
| Judul | MITIGASI BENCANA BANJIR MELALUI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN / Raisya Maharani |
| Pengarang | Raisya Maharani Dedy Suhendi |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 16 :Ilus |
| Subjek | Mitigasi Bencana Banjir |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana banjir kerap melanda Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, minimnya lahan resapan, dan tingginya aktivitas pembangunan di atas kawasan aliran air yang kritis. Akibatnya, sistem drainase yang ada tidak mampu menampung limpasan air secara maksimal, sehingga menyebabkan genangan dan banjir di berbagai wilayah kota. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya RTH dalam menyerap air hujan dan mengurangi risiko banjir, namun penerapannya di Kota Palembang belum maksimal. Kesenjangan utama terletak pada rendahnya pengelolaan dan pemeliharaan RTH yang tidak sesuai dengan peruntukan fungsionalnya, serta adanya hambatan berupa keterbatasan sumber daya, kurangnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya koordinasi antar instansi terkait. Selain itu, masih minimnya studi yang mengkaji secara komprehensif bagaimana mitigasi banjir melalui RTH dapat dioptimalkan, serta strategi untuk mengatasi hambatan yang ada, menjadikan topik ini penting untuk diteliti lebih mendalam Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitigasi banjir melalui pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai solusi pengurangan resiko banjir di Kota Palembang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan pejabat pemerintah daerah dan pihak terkait, observasi lapangan di lokasi-lokasi RTH, serta studi dokumentasi mengenai regulasi dan kebijakan penataan ruang di Kota Palembang. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan RTH sebagai mitigasi banjir di Kota Palembang telah berjalan cukup baik, terutama melalui penanaman pohon dan pengembangan fasilitas ruang hijau yang mendukung fungsi resapan air. Sebanyak 0,93 hektare luas RTH baru yang tersebar di 27 lokasi. Selain itu juga ada 651.442 m2 luas kolam retensi di Kota Palembang. Meski demikian, efektivitasnya belum maksimal karena terdapat sejumlah kendala, seperti keterbatasan lahan dan jumlah luasan RTH yang masih kurang dan belum mencapai target, keterbatasan sumber dana, serta partisipasi masyarakat yang belum optimal dalam upaya pemeliharaan dan pengelolaan RTH. Hingga saat ini masih ada 66 titik genangan air di Kota Palembang Kesimpulan: Berdasarkan hasil dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan para informan maka mitigasi banjir melalui pemanfaatan RTH di Kota Palembang telah berjalan dengan baik namun belum maksimal. Upaya mengatasi hambatan yang terjadi yaitu, mengoptimalkan RTH yang ada dengan meningkatkan kualitas dan fungsinya, serta mengubah lahan potensial yang belum dimanfaatkan menjadi RTH, memanfaatkan dana CSR untuk pengelolaan RTH, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pemeliharaan, serta mendekati masyarakat dengan memanfaatkan komunitas lokal dalam berkomunikasi serta pemilihan tanaman RTH yang sesuai dengan kondisi lingkungan Kota Palembang. Kata kunci: Banjir, Mitigasi, Penataan Ruang, Ruang Terbuka Hijau |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20994 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00057/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191927 | ||
| 005 | 20260117070133 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000372 |
| 082 | # | # | $a 363.349.598.161.62 |
| 084 | # | # | $a 363.349.598.161.62 RAI m |
| 100 | 0 | # | $a Raisya Maharani |
| 245 | 1 | # | $a MITIGASI BENCANA BANJIR MELALUI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c Raisya Maharani |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 16 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana banjir kerap melanda Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, minimnya lahan resapan, dan tingginya aktivitas pembangunan di atas kawasan aliran air yang kritis. Akibatnya, sistem drainase yang ada tidak mampu menampung limpasan air secara maksimal, sehingga menyebabkan genangan dan banjir di berbagai wilayah kota. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya RTH dalam menyerap air hujan dan mengurangi risiko banjir, namun penerapannya di Kota Palembang belum maksimal. Kesenjangan utama terletak pada rendahnya pengelolaan dan pemeliharaan RTH yang tidak sesuai dengan peruntukan fungsionalnya, serta adanya hambatan berupa keterbatasan sumber daya, kurangnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya koordinasi antar instansi terkait. Selain itu, masih minimnya studi yang mengkaji secara komprehensif bagaimana mitigasi banjir melalui RTH dapat dioptimalkan, serta strategi untuk mengatasi hambatan yang ada, menjadikan topik ini penting untuk diteliti lebih mendalam Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitigasi banjir melalui pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai solusi pengurangan resiko banjir di Kota Palembang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan pejabat pemerintah daerah dan pihak terkait, observasi lapangan di lokasi-lokasi RTH, serta studi dokumentasi mengenai regulasi dan kebijakan penataan ruang di Kota Palembang. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan RTH sebagai mitigasi banjir di Kota Palembang telah berjalan cukup baik, terutama melalui penanaman pohon dan pengembangan fasilitas ruang hijau yang mendukung fungsi resapan air. Sebanyak 0,93 hektare luas RTH baru yang tersebar di 27 lokasi. Selain itu juga ada 651.442 m2 luas kolam retensi di Kota Palembang. Meski demikian, efektivitasnya belum maksimal karena terdapat sejumlah kendala, seperti keterbatasan lahan dan jumlah luasan RTH yang masih kurang dan belum mencapai target, keterbatasan sumber dana, serta partisipasi masyarakat yang belum optimal dalam upaya pemeliharaan dan pengelolaan RTH. Hingga saat ini masih ada 66 titik genangan air di Kota Palembang Kesimpulan: Berdasarkan hasil dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan para informan maka mitigasi banjir melalui pemanfaatan RTH di Kota Palembang telah berjalan dengan baik namun belum maksimal. Upaya mengatasi hambatan yang terjadi yaitu, mengoptimalkan RTH yang ada dengan meningkatkan kualitas dan fungsinya, serta mengubah lahan potensial yang belum dimanfaatkan menjadi RTH, memanfaatkan dana CSR untuk pengelolaan RTH, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pemeliharaan, serta mendekati masyarakat dengan memanfaatkan komunitas lokal dalam berkomunikasi serta pemilihan tanaman RTH yang sesuai dengan kondisi lingkungan Kota Palembang. Kata kunci: Banjir, Mitigasi, Penataan Ruang, Ruang Terbuka Hijau |
| 650 | # | 4 | $a Mitigasi Bencana Banjir |
| 700 | 0 | # | $a Dedy Suhendi |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20994 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :