
| Judul | MANAJEMEN PASCA BENCANA BANJIR DI DISTRIK PANIAI TIMUR KABUPATEN PANIAI PROVINSI PAPUA TENGAH : - / Petrus Madai |
| Pengarang | Petrus Madai Mujahidin |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 9 :- ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Manajemen Pascabencana Banjir |
| Abstrak | Indonesia, yang terletak di antara dua jalur tektonik utama di dunia, yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Mediterranea, sering mengalami bencana alam. Selain itu, negara ini juga memiliki curah hujan yang tinggi, berkisar antara 1.000 hingga 4.000 mm setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji "Manajemen Pasca Bencana Banjir di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah." Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu untuk memahami manajemen pasca bencana banjir di Distrik Paniai Timur, mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung dalam manajemen tersebut, serta mengusulkan solusi yang tepat. Metode: Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam konteks penelitian kualitatif ini, peneliti menjadi instrumen utama yang bertanggung jawab dalam pembuatan fokus, pemilihan informan, pengumpulan data, analisis, interpretasi, dan kesimpulan. Pedoman wawancara menjadi panduan bagi peneliti dalam melakukan observasi langsung terhadap narasumber.Hasil: Manajemen pasca bencana banjir mencakup serangkaian langkah, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons cepat. Pencegahan termasuk dalam hal analisis risiko, perencanaan tata ruang, dan kampanye edukasi, sementara mitigasi melibatkan pembangunan infrastruktur anti-banjir dan pelatihan evakuasi. Kesimpulan: Saat terjadi bencana, fokus utama adalah respons cepat menggunakan Teori Tanggap Darurat, dengan penekanan pada evakuasi dan distribusi bantuan. Setelah bencana berlalu, perhatian beralih pada rehabilitasi, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18183 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04885/IPDN/2024 | 363.349 598 8 PET m | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193577 | ||
| 005 | 20260206110336 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000661 |
| 082 | # | # | $a 363.349 598 8 |
| 084 | # | # | $a 363.349 598 8 PET m |
| 100 | 0 | # | $a Petrus Madai |
| 245 | 1 | # | $a MANAJEMEN PASCA BENCANA BANJIR DI DISTRIK PANIAI TIMUR KABUPATEN PANIAI PROVINSI PAPUA TENGAH : $b - /$c Petrus Madai |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 9 : $b - ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Indonesia, yang terletak di antara dua jalur tektonik utama di dunia, yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Mediterranea, sering mengalami bencana alam. Selain itu, negara ini juga memiliki curah hujan yang tinggi, berkisar antara 1.000 hingga 4.000 mm setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji "Manajemen Pasca Bencana Banjir di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah." Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu untuk memahami manajemen pasca bencana banjir di Distrik Paniai Timur, mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung dalam manajemen tersebut, serta mengusulkan solusi yang tepat. Metode: Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam konteks penelitian kualitatif ini, peneliti menjadi instrumen utama yang bertanggung jawab dalam pembuatan fokus, pemilihan informan, pengumpulan data, analisis, interpretasi, dan kesimpulan. Pedoman wawancara menjadi panduan bagi peneliti dalam melakukan observasi langsung terhadap narasumber.Hasil: Manajemen pasca bencana banjir mencakup serangkaian langkah, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons cepat. Pencegahan termasuk dalam hal analisis risiko, perencanaan tata ruang, dan kampanye edukasi, sementara mitigasi melibatkan pembangunan infrastruktur anti-banjir dan pelatihan evakuasi. Kesimpulan: Saat terjadi bencana, fokus utama adalah respons cepat menggunakan Teori Tanggap Darurat, dengan penekanan pada evakuasi dan distribusi bantuan. Setelah bencana berlalu, perhatian beralih pada rehabilitasi, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak. |
| 650 | # | 4 | $a Manajemen Pascabencana Banjir |
| 700 | 0 | # | $a Mujahidin |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18183 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :