
| Judul | PELAKSANAAN PROGRAM JEMPUT BOLA SAPUJADI DALAM AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT / Julian Flora Farneubun |
| Pengarang | Julian Flora Farneubun M. Nawawi |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 12 :Ilus |
| Subjek | Administrasi pemerintahan daerah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Cakupan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 masih di angka 2,82%, masih dibawah target yang sebesar 5% dari total penduduk. Kabupaten Kaimana sendiri, dengan jumlah penduduk 65.490 jiwa pada akhir tahun 2023, baru mencapai 4,82% dari total wajib KTP-el untuk penggunaan IKD, hal ini jauh dibawah target dari Kementerian Dalam Negeri yang sebesar 15%. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program layanan keliling SAPUJADI (Satu Paket Dokumen Siap) dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi,dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat dan staf Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta masyarakat Kabupaten Kaimana. Pendekatan teori penelitian menggunakan teori implementasi George R. Terry yang meliputi enam dimensi yaitu kepemimpinan, sikap dan moral, komunikasi, motivasi, pengawasan, dan kedisiplinan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi program SAPUJADI dalam aktivasi IKD sudah berjalan cukup baik pada aspek kepemimpinan, sikap dan moral,komunikasi, motivasi, pengawasan, dan kedisiplinan meskipun belum optimal dikarenakan masih rendahnya partisipasi masyarakat serta keterbatasan anggaran dan sarana prasarana; (2)Kendala dalam implementasi program antara lain keterbatasan anggaran, sarana prasarana yang kurang memadai, koordinasi yang belum optimal, serta rendahnya pemahaman teknologi dan kesadaran masyarakat; (3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain pengelolaan anggaran yang lebih efisien, pemanfaatan sarana prasarana yang tersedia secara optimal, peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak, serta sosialisasi yang lebih intensif mengenai urgensi pengaktifan IKD kepada masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan program Jemput Bola SAPUJADI dalam mengaktivasi IKD di Kabupaten Kaimana menunjukkan hasil yang cukup baik namun belum optimal. Berdasarkan teori analisis implementasi George R. Terry, keenam dimensi tersebut menunjukkan hasil yang beragam.Kepemimpinan Kepala Dinas bersifat adaptif dan partisipatif dengan keterlibatan langsung di lapangan, namun masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi teknologi informasi. Sikap dan moral pegawai diwujudkan dalam prinsip “melayani dengan kasih sayang dan sepenuh hati” dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 90,95%. Kata kunci: Pelaksanaan, Jemput Bola SAPUJADI, Identitas Kependudukan Digital |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22056 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06799/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192295 | ||
| 005 | 20260122104716 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000740 |
| 082 | # | # | $a 352.359 883 |
| 084 | # | # | $a 352.359 883 JUL p |
| 100 | 0 | # | $a Julian Flora Farneubun |
| 245 | 1 | # | $a PELAKSANAAN PROGRAM JEMPUT BOLA SAPUJADI DALAM AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT /$c Julian Flora Farneubun |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 12 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Cakupan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 masih di angka 2,82%, masih dibawah target yang sebesar 5% dari total penduduk. Kabupaten Kaimana sendiri, dengan jumlah penduduk 65.490 jiwa pada akhir tahun 2023, baru mencapai 4,82% dari total wajib KTP-el untuk penggunaan IKD, hal ini jauh dibawah target dari Kementerian Dalam Negeri yang sebesar 15%. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program layanan keliling SAPUJADI (Satu Paket Dokumen Siap) dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi,dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat dan staf Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta masyarakat Kabupaten Kaimana. Pendekatan teori penelitian menggunakan teori implementasi George R. Terry yang meliputi enam dimensi yaitu kepemimpinan, sikap dan moral, komunikasi, motivasi, pengawasan, dan kedisiplinan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi program SAPUJADI dalam aktivasi IKD sudah berjalan cukup baik pada aspek kepemimpinan, sikap dan moral,komunikasi, motivasi, pengawasan, dan kedisiplinan meskipun belum optimal dikarenakan masih rendahnya partisipasi masyarakat serta keterbatasan anggaran dan sarana prasarana; (2)Kendala dalam implementasi program antara lain keterbatasan anggaran, sarana prasarana yang kurang memadai, koordinasi yang belum optimal, serta rendahnya pemahaman teknologi dan kesadaran masyarakat; (3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain pengelolaan anggaran yang lebih efisien, pemanfaatan sarana prasarana yang tersedia secara optimal, peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak, serta sosialisasi yang lebih intensif mengenai urgensi pengaktifan IKD kepada masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan program Jemput Bola SAPUJADI dalam mengaktivasi IKD di Kabupaten Kaimana menunjukkan hasil yang cukup baik namun belum optimal. Berdasarkan teori analisis implementasi George R. Terry, keenam dimensi tersebut menunjukkan hasil yang beragam.Kepemimpinan Kepala Dinas bersifat adaptif dan partisipatif dengan keterlibatan langsung di lapangan, namun masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi teknologi informasi. Sikap dan moral pegawai diwujudkan dalam prinsip “melayani dengan kasih sayang dan sepenuh hati” dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 90,95%. Kata kunci: Pelaksanaan, Jemput Bola SAPUJADI, Identitas Kependudukan Digital |
| 650 | # | 4 | $a Administrasi pemerintahan daerah |
| 700 | 0 | # | $a M. Nawawi |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22056 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :