
| Judul | Efektivitas Program Simulasi dan Edukasi Bencana (SIEDUN) Dalam Membangun Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat (Studi Kasus di Desa Bandorasa Kulon) : (Studi Kasus di Desa Bandorasa Kulon) / Fatwa Sayidina Alauliya |
| Pengarang | Fatwa Sayidina Alauliya Dedy Suhendi |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 11 :Ilus |
| Subjek | Pengamanan dari Bencana |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peneliti memfokuskan pada permasalahan bahwa desa Bandorasa Kulon di Kabupaten Kuningan berpotensi dilanda bencana alam dengan tingkat kerentanan yang cukup tinggi, sehingga diperlukan program pembangunan desa tangguh bencana agar masyarakat desa mampu menanggulangi bencana secara mandiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program SIEDUN dalam membangun desa tangguh bencana di Kabupaten 2 Kuningan di Desa Bandorasa Kulon. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teori Sutrisno (2010). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara ( 6 informan), observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program SIEDUN di Desa Bandorasa Kulon dapat terlaksana dengan baik dan efektif sehingga dapat memberikan dampak atau perubahan di desa. Program ini mampu mencapai indikator efektivitas seperti pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, dan pencapaian tujuan, serta membawa perubahan nyata melalui pembentukan forum, peta evakuasi, dan jalur evakuasi Kesimpulan: Program Simulasi dan Edukasi Kebencanaan (SIEDUN) di Desa Bandorasa Kulon terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam penanggulangan bencana dan menjadikan Desa Bandorasa Kulon sebagai Desa Tangguh Bencana. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program, disarankan untuk memperluas jangkauan program, melengkapi sarana pendukung, melakukan monitoring secara berkala, dan memperbanyak mitra pendukung pelaksanaan program. Kata kunci: Desa tangguh bencana, pengurangan risiko bencana, simulasi edukasi |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00164/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192191 | ||
| 005 | 20260121095958 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000636 |
| 082 | # | # | $a 363.345 982 454 |
| 084 | # | # | $a 363.345 982 454 FAT e |
| 100 | 0 | # | $a Fatwa Sayidina Alauliya |
| 245 | 1 | # | $a Efektivitas Program Simulasi dan Edukasi Bencana (SIEDUN) Dalam Membangun Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat (Studi Kasus di Desa Bandorasa Kulon) : $b (Studi Kasus di Desa Bandorasa Kulon) /$c Fatwa Sayidina Alauliya |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 11 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peneliti memfokuskan pada permasalahan bahwa desa Bandorasa Kulon di Kabupaten Kuningan berpotensi dilanda bencana alam dengan tingkat kerentanan yang cukup tinggi, sehingga diperlukan program pembangunan desa tangguh bencana agar masyarakat desa mampu menanggulangi bencana secara mandiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program SIEDUN dalam membangun desa tangguh bencana di Kabupaten 2 Kuningan di Desa Bandorasa Kulon. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teori Sutrisno (2010). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara ( 6 informan), observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program SIEDUN di Desa Bandorasa Kulon dapat terlaksana dengan baik dan efektif sehingga dapat memberikan dampak atau perubahan di desa. Program ini mampu mencapai indikator efektivitas seperti pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, dan pencapaian tujuan, serta membawa perubahan nyata melalui pembentukan forum, peta evakuasi, dan jalur evakuasi Kesimpulan: Program Simulasi dan Edukasi Kebencanaan (SIEDUN) di Desa Bandorasa Kulon terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam penanggulangan bencana dan menjadikan Desa Bandorasa Kulon sebagai Desa Tangguh Bencana. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program, disarankan untuk memperluas jangkauan program, melengkapi sarana pendukung, melakukan monitoring secara berkala, dan memperbanyak mitra pendukung pelaksanaan program. Kata kunci: Desa tangguh bencana, pengurangan risiko bencana, simulasi edukasi |
| 650 | # | 4 | $a Pengamanan dari Bencana |
| 700 | 0 | # | $a Dedy Suhendi |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :