
| Judul | PENGEMBANGAN KOMPETENSI SMART ASN MELALUI PROGRAM DOU ASN (DARI, OLEH, DAN UNTUK ASN) DI PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR / Febryan Cahyo Prayogo |
| Pengarang | Febryan Cahyo Prayogo M. Nawawi |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 17 :Ilus |
| Subjek | Pengembangan Kepegawaian |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mendorong ASN untuk menjadi SMART ASN dalam menghadapi tantangan globalisasi. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan Rencana Kerja Reformasi Birokrasi Tahun 2021 dengan fokus pada pengembangan kompetensi ASN. Salah satu inisiatifnya adalah program DOU ASN (Dari, Oleh, dan Untuk Aparatur Sipil Negara) yang berupa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan ASN. Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, faktor penghambat, dan upaya mengatasi hambatan dalam Pengembangan Kompetensi SMART ASN Melalui Program DOU ASN di Pemerintah Kota Probolinggo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap kompetensi menurut teori Wibowo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program DOU ASN di pemerintah Kota Probolinggo sudah baik, dilihat dari tiga dimensi kompetensi menurut Wibowo, yakni pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap menunjukkan hasil yang sudah baik. Kesimpulan: pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program DOU ASN di pemerintah Kota Probolinggo sudah baik. Akan tetapi, masih ada kekurangan pada kapasitas peserta yang berbeda, penyediaan sarana prasarana serta dukungan pendanaan. Beberapa upaya yang telah dilakukan BKPSDM Kota Probolinggo untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain dengan memberikan pelatihan ulang kepada peserta, bekerja sama dengan berbagai instansi, pihak swasta, dan organisasi profesi dalam penyediaan narasumber dan sarana prasarana pendukung pelaksanaan program DOU ASN. Kata kunci: pengembangan, kompetensi, SMART ASN |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20466 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06943/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192505 | ||
| 005 | 20260127092601 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000950 |
| 082 | # | # | $a 658.312 409 598 287 4 |
| 084 | # | # | $a 658.312 409 598 287 4 FEB p |
| 100 | 0 | # | $a Febryan Cahyo Prayogo |
| 245 | 1 | # | $a PENGEMBANGAN KOMPETENSI SMART ASN MELALUI PROGRAM DOU ASN (DARI, OLEH, DAN UNTUK ASN) DI PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR /$c Febryan Cahyo Prayogo |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 17 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mendorong ASN untuk menjadi SMART ASN dalam menghadapi tantangan globalisasi. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan Rencana Kerja Reformasi Birokrasi Tahun 2021 dengan fokus pada pengembangan kompetensi ASN. Salah satu inisiatifnya adalah program DOU ASN (Dari, Oleh, dan Untuk Aparatur Sipil Negara) yang berupa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan ASN. Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, faktor penghambat, dan upaya mengatasi hambatan dalam Pengembangan Kompetensi SMART ASN Melalui Program DOU ASN di Pemerintah Kota Probolinggo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap kompetensi menurut teori Wibowo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program DOU ASN di pemerintah Kota Probolinggo sudah baik, dilihat dari tiga dimensi kompetensi menurut Wibowo, yakni pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap menunjukkan hasil yang sudah baik. Kesimpulan: pengembangan kompetensi SMART ASN melalui program DOU ASN di pemerintah Kota Probolinggo sudah baik. Akan tetapi, masih ada kekurangan pada kapasitas peserta yang berbeda, penyediaan sarana prasarana serta dukungan pendanaan. Beberapa upaya yang telah dilakukan BKPSDM Kota Probolinggo untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain dengan memberikan pelatihan ulang kepada peserta, bekerja sama dengan berbagai instansi, pihak swasta, dan organisasi profesi dalam penyediaan narasumber dan sarana prasarana pendukung pelaksanaan program DOU ASN. Kata kunci: pengembangan, kompetensi, SMART ASN |
| 650 | # | 4 | $a Pengembangan Kepegawaian |
| 700 | 0 | # | $a M. Nawawi |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20466 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :