Cite This        Tampung        Export Record
Judul Strategi Pengurangan Risiko Bencana Tsunami Di Kabupaten Lampung Selatan / Haikal Yoga Kurnia
Pengarang Haikal Yoga Kurnia
Mujahidin
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 12 :Ilus
Subjek Penanggulangan Bencana Tsunami
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Lampung Selatan merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tsunami, disebabkan oleh lokasinya yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau serta garis pantai yang menghadap langsung ke Selat Sunda dan Samudera Hindia. Ancaman ini menuntut kesiapsiagaan yang tinggi dari pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, implementasi strategi mitigasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, dan belum optimalnya koordinasi antarinstansi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengurangan risiko bencana tsunami yang diterapkan oleh BPBD Kabupaten Lampung Selatan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pejabat BPBD, tokoh masyarakat, serta warga terdampak. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi sistem peringatan dini sudah berjalan dengan baik; pada pembangunan jalur evakuasi telah meiliki rute jalur evakuasi sesuai dengan standar mitigasi bencana; pada dimensi pemetaan risiko ditemukan terdapatnya peta resiko tsunami di tiap-tiap desa; pada dimensi edukasi kebencanaan ditemukan telah dilaksanakannya edukasi dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah atas hingga Tingkat Masyarakat; serta pada dimensi terakhir yakni koordinasi lintas sektor telah dibentuknya forum koordinasi via WA dan penyelarasan jaringan radio. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi mitigasi bencana tsunami di Kabupaten Lampung Selatan telah berjalan cukup baik, meskipun memerlukan perencanaan jangka panjang yang lebih terintegrasi, peningkatan kapasitas kelembagaan BPBD, intensifikasi edukasi kebencanaan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24828

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06880/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192438
005 20260126103358
035 # # $a 0010-0126000883
082 # # $a 363.349 459 818
084 # # $a 363.349 459 818 HAI s
100 0 # $a Haikal Yoga Kurnia
245 1 # $a Strategi Pengurangan Risiko Bencana Tsunami Di Kabupaten Lampung Selatan /$c Haikal Yoga Kurnia
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 12 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Lampung Selatan merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tsunami, disebabkan oleh lokasinya yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau serta garis pantai yang menghadap langsung ke Selat Sunda dan Samudera Hindia. Ancaman ini menuntut kesiapsiagaan yang tinggi dari pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, implementasi strategi mitigasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, dan belum optimalnya koordinasi antarinstansi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengurangan risiko bencana tsunami yang diterapkan oleh BPBD Kabupaten Lampung Selatan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pejabat BPBD, tokoh masyarakat, serta warga terdampak. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi sistem peringatan dini sudah berjalan dengan baik; pada pembangunan jalur evakuasi telah meiliki rute jalur evakuasi sesuai dengan standar mitigasi bencana; pada dimensi pemetaan risiko ditemukan terdapatnya peta resiko tsunami di tiap-tiap desa; pada dimensi edukasi kebencanaan ditemukan telah dilaksanakannya edukasi dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah atas hingga Tingkat Masyarakat; serta pada dimensi terakhir yakni koordinasi lintas sektor telah dibentuknya forum koordinasi via WA dan penyelarasan jaringan radio. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi mitigasi bencana tsunami di Kabupaten Lampung Selatan telah berjalan cukup baik, meskipun memerlukan perencanaan jangka panjang yang lebih terintegrasi, peningkatan kapasitas kelembagaan BPBD, intensifikasi edukasi kebencanaan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana
650 # 4 $a Penanggulangan Bencana Tsunami
700 0 # $a Mujahidin
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24828
Content Unduh katalog