
| Judul | INOVASI PERCEPATAN PENCAPAIAN KEPEMILIKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN (PEKAD 3 IN 1 PLUS) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA LHOKSEUMAWE PROVINSI ACEH / Al Yedi Asadullah Sya’bandi |
| Pengarang | Al Yedi Asadullah Sya’bandi Ella Lesmanawaty Wargadinata |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 15 :Ilus |
| Subjek | Kependudukan catatan sipil |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan dalam skripsi ini adalah belum optimalnya penyebaran informasi dan penerimaan masyarakat terhadap inovasi PEKAD 3 IN 1 PLUS di Disdukcapil Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inovasi PEKAD 3 IN 1 PLUS di Disdukcapil Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap inovasi PEKAD 3 IN 1 PLUS di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Lhokseumawe, penerapan inovasi layanan publik ini menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan efisiensi proses pengurusan dokumen kependudukan. Secara spesifik, program ini memungkinkan masyarakat untuk memperoleh tiga dokumen penting—akte kelahiran, kartu keluarga, dan kartu identitas anak—dalam satu layanan terintegrasi. Inovasi ini telah mengurangi proses birokrasi dan memberikan layanan yang lebih cepat serta mudah diakses oleh masyarakat. Data dari tahun 2023 menunjukkan bahwa layanan ini berhasil mencapai target dalam pengolahan dokumen, dengan peningkatan signifikan dalam kepuasan pengguna karena kemudahan yang ditawarkan oleh sistem layanan terintegrasi. Namun, tantangan seperti masalah teknis pada sistem informasi dan ketidaklengkapan dokumen masih ada, yang memengaruhi potensi penuh dari program ini. Kesimpulan: Kesimpulannya, PEKAD 3 IN 1 PLUS merupakan inovasi pelayanan yang efektif dan adaptif, namun masih memerlukan perbaikan sistem digitalisasi internal, peningkatan literasi administrasi masyarakat, serta penguatan regulasi teknis antarinstansi untuk mendukung keberlanjutan dan optimalisasi inovasi tersebut. Kata kunci: Disdukcapil, Difusi inovasi, hambatan adopsi, inovasi pelayanan publik, PEKAD 3 IN 1 PLUS |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06780/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192276 | ||
| 005 | 20260122101748 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000721 |
| 082 | # | # | $a 304.659 811 1 |
| 084 | # | # | $a 304.659 811 1 AL i |
| 100 | 0 | # | $a Al Yedi Asadullah Sya’bandi |
| 245 | 1 | # | $a INOVASI PERCEPATAN PENCAPAIAN KEPEMILIKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN (PEKAD 3 IN 1 PLUS) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA LHOKSEUMAWE PROVINSI ACEH /$c Al Yedi Asadullah Sya’bandi |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 15 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan dalam skripsi ini adalah belum optimalnya penyebaran informasi dan penerimaan masyarakat terhadap inovasi PEKAD 3 IN 1 PLUS di Disdukcapil Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inovasi PEKAD 3 IN 1 PLUS di Disdukcapil Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap inovasi PEKAD 3 IN 1 PLUS di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Lhokseumawe, penerapan inovasi layanan publik ini menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan efisiensi proses pengurusan dokumen kependudukan. Secara spesifik, program ini memungkinkan masyarakat untuk memperoleh tiga dokumen penting—akte kelahiran, kartu keluarga, dan kartu identitas anak—dalam satu layanan terintegrasi. Inovasi ini telah mengurangi proses birokrasi dan memberikan layanan yang lebih cepat serta mudah diakses oleh masyarakat. Data dari tahun 2023 menunjukkan bahwa layanan ini berhasil mencapai target dalam pengolahan dokumen, dengan peningkatan signifikan dalam kepuasan pengguna karena kemudahan yang ditawarkan oleh sistem layanan terintegrasi. Namun, tantangan seperti masalah teknis pada sistem informasi dan ketidaklengkapan dokumen masih ada, yang memengaruhi potensi penuh dari program ini. Kesimpulan: Kesimpulannya, PEKAD 3 IN 1 PLUS merupakan inovasi pelayanan yang efektif dan adaptif, namun masih memerlukan perbaikan sistem digitalisasi internal, peningkatan literasi administrasi masyarakat, serta penguatan regulasi teknis antarinstansi untuk mendukung keberlanjutan dan optimalisasi inovasi tersebut. Kata kunci: Disdukcapil, Difusi inovasi, hambatan adopsi, inovasi pelayanan publik, PEKAD 3 IN 1 PLUS |
| 650 | # | 4 | $a Kependudukan catatan sipil |
| 700 | 0 | # | $a Ella Lesmanawaty Wargadinata |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :