Cite This        Tampung        Export Record
Judul MANAJEMEN LOGISTIK TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA TENGAH / Mote, Beatriks Prasetyo
Pengarang Mote, Beatriks Prasetyo
Dedy Suhendi
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 14
Subjek Penanggulangan Bencana Banjir
Abstrak Latar Belakang: Logistik adalah unsur yang paling penting dalam setiap upaya bantuan kemanusiaan terutama tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Nabire. Bantuan logistik bencana ini sangat diperlukan bagi korban bencana, maka harus tepat waktu, sasaran, lokasi, jumlah, kualitas dan juga sesuai dengan kebutuhan korban bencana banjir pada saat tanggap darurat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui bagaimana manajemen logistik tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Nabire yang akan dilakukan oleh BPBD dan juga menganalisa apakah bantuan kemanusiaan tersebut sudah sesuai, cepat, tepat dan prosedural serta dapat dipertanggungjawabkan. Metode: Penelitian ini menanggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan Teori Manajemen Logistik menurut H.Subagya (1994). Data yang diperoleh adalah melalui wawancara dan obervasi dimana selanjutnya dianalisis menggunakan pola pikir deduktif. Wawancara yang dilakukan dengan pegawai maupun personil BPBD. Data yang diperoleh kemudian disajikan, dianalisis, direduksi kemudian ditarik kesimpulan. Hasil: Kegiatan logistik kemanusiaan tanggap darurat ini dapat berjalan dengan baik serta sesuai dengan tupoksi hal lain juga dapat dilihat dari terjalinnya koordinasi antar aktor seperti Pemerintah Kabupaten Nabire sendiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, Basarnas, TNI/POLRI, SATPOL, Bulog, maupun komunitaskomunitas. Koordinasi yang berjalan dengan baik sehingga, dalam pelaksanaannya juga berjalan dengan baik serta juga masyarakat di Kabupaten Nabire mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Kesimpulan: Penelitian mendapatkan kesimpulan yaitu manajemen logistik tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah berjalan dengan cukup baik dan pelaksanaannya juga berdasrkan tupoksi serta aturan yang ada.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12310

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06245/IPDN/2023 363.349 309 598 811 2 MOT m Deposit Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194398
005 20260221075930
035 # # $a 0010-0226001482
082 # # $a 363.349 309 598 811 2
084 # # $a 363.349 309 598 811 2 MOT m
100 0 # $a Mote, Beatriks Prasetyo
245 1 # $a MANAJEMEN LOGISTIK TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA TENGAH /$c Mote, Beatriks Prasetyo
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 14
520 # # $a Latar Belakang: Logistik adalah unsur yang paling penting dalam setiap upaya bantuan kemanusiaan terutama tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Nabire. Bantuan logistik bencana ini sangat diperlukan bagi korban bencana, maka harus tepat waktu, sasaran, lokasi, jumlah, kualitas dan juga sesuai dengan kebutuhan korban bencana banjir pada saat tanggap darurat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui bagaimana manajemen logistik tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Nabire yang akan dilakukan oleh BPBD dan juga menganalisa apakah bantuan kemanusiaan tersebut sudah sesuai, cepat, tepat dan prosedural serta dapat dipertanggungjawabkan. Metode: Penelitian ini menanggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan Teori Manajemen Logistik menurut H.Subagya (1994). Data yang diperoleh adalah melalui wawancara dan obervasi dimana selanjutnya dianalisis menggunakan pola pikir deduktif. Wawancara yang dilakukan dengan pegawai maupun personil BPBD. Data yang diperoleh kemudian disajikan, dianalisis, direduksi kemudian ditarik kesimpulan. Hasil: Kegiatan logistik kemanusiaan tanggap darurat ini dapat berjalan dengan baik serta sesuai dengan tupoksi hal lain juga dapat dilihat dari terjalinnya koordinasi antar aktor seperti Pemerintah Kabupaten Nabire sendiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, Basarnas, TNI/POLRI, SATPOL, Bulog, maupun komunitaskomunitas. Koordinasi yang berjalan dengan baik sehingga, dalam pelaksanaannya juga berjalan dengan baik serta juga masyarakat di Kabupaten Nabire mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Kesimpulan: Penelitian mendapatkan kesimpulan yaitu manajemen logistik tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah berjalan dengan cukup baik dan pelaksanaannya juga berdasrkan tupoksi serta aturan yang ada.
650 # 4 $a Penanggulangan Bencana Banjir
700 0 # $a Dedy Suhendi
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12310
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN KEPALA DESA SECARA ELEKTRONIK YANG AMAN DAN TERTIB DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA : LAPORAN PENELITIAN KELOMPOK / FERNANDES SIMANGUNSONG, S.STP, S.AP, M.Si MODUL PRAKTEK ETIKET DAN KEPROTOKOLAN PAMONG PRAJA I / Dr.RIZKI AMALIA,S.STP,M.AP , DEDY SUHENDI , S.Sos, M.Si , AYU SARASMITA, S.STP MITIGASI BENCANA BANJIR MELALUI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN / Raisya Maharani PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA / Muhammad Rifqi Al Faiz Efektivitas Program Simulasi dan Edukasi Bencana (SIEDUN) Dalam Membangun Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat (Studi Kasus di Desa Bandorasa Kulon) : (Studi Kasus di Desa Bandorasa Kulon) / Fatwa Sayidina Alauliya Show More