
| Judul | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN NITA KABUPATEN SIKKA / Fidelia Inexcelsis In Richardus |
| Pengarang | Fidelia Inexcelsis In Richardus Heru Sulistyo |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 21 :ilus |
| Subjek | Penanganan Masalah Stunting |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang: Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 mengeluarkan data epidemiologi yang menyatakan bahwa di Asia Tenggara 14,4 juta bayi mengalami stunting, dan pada tahun 2022 Indonesia menempati urutan ke 2 tertinggi secara global dengan angka prevalensi stunting tertinggi se-Asia. Stunting adalah suatu kondisi dimana tinggi badan dan berat badan bayi tidak sesuai dengan kriteria umur berdasarkan indikator yang ditetapkan dari WHO dan menempatkan NTT menjadi provinsi dengan angka stunting tertinggi tahun 2022. Berdasarkan data yang dilaporkan e-PPGBM, Kabupaten Sikka menjadi salah satu daerah prioritas dalam penanggulangan stunting di NTT disebabkan tren prevalensi stunting yang naik sebesar 1,5 % dari tahun sebelumnya dan Kecamatan Nita menjadi Kecamatan dengan kenaikan angka stunting secara berkala selama 3 tahun terakhir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Melalui teori implementasi menurut George Edward III yang terbagi menjadi 4 dimensi yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi penulis melihat bagaimana implementasi Peraturan Bupati Sikka Nomor 19 Tahun 2019 tentang penanggulangan Stunting di Daerah berjalan. Terdapat 3 indikator dalam dimensi implementasi kebijakan yang menunjukkan bahwa kebijakan penanggulangan stunting yang dilaksanakan di Kecamatan Nita dikatakan berhasil yaitu dilihat dari kerja sama antar lintas sektor dan penggunaan dana desa untuk alokasi dana stunting serta adanya aturan/ hukum yang mengikat. Kesimpulan: Kerja sama antar lintas sektor merupakan salah satu peran penting dalam keberhasilan kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka sehingga berdasarkan hasil dan pembahasan implementasi kebijakan penanggulangan stunting berjalan baik, dilaksanakan sesuai dengan prosedur walaupun partisipasi timbal balik dari masyarakat target sasaran masih sangat minim. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19849 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04826/IPDN/2024 | 363.809 598 684 1 FID i | Deposit | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193499 | ||
| 005 | 20260206094033 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0226000583 |
| 082 | # | # | $a 363.809 598 684 1 |
| 084 | # | # | $a 363.809 598 684 1 FID i |
| 100 | 0 | # | $a Fidelia Inexcelsis In Richardus |
| 245 | 1 | # | $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN NITA KABUPATEN SIKKA /$c Fidelia Inexcelsis In Richardus |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 21 : $b ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang: Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 mengeluarkan data epidemiologi yang menyatakan bahwa di Asia Tenggara 14,4 juta bayi mengalami stunting, dan pada tahun 2022 Indonesia menempati urutan ke 2 tertinggi secara global dengan angka prevalensi stunting tertinggi se-Asia. Stunting adalah suatu kondisi dimana tinggi badan dan berat badan bayi tidak sesuai dengan kriteria umur berdasarkan indikator yang ditetapkan dari WHO dan menempatkan NTT menjadi provinsi dengan angka stunting tertinggi tahun 2022. Berdasarkan data yang dilaporkan e-PPGBM, Kabupaten Sikka menjadi salah satu daerah prioritas dalam penanggulangan stunting di NTT disebabkan tren prevalensi stunting yang naik sebesar 1,5 % dari tahun sebelumnya dan Kecamatan Nita menjadi Kecamatan dengan kenaikan angka stunting secara berkala selama 3 tahun terakhir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Melalui teori implementasi menurut George Edward III yang terbagi menjadi 4 dimensi yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi penulis melihat bagaimana implementasi Peraturan Bupati Sikka Nomor 19 Tahun 2019 tentang penanggulangan Stunting di Daerah berjalan. Terdapat 3 indikator dalam dimensi implementasi kebijakan yang menunjukkan bahwa kebijakan penanggulangan stunting yang dilaksanakan di Kecamatan Nita dikatakan berhasil yaitu dilihat dari kerja sama antar lintas sektor dan penggunaan dana desa untuk alokasi dana stunting serta adanya aturan/ hukum yang mengikat. Kesimpulan: Kerja sama antar lintas sektor merupakan salah satu peran penting dalam keberhasilan kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka sehingga berdasarkan hasil dan pembahasan implementasi kebijakan penanggulangan stunting berjalan baik, dilaksanakan sesuai dengan prosedur walaupun partisipasi timbal balik dari masyarakat target sasaran masih sangat minim. |
| 650 | # | 4 | $a Penanganan Masalah Stunting |
| 700 | 0 | # | $a Heru Sulistyo |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19849 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :