningkatkan daya tarik wisatawan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata di Haranggaol belum optimal, dengan aspek perencanaan strategis yang masih lemah, keterbatasan sarana dan prasarana, serta rendahnya keterlibatan masyarakat. Tantangan utama termasuk infrastruktur yang tidak memadai dan dampak negatif dari keramba jaring apung. Namun, terdapat peluang signifikan dari potensi alam dan tren wisata yang dapat dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak pengunjung. Kesimpulan: Optimalisasi tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di Haranggaol memerlukan pendekatan yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Simalungun diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung pengembangan pariwisata secara terpadu. Kata Kunci: Optimalisasi, Tata Kelola, Pariwisata |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23528 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06700/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192076 | ||
| 005 | 20260120100931 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000521 |
| 082 | # | # | $a 338.959 812 33 |
| 084 | # | # | $a 338.959 812 33 ALO o |
| 100 | 0 | # | $a Alonta Onenimus Jawak |
| 245 | 1 | # | $a OPTIMALISASI TATA KELOLA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATAWAN KE HARANGGAOL KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Alonta Onenimus Jawak |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 11 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Optimalisasi tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, mengalami kesenjangan antara potensi besar dan realitas pengelolaan yang ada. Meskipun memiliki daya tarik alami dan budaya yang luar biasa, sektor pariwisata di kawasan ini menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur yang buruk, minimnya fasilitas pendukung, serta kurangnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di Haranggaol guna meningkatkan daya tarik wisatawan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata di Haranggaol belum optimal, dengan aspek perencanaan strategis yang masih lemah, keterbatasan sarana dan prasarana, serta rendahnya keterlibatan masyarakat. Tantangan utama termasuk infrastruktur yang tidak memadai dan dampak negatif dari keramba jaring apung. Namun, terdapat peluang signifikan dari potensi alam dan tren wisata yang dapat dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak pengunjung. Kesimpulan: Optimalisasi tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di Haranggaol memerlukan pendekatan yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Simalungun diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung pengembangan pariwisata secara terpadu. Kata Kunci: Optimalisasi, Tata Kelola, Pariwisata |
| 650 | # | 4 | $a perkembangan ekonomi dan pariwisata |
| 700 | 0 | # | $a Helwani |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23528 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :