Cite This        Tampung        Export Record
Judul PENGUATAN KAPASITAS SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM DI KECAMATAN BOLANGITANG TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA / Sumaili, Ahmad Hengky
Pengarang Tefa, Gradiana
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025
Deskripsi Fisik 17
Subjek Keamanan dan Keselamatan Sosial
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Latar belakang penelitian ini didasarkan pada permasalahan lemahnya peran dan efektivitas Satlinmas dalam pelaksanaan tugas di tingkat desa, yang ditandai dengan terbatasnya jumlah personel, kurangnya pelatihan, serta minimnya dukungan sarana dan insentif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum di Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori capacity building dari Grindle (1997) dengan fokus pada tiga dimensi utama: pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi, dan reformasi kelembagaan. Informan penelitian dipilih secara purposive, terdiri dari 11 orang yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan dan pengawasan Satlinmas. . Informan tersebut terdiri dari: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Bolangitang Timur, tiga orang Kepala Satlinmas dari desa yang berbeda, tiga orang anggota Satlinmas, serta dua orang perwakilan masyarakat. Dari keseluruhan informan, yang bertindak sebagai informan kunci (key informant) adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Data dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi pengembangan sumber daya manusia, ditemukan pembinaan dan peningkatan kapasitas anggota Satlinmas belum berjalan secara optimal. Kegiatan pelatihan masih bersifat insidental dan cenderung hanya dilaksanakan menjelang peristiwa-peristiwa tertentu, seperti pemilu atau perayaan keagamaan besar. Hal ini menghambat pembentukan kemampuan teknis dan nonteknis secara berkelanjutan. Selanjutnya Pada dimensi penguatan organisasi, ditemukan Satlinmas masih menghadapi tantangan struktural dan kultural. Salah satu isu utama adalah belum adanya sistem insentif yang permanen dalam anggaran desa. Insentif yang bersifat sementara dan berbasis kegiatan berdampak pada rendahnya partisipasi dan kurangnya konsistensi kerja anggota. dan terakhir pada dimensi reformasi kelembagaan, ditemukan ketiadaan regulasi daerah yang secara khusus mengatur tentang Satlinmas menjadi kendala utama. Absennya dasar hukum ini menyebabkan belum terbentuknya sistem kerja yang efisien, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan kelembagaan di tingkat lokal. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas Satlinmas masih belum berjalan dengan maksimal karena masih memerlukan pendekatan holistik melalui pembenahan struktural, peningkatan kompetensi, dukungan regulasi, dan inovasi dalam sistem pelatihan serta pelibatan masyarakat. Studi ini juga memberikan rekomendasi perlunya kebijakan terpadu dalam reformasi kelembagaan Satlinmas di tingkat desa agar dapat berfungsi lebih efektif dan profesional. Kata Kunci: Penguatan Kapsitas, Satlinmas, Ketentraman, Ketertiban Umum
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/25050

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07142/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192760
005 20260128105119
035 # # $a 0010-0126001205
082 # # $a 363.109 598 426 2
084 # # $a 363.109 598 426 2 PEN
245 # # $a PENGUATAN KAPASITAS SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM DI KECAMATAN BOLANGITANG TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Sumaili, Ahmad Hengky
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025
300 # # : $b 17
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Latar belakang penelitian ini didasarkan pada permasalahan lemahnya peran dan efektivitas Satlinmas dalam pelaksanaan tugas di tingkat desa, yang ditandai dengan terbatasnya jumlah personel, kurangnya pelatihan, serta minimnya dukungan sarana dan insentif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum di Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori capacity building dari Grindle (1997) dengan fokus pada tiga dimensi utama: pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi, dan reformasi kelembagaan. Informan penelitian dipilih secara purposive, terdiri dari 11 orang yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan dan pengawasan Satlinmas. . Informan tersebut terdiri dari: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Bolangitang Timur, tiga orang Kepala Satlinmas dari desa yang berbeda, tiga orang anggota Satlinmas, serta dua orang perwakilan masyarakat. Dari keseluruhan informan, yang bertindak sebagai informan kunci (key informant) adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Data dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi pengembangan sumber daya manusia, ditemukan pembinaan dan peningkatan kapasitas anggota Satlinmas belum berjalan secara optimal. Kegiatan pelatihan masih bersifat insidental dan cenderung hanya dilaksanakan menjelang peristiwa-peristiwa tertentu, seperti pemilu atau perayaan keagamaan besar. Hal ini menghambat pembentukan kemampuan teknis dan nonteknis secara berkelanjutan. Selanjutnya Pada dimensi penguatan organisasi, ditemukan Satlinmas masih menghadapi tantangan struktural dan kultural. Salah satu isu utama adalah belum adanya sistem insentif yang permanen dalam anggaran desa. Insentif yang bersifat sementara dan berbasis kegiatan berdampak pada rendahnya partisipasi dan kurangnya konsistensi kerja anggota. dan terakhir pada dimensi reformasi kelembagaan, ditemukan ketiadaan regulasi daerah yang secara khusus mengatur tentang Satlinmas menjadi kendala utama. Absennya dasar hukum ini menyebabkan belum terbentuknya sistem kerja yang efisien, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan kelembagaan di tingkat lokal. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas Satlinmas masih belum berjalan dengan maksimal karena masih memerlukan pendekatan holistik melalui pembenahan struktural, peningkatan kompetensi, dukungan regulasi, dan inovasi dalam sistem pelatihan serta pelibatan masyarakat. Studi ini juga memberikan rekomendasi perlunya kebijakan terpadu dalam reformasi kelembagaan Satlinmas di tingkat desa agar dapat berfungsi lebih efektif dan profesional. Kata Kunci: Penguatan Kapsitas, Satlinmas, Ketentraman, Ketertiban Umum
650 # 4 $a Keamanan dan Keselamatan Sosial
700 0 # $a Tefa, Gradiana
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/25050
Content Unduh katalog