
| Judul | OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA SITI AMBIA KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL / Nur Hikmah Ramadhani |
| Pengarang | Nur Hikmah Ramadhani Riani Bakri |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 18 |
| Subjek | Ekonomi Produksi |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Belum dimanfaatkannya secara optimal oleh masyarakat terkait potensi lahan pekarangan dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga di Desa Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengoptimalan pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Siti Ambia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena dianggap paling tepat untuk menggambarkan dan memahami fenomena sosial yang kompleks dan kontekstual, khususnya terkait dengan pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat Desa Siti Ambia dalam upaya meningkatkan pendapatan mereka. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam pengalaman, persepsi, dan strategi masyarakat dalam mengelola pekarangan rumah, yang tidak dapat dijelaskan secara kuantitatif. Selain itu, pendekatan ini juga memberikan fleksibilitas bagi peneliti dalam proses pengumpulan data di lapangan, sehingga lebih mampu menangkap dinamika sosial yang terjadi secara alami. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari informan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan baik secara partisipatif maupun nonpartisipatif, dengan tujuan memahami secara langsung aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur, menggunakan pedoman pertanyaan terbuka yang memungkinkan informan menyampaikan pandangan dan pengalamannya secara bebas dan mendalam. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari dokumen resmi seperti peraturan daerah, laporan dinas pertanian, dan statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data sekunder meliputi literatur ilmiah, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan sebagai bahan pendukung dalam analisis. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling, yaitu berdasarkan pertimbangan tertentu dan relevansi informan terhadap isu yang diteliti. Informan terdiri dari pejabat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Aceh Singkil, penyuluh pertanian, petani lokal yang memanfaatkan lahan pekarangan, serta masyarakat umum yang tinggal di Desa Siti Ambia. Masing-masing informan dipilih karena memiliki informasi yang relevan dan pengalaman langsung terkait pemanfaatan lahan pekarangan di desa tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Siti Ambia telah mulai dilakukan oleh sebagian masyarakat, terutama untuk menanam sayuran seperti kacang panjang, ketimun, dan kangkung. Namun, tingkat optimalisasi masih rendah secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sarana prasarana, kurangnya pelatihan teknis, serta rendahnya kesadaran terhadap potensi ekonomi pekarangan. Dukungan dari pemerintah melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), bantuan sarana produksi, pendampingan penyuluh pertanian, serta kontribusi CSR dari sektor swasta menjadi faktor pendukung dalam mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Meskipun demikian, optimalisasi yang berkelanjutan memerlukan strategi terpadu dan partisipasi aktif masyarakat. Kesimpulan: Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan terbukti dapat meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat jika dilaksanakan secara sistematis dan didukung oleh berbagai pihak. Strategi yang direkomendasikan mencakup peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan penyuluhan, penguatan kelembagaan kelompok tani, pemanfaatan teknologi pertanian sederhana, serta pengelolaan sumber daya yang efisien. Integrasi program ini ke dalam kebijakan ketahanan pangan dan penanggulangan stunting menjadi langkah penting untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat desa. Kata Kunci: Optimalisasi, Lahan Pekarangan, Pendapatan Masyarakat |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23226 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06994/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192585 | ||
| 005 | 20260127012826 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001030 |
| 082 | # | # | $a 338.095 981 163 |
| 084 | # | # | $a 338.095 981 163 NUR o |
| 100 | 0 | # | $a Nur Hikmah Ramadhani |
| 245 | 1 | # | $a OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA SITI AMBIA KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL /$c Nur Hikmah Ramadhani |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 18 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Belum dimanfaatkannya secara optimal oleh masyarakat terkait potensi lahan pekarangan dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga di Desa Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengoptimalan pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Siti Ambia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena dianggap paling tepat untuk menggambarkan dan memahami fenomena sosial yang kompleks dan kontekstual, khususnya terkait dengan pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat Desa Siti Ambia dalam upaya meningkatkan pendapatan mereka. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam pengalaman, persepsi, dan strategi masyarakat dalam mengelola pekarangan rumah, yang tidak dapat dijelaskan secara kuantitatif. Selain itu, pendekatan ini juga memberikan fleksibilitas bagi peneliti dalam proses pengumpulan data di lapangan, sehingga lebih mampu menangkap dinamika sosial yang terjadi secara alami. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari informan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan baik secara partisipatif maupun nonpartisipatif, dengan tujuan memahami secara langsung aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur, menggunakan pedoman pertanyaan terbuka yang memungkinkan informan menyampaikan pandangan dan pengalamannya secara bebas dan mendalam. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari dokumen resmi seperti peraturan daerah, laporan dinas pertanian, dan statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data sekunder meliputi literatur ilmiah, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan sebagai bahan pendukung dalam analisis. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling, yaitu berdasarkan pertimbangan tertentu dan relevansi informan terhadap isu yang diteliti. Informan terdiri dari pejabat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Aceh Singkil, penyuluh pertanian, petani lokal yang memanfaatkan lahan pekarangan, serta masyarakat umum yang tinggal di Desa Siti Ambia. Masing-masing informan dipilih karena memiliki informasi yang relevan dan pengalaman langsung terkait pemanfaatan lahan pekarangan di desa tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Siti Ambia telah mulai dilakukan oleh sebagian masyarakat, terutama untuk menanam sayuran seperti kacang panjang, ketimun, dan kangkung. Namun, tingkat optimalisasi masih rendah secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sarana prasarana, kurangnya pelatihan teknis, serta rendahnya kesadaran terhadap potensi ekonomi pekarangan. Dukungan dari pemerintah melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), bantuan sarana produksi, pendampingan penyuluh pertanian, serta kontribusi CSR dari sektor swasta menjadi faktor pendukung dalam mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Meskipun demikian, optimalisasi yang berkelanjutan memerlukan strategi terpadu dan partisipasi aktif masyarakat. Kesimpulan: Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan terbukti dapat meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat jika dilaksanakan secara sistematis dan didukung oleh berbagai pihak. Strategi yang direkomendasikan mencakup peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan penyuluhan, penguatan kelembagaan kelompok tani, pemanfaatan teknologi pertanian sederhana, serta pengelolaan sumber daya yang efisien. Integrasi program ini ke dalam kebijakan ketahanan pangan dan penanggulangan stunting menjadi langkah penting untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat desa. Kata Kunci: Optimalisasi, Lahan Pekarangan, Pendapatan Masyarakat |
| 650 | # | 4 | $a Ekonomi Produksi |
| 700 | 0 | # | $a Riani Bakri |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23226 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :