
| Judul | PENERAPAN NILAI-NILAI ADAT DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI DESA ANGANTAKA KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI / Ida Ayu Putu Sundarayami |
| Pengarang | Ida Ayu Putu Sundarayami Alma’Arif |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025 |
| Deskripsi Fisik | 15 |
| Subjek | Administrasi Desa |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bali memiliki pengaturan pemerintahan desa yang demarkasi. Hal ini dinatdai dengan adanya pembatasan dari desa adat dan desa dinas. Desa dinas merupakan desa yang hubungan dan penyelenggaraan pemerintahannya diatur oleh peraturan sedangkan desa adat adalah desa yang murni berasal dari nilai-nilai adat 2 dan budaya yang berkembang di dalam Masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis penerapan nilai-nilai adat dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Angantaka, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Fenomena yang terjadi di Indonesia dengan adanya kearifan lokal yang terdapat di masing-masing daerah dapat mempengaruhi penyelenggaraan pemerintahan yang ada di daerah. Pemerintahan daerah pada akhirnya melimpahkan wewenang kepada desa untuk mengatur urusan pemerintahannya sendiri dalan konteks kearifan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data NVivo 12 Plus, di mana data diperoleh melalui, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta kajian dokumen yang relevan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di Desa Angantaka berjalan secara harmonis karena adanya sinergi antara pemerintahan desa dinas (formal) dengan desa adat (tradisional). Nilai-nilai adat dijadikan sebagai sumber hukum informal yang mampu melengkapi hukum positif, sehingga menciptakan kebijakan yang lebih kontekstual dan diterima oleh masyarakat. Kesimpulan: Terdapat beberapa tantangan dalam penerapan nilai-nilai adat, terutama dalam menghadapi arus modernisasi dan globalisasi. Perubahan gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda, serta pengaruh teknologi dan media sosial, mulai menggeser pemahaman dan penghargaan terhadap nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, perlu adanya strategi adaptif yang mampu menjaga keberlangsungan nilai adat tanpa menutup diri terhadap inovasi dan perubahan zaman. Kata Kunci: Awig-awig, Desa Angantaka, kearifan lokal Bali, nilai-nilai adat, sinergi desa adat dan desa dinas, Tri Hita Karana |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/23708/ |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06788/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192284 | ||
| 005 | 20260122103017 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000729 |
| 082 | # | # | $a 352.170 959 862 |
| 084 | # | # | $a 352.170 959 862 IDA p |
| 100 | 0 | # | $a Ida Ayu Putu Sundarayami |
| 245 | 1 | # | $a PENERAPAN NILAI-NILAI ADAT DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI DESA ANGANTAKA KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI /$c Ida Ayu Putu Sundarayami |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 15 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bali memiliki pengaturan pemerintahan desa yang demarkasi. Hal ini dinatdai dengan adanya pembatasan dari desa adat dan desa dinas. Desa dinas merupakan desa yang hubungan dan penyelenggaraan pemerintahannya diatur oleh peraturan sedangkan desa adat adalah desa yang murni berasal dari nilai-nilai adat 2 dan budaya yang berkembang di dalam Masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis penerapan nilai-nilai adat dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Angantaka, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Fenomena yang terjadi di Indonesia dengan adanya kearifan lokal yang terdapat di masing-masing daerah dapat mempengaruhi penyelenggaraan pemerintahan yang ada di daerah. Pemerintahan daerah pada akhirnya melimpahkan wewenang kepada desa untuk mengatur urusan pemerintahannya sendiri dalan konteks kearifan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data NVivo 12 Plus, di mana data diperoleh melalui, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta kajian dokumen yang relevan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di Desa Angantaka berjalan secara harmonis karena adanya sinergi antara pemerintahan desa dinas (formal) dengan desa adat (tradisional). Nilai-nilai adat dijadikan sebagai sumber hukum informal yang mampu melengkapi hukum positif, sehingga menciptakan kebijakan yang lebih kontekstual dan diterima oleh masyarakat. Kesimpulan: Terdapat beberapa tantangan dalam penerapan nilai-nilai adat, terutama dalam menghadapi arus modernisasi dan globalisasi. Perubahan gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda, serta pengaruh teknologi dan media sosial, mulai menggeser pemahaman dan penghargaan terhadap nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, perlu adanya strategi adaptif yang mampu menjaga keberlangsungan nilai adat tanpa menutup diri terhadap inovasi dan perubahan zaman. Kata Kunci: Awig-awig, Desa Angantaka, kearifan lokal Bali, nilai-nilai adat, sinergi desa adat dan desa dinas, Tri Hita Karana |
| 650 | # | 4 | $a Administrasi Desa |
| 700 | 0 | # | $a Alma’Arif |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/23708/ |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :