Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERSEPSI POLITIK MASYARAKAT TENTANG FENOMENA KOTAK KOSONG PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA / MIFTAKHUL NUR LAILAH
Pengarang MIFTAKHUL NUR LAILAH
Riyan Jaelani
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 10 :Ilus
Subjek politik pemilihan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena politik yang unik yang dikenal sebagai “kotak kosong”, yaitu situasi di mana hanya terdapat satu pasangan calon dalam suatu kontestasi pemilu. Fenomena ini menjadi perhatian khusus dalam Pemilihan Wali Kota (Pilkada) Tarakan tahun 2024, di mana masyarakat dihadapkan pada pilihan antara memilih satu-satunya pasangan calon atau memilih kotak kosong sebagai bentuk penolakan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana masyarakat memahami dan merespons keberadaan kotak kosong dalam konteks demokrasi lokal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap fenomena kotak kosong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan daerah. Metode: Penelitian ini mengacu pada teori persepsi dari Irwanto, yang menekankan bahwa persepsi dibentuk melalui proses penerimaan rangsangan dari lingkungan dan diinterpretasikan berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan harapan individu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kotak kosong cenderung positif. Namun, masih terdapat sebagian masyarakat yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya karena kurangnya pemahaman mengenai keberadaan dan fungsi kotak kosong sebagai alternatif pilihan. Minimnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu serta dominasi satu pasangan calon tanpa lawan politik yang seimbang turut menyebabkan kebingungan dan apatisme di kalangan pemilih. Akibatnya, partisipasi pemilih menurun secara signifikan, yang tercermin dari tingginya angka golput. Kesimpulan: Fenomena kotak kosong menjadi indikator penting dalam menilai kualitas demokrasi lokal. Rendahnya partisipasi pemilih mencerminkan lemahnya pemahaman masyarakat terhadap alternatif politik yang tersedia, serta menunjukkan perlunya peningkatan edukasi pemilih dan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pemilu. Kata Kunci: Persepsi Politik, Kotak Kosong, Pemilihan Daerah
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22936

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06719/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192111
005 20260120111424
035 # # $a 0010-0126000556
082 # # $a 324.659 859 839 11
084 # # $a 324.659 859 839 11 MIF p
100 0 # $a MIFTAKHUL NUR LAILAH
245 1 # $a PERSEPSI POLITIK MASYARAKAT TENTANG FENOMENA KOTAK KOSONG PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA /$c MIFTAKHUL NUR LAILAH
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 10 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena politik yang unik yang dikenal sebagai “kotak kosong”, yaitu situasi di mana hanya terdapat satu pasangan calon dalam suatu kontestasi pemilu. Fenomena ini menjadi perhatian khusus dalam Pemilihan Wali Kota (Pilkada) Tarakan tahun 2024, di mana masyarakat dihadapkan pada pilihan antara memilih satu-satunya pasangan calon atau memilih kotak kosong sebagai bentuk penolakan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana masyarakat memahami dan merespons keberadaan kotak kosong dalam konteks demokrasi lokal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap fenomena kotak kosong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan daerah. Metode: Penelitian ini mengacu pada teori persepsi dari Irwanto, yang menekankan bahwa persepsi dibentuk melalui proses penerimaan rangsangan dari lingkungan dan diinterpretasikan berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan harapan individu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kotak kosong cenderung positif. Namun, masih terdapat sebagian masyarakat yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya karena kurangnya pemahaman mengenai keberadaan dan fungsi kotak kosong sebagai alternatif pilihan. Minimnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu serta dominasi satu pasangan calon tanpa lawan politik yang seimbang turut menyebabkan kebingungan dan apatisme di kalangan pemilih. Akibatnya, partisipasi pemilih menurun secara signifikan, yang tercermin dari tingginya angka golput. Kesimpulan: Fenomena kotak kosong menjadi indikator penting dalam menilai kualitas demokrasi lokal. Rendahnya partisipasi pemilih mencerminkan lemahnya pemahaman masyarakat terhadap alternatif politik yang tersedia, serta menunjukkan perlunya peningkatan edukasi pemilih dan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pemilu. Kata Kunci: Persepsi Politik, Kotak Kosong, Pemilihan Daerah
650 # 4 $a politik pemilihan
700 0 # $a Riyan Jaelani
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22936
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
PARADIGMA BARU DESENTRALISASI ASIMETRIK DI INDONESIA / Dr. ROSSY lAMBELANOVA ,AP,S.IP.M.Si STRATEGI POLITIK PEMENANGAN ADITYA MUFTI ARIFIN DAN WARTONO DALAM PEMILIHAN WALIKOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2020 / Galang Bayu Pradana STRATEGI POLITIK PEMENANGAN ADITYA MUFTI ARIFIN DAN WARTONO DALAM PEMILIHAN WALIKOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2020 / Galang Bayu Pradana ANALISIS PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN / MUH. FAJAR FIKRIANSYAH B PENGARUH KOMUNIKASI POLITIK TERHADAP KEMENANGAN TRI SETYANTO DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA SUGIHREJO DI KECAMATAN GABUS KABUPATEN PATI PROVINSI JAWA TENGAH / YA HANNA ERVIANA Show More