
| Judul | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN SINGKIL DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA / Lumintang, Judha Joshua |
| Pengarang | Lumintang, Judha Joshua Mujahidin |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 |
| Subjek | Pengamanan dari Bencana Banjir |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Kecamatan Singkil, Kota Manado, dengan total 15 kejadian banjir dan sebanyak 21.178 warga terdampak sepanjang tahun 2018– 2022. Meskipun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan dan simulasi tanggap bencana, namun dari 80 kelurahan rawan banjir di seluruh kota, hanya 16 kelurahan yang telah difasilitasi, dan di Kecamatan Singkil baru 3 dari 9 kelurahan yang mendapatkan program tersebut. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan masih belum merata dan belum optimal menyentuh seluruh wilayah yang berisiko tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberdayaan masyarakat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dalam mitigasi bencana banjir di Kecamatan Singkil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan kunci, seperti Kepala Pelaksana BPBD, Camat Kecamatan Singkil, serta warga yang menjadi peserta kegiatan mitigasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemberdayaan masyarakat dari Jim Ife dan Frank Tesoriero yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu personal, sosial, dan pendidikan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, partisipasi masyarakat masih terbatas, kesadaran belum merata, dan keterampilan teknis menghadapi bencana belum memadai. Selain itu, keterbatasan anggaran dan cakupan wilayah menjadi hambatan signifikan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan edukasi yang berkelanjutan, perluasan cakupan pemberdayaan, serta pelibatan masyarakat secara lebih intensif guna membentuk komunitas yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana banjir. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Mitigasi, Partisipasi, Keterampilan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22943 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07110/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192726 | ||
| 005 | 20260128012041 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001171 |
| 082 | # | # | $a 363.349 309 598 424 1 |
| 084 | # | # | $a 363.349 309 598 424 1 LUM p |
| 100 | 0 | # | $a Lumintang, Judha Joshua |
| 245 | 1 | # | $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN SINGKIL DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Lumintang, Judha Joshua |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Kecamatan Singkil, Kota Manado, dengan total 15 kejadian banjir dan sebanyak 21.178 warga terdampak sepanjang tahun 2018– 2022. Meskipun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan dan simulasi tanggap bencana, namun dari 80 kelurahan rawan banjir di seluruh kota, hanya 16 kelurahan yang telah difasilitasi, dan di Kecamatan Singkil baru 3 dari 9 kelurahan yang mendapatkan program tersebut. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan masih belum merata dan belum optimal menyentuh seluruh wilayah yang berisiko tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberdayaan masyarakat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dalam mitigasi bencana banjir di Kecamatan Singkil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan kunci, seperti Kepala Pelaksana BPBD, Camat Kecamatan Singkil, serta warga yang menjadi peserta kegiatan mitigasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemberdayaan masyarakat dari Jim Ife dan Frank Tesoriero yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu personal, sosial, dan pendidikan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, partisipasi masyarakat masih terbatas, kesadaran belum merata, dan keterampilan teknis menghadapi bencana belum memadai. Selain itu, keterbatasan anggaran dan cakupan wilayah menjadi hambatan signifikan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan edukasi yang berkelanjutan, perluasan cakupan pemberdayaan, serta pelibatan masyarakat secara lebih intensif guna membentuk komunitas yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana banjir. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Mitigasi, Partisipasi, Keterampilan. |
| 650 | # | 4 | $a Pengamanan dari Bencana Banjir |
| 700 | 0 | # | $a Mujahidin |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22943 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :