
| Judul | OPTIMALISASI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN PANTAI PUDAK DI KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR / Alfin Muhammad Farid Anuar |
| Pengarang | Alfin Muhammad Farid Anuar Simbolon, Herson |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 |
| Subjek | Administrasi pemerintah daerah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pantai Pudak di Kabupaten Blitar adalah pantai yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena jaraknya paling dekat dengan Jalur Lintas Selatan (JLS). Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah, target kunjungan pada tahun 2023 masih belum tercapai serta Pantai yang memiliki potensi pada keadaan alam dan Kondisi geografisnya ini memiliki jumlah kunjungan yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan pantai Serang dan Tambakrejo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya optimalisasi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, kendala yang dihadapi, dan upaya yang dilakukan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 11 informan, observasi lapangan, dan dokumentasi.Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh peneliti yaitu Indikator dari dimensi tujuan berupa maksimalisasi potensi Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia belum mecapai keuntungan tertinggi. Pada dimensi alternatif keputusan juga masih ada kekurangan dimana Master Plan sebagai alternatif keputusan yang paling efektif untuk mencapai tujuan belum terealisasikan. Pada dimensi Sumber Daya yang membatasi juga menunjukkan adanya kekurangan, dimana masih memiliki keterbatasan pada sumber daya penunjang berupa dana dan infrastruktur, serta Sumber Daya Manusianya masih memiliki kurang dalam kualitas dan kapasitasnya dalam pengelolaan pariwisata. Kesimpulan: pengembangan Pantai Pudak masih belum optimal karena masih terdapat kekurangan. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya penunjang berupa anggaran dan infrastruktur serta minimnya kualitas sumber daya manusia. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah pemanfaatan dana desa yang dikelola oleh Bumdes untuk membangun infrastruktur dasar, serta pendampingan dan pelatihan kepada masayarakat lokal melalui bimbingan teknis mengenai pengelolaan Pariwisata. Kata kunci: Optimalisasi, Pariwisata, Pantai Pudak, Pengembangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24044 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06885/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192445 | ||
| 005 | 20260126112529 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000890 |
| 082 | # | # | $a 352.150 598 282 |
| 084 | # | # | $a 352.150 598 282 ALF o |
| 100 | 0 | # | $a Alfin Muhammad Farid Anuar |
| 245 | 1 | # | $a OPTIMALISASI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN PANTAI PUDAK DI KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR /$c Alfin Muhammad Farid Anuar |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pantai Pudak di Kabupaten Blitar adalah pantai yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena jaraknya paling dekat dengan Jalur Lintas Selatan (JLS). Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah, target kunjungan pada tahun 2023 masih belum tercapai serta Pantai yang memiliki potensi pada keadaan alam dan Kondisi geografisnya ini memiliki jumlah kunjungan yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan pantai Serang dan Tambakrejo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya optimalisasi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, kendala yang dihadapi, dan upaya yang dilakukan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 11 informan, observasi lapangan, dan dokumentasi.Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh peneliti yaitu Indikator dari dimensi tujuan berupa maksimalisasi potensi Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia belum mecapai keuntungan tertinggi. Pada dimensi alternatif keputusan juga masih ada kekurangan dimana Master Plan sebagai alternatif keputusan yang paling efektif untuk mencapai tujuan belum terealisasikan. Pada dimensi Sumber Daya yang membatasi juga menunjukkan adanya kekurangan, dimana masih memiliki keterbatasan pada sumber daya penunjang berupa dana dan infrastruktur, serta Sumber Daya Manusianya masih memiliki kurang dalam kualitas dan kapasitasnya dalam pengelolaan pariwisata. Kesimpulan: pengembangan Pantai Pudak masih belum optimal karena masih terdapat kekurangan. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya penunjang berupa anggaran dan infrastruktur serta minimnya kualitas sumber daya manusia. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah pemanfaatan dana desa yang dikelola oleh Bumdes untuk membangun infrastruktur dasar, serta pendampingan dan pelatihan kepada masayarakat lokal melalui bimbingan teknis mengenai pengelolaan Pariwisata. Kata kunci: Optimalisasi, Pariwisata, Pantai Pudak, Pengembangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. |
| 650 | # | 4 | $a Administrasi pemerintah daerah |
| 700 | 0 | # | $a Simbolon, Herson |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24044 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :