Cite This        Tampung        Export Record
Judul STRATEGI KOLABORATIF PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN PASANGKAYU PROVINSI SULAWESI BARAT / Arya Nugraha
Pengarang Arya Nugraha
Helwani
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024
Deskripsi Fisik 13 :ilus
Subjek Penanganan Masalah Stunting
Abstrak Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas. Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius, terutama di Sulawesi Barat. Di Pasangkayu, angka stunting meningkat meski intervensi dilakukan. Kurangnya koordinasi dan partisipasi masyarakat menghambat penanganan, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan 2 untuk mengetahui bagaimana strategi kolaboratif yang dijalankan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pasangkayu dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode induktif untuk memahami secara mendalam fenomena di lapangan. Paradigma yang digunakan membantu peneliti menentukan fokus, metode, dan analisis yang relevan. Penelitian ini menganalisis strategi kolaboratif TPPS Kabupaten Pasangkayu dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan teori Ansell dan Gash. Proses kolaborasi meliputi dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen, pemahaman bersama dan hasil sementara. Hasil/Temuan: Meski angka stunting sempat naik, Pasangkayu tetap mencatat prevalensi terendah di Sulawesi Barat. Tantangan meliputi koordinasi lintas sektor, anggaran, dan partisipasi masyarakat serta beberapa peluang dalam penanganan stunting. Strategi kolaboratif dalam penanganan stunting di Kabupaten Pasangkayu telah menunjukkan hasil baik meskipun belum dapat dikatakan optimal karena masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan anggaran dan ketidakhadiran beberapa stakeholder. Kesimpulan: Optimalisasi anggaran serta inovasi Desa dan posyandu diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah stunting. Dengan pengembangan inovasi dan perbaikan aspek yang belum optimal, Kabupaten Pasangkayu berpeluang mencapai penurunan angka stunting yang lebih signifikan di masa depan kesadaran beberapa pemuda yang masih rendah.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23764

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07394/IPDN/2025 363.809 598 485 1 ARY s Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193927
005 20260210113235
035 # # $a 0010-0226001011
082 # # $a 363.809 598 485 1
084 # # $a 363.809 598 485 1 ARY s
100 0 # $a Arya Nugraha
245 1 # $a STRATEGI KOLABORATIF PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN PASANGKAYU PROVINSI SULAWESI BARAT /$c Arya Nugraha
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024
300 # # $a 13 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas. Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius, terutama di Sulawesi Barat. Di Pasangkayu, angka stunting meningkat meski intervensi dilakukan. Kurangnya koordinasi dan partisipasi masyarakat menghambat penanganan, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan 2 untuk mengetahui bagaimana strategi kolaboratif yang dijalankan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pasangkayu dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode induktif untuk memahami secara mendalam fenomena di lapangan. Paradigma yang digunakan membantu peneliti menentukan fokus, metode, dan analisis yang relevan. Penelitian ini menganalisis strategi kolaboratif TPPS Kabupaten Pasangkayu dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan teori Ansell dan Gash. Proses kolaborasi meliputi dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen, pemahaman bersama dan hasil sementara. Hasil/Temuan: Meski angka stunting sempat naik, Pasangkayu tetap mencatat prevalensi terendah di Sulawesi Barat. Tantangan meliputi koordinasi lintas sektor, anggaran, dan partisipasi masyarakat serta beberapa peluang dalam penanganan stunting. Strategi kolaboratif dalam penanganan stunting di Kabupaten Pasangkayu telah menunjukkan hasil baik meskipun belum dapat dikatakan optimal karena masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan anggaran dan ketidakhadiran beberapa stakeholder. Kesimpulan: Optimalisasi anggaran serta inovasi Desa dan posyandu diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah stunting. Dengan pengembangan inovasi dan perbaikan aspek yang belum optimal, Kabupaten Pasangkayu berpeluang mencapai penurunan angka stunting yang lebih signifikan di masa depan kesadaran beberapa pemuda yang masih rendah.
650 # 4 $a Penanganan Masalah Stunting
700 0 # $a Helwani
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23764
Content Unduh katalog