
| Judul | PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI MALUKU / Gilland Ansel Soeyanthe |
| Pengarang | Gilland Ansel Soeyanthe Hendayana |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025 |
| Deskripsi Fisik | 24 :Ilus |
| Subjek | Pengembangan Kepegawaian |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengembangan kompetensi ASN di daerah kepulauan menghadapi tantangan implementasi yang signifikan. Di BPSDM Provinsi Maluku, hanya 44,7% pegawai yang pernah mengikuti program pelatihan, dengan 55,2% pegawai belum pernah mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan jabatan yang diemban, dengan beberapa pegawai menempati posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi akademisnya, bertentangan dengan prinsip "The Right Man on the Right Place". Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN di BPSDM Provinsi Maluku menggunakan kerangka empat dimensi kompetensi Sedarmayanti (kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan intelektual/strategik). Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuh informan yang dipilih melalui purposive sampling, meliputi Kepala Badan, Sekretaris, Kepala Bidang, dan staf fungsional, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil/Temuan: : Pengembangan kompetensi teknis belum merata akibat keterbatasan anggaran dan sarana prasarana. Kompetensi manajerial menunjukkan kesenjangan dengan hanya 18% pegawai yang menyelesaikan diklat struktural. Kompetensi sosial menunjukkan hasil positif dengan komunikasi internal yang efektif. Kompetensi intelektual/strategik mengungkap rendahnya motivasi pegawai senior untuk pengembangan diri. Kesimpulan: BPSDM Provinsi Maluku telah menjalankan program pengembangan kompetensi sesuai arah kebijakan namun memerlukan perbaikan strategis dalam perencanaan, peningkatan kapasitas pelatih, dan alokasi anggaran untuk mencapai peningkatan kualitas ASN yang optimal. Kata kunci: Pengembangan Kompetensi, Aparatur Sipil Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia, Sektor Publik. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/24572 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07145/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192763 | ||
| 005 | 20260128111359 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001208 |
| 082 | # | # | $a 658.312 409 598 52 |
| 084 | # | # | $a 658.312 409 598 52 GIL p |
| 100 | 0 | # | $a Gilland Ansel Soeyanthe |
| 245 | 1 | # | $a PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI MALUKU /$c Gilland Ansel Soeyanthe |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 24 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengembangan kompetensi ASN di daerah kepulauan menghadapi tantangan implementasi yang signifikan. Di BPSDM Provinsi Maluku, hanya 44,7% pegawai yang pernah mengikuti program pelatihan, dengan 55,2% pegawai belum pernah mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan jabatan yang diemban, dengan beberapa pegawai menempati posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi akademisnya, bertentangan dengan prinsip "The Right Man on the Right Place". Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN di BPSDM Provinsi Maluku menggunakan kerangka empat dimensi kompetensi Sedarmayanti (kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan intelektual/strategik). Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuh informan yang dipilih melalui purposive sampling, meliputi Kepala Badan, Sekretaris, Kepala Bidang, dan staf fungsional, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil/Temuan: : Pengembangan kompetensi teknis belum merata akibat keterbatasan anggaran dan sarana prasarana. Kompetensi manajerial menunjukkan kesenjangan dengan hanya 18% pegawai yang menyelesaikan diklat struktural. Kompetensi sosial menunjukkan hasil positif dengan komunikasi internal yang efektif. Kompetensi intelektual/strategik mengungkap rendahnya motivasi pegawai senior untuk pengembangan diri. Kesimpulan: BPSDM Provinsi Maluku telah menjalankan program pengembangan kompetensi sesuai arah kebijakan namun memerlukan perbaikan strategis dalam perencanaan, peningkatan kapasitas pelatih, dan alokasi anggaran untuk mencapai peningkatan kualitas ASN yang optimal. Kata kunci: Pengembangan Kompetensi, Aparatur Sipil Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia, Sektor Publik. |
| 650 | # | 4 | $a Pengembangan Kepegawaian |
| 700 | 0 | # | $a Hendayana |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/24572 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :