
| Judul | PEMASARAN POLITIK CALON KEPALA DAERAH MELALUI PERSPEKTIF PERILAKU POLITIK PEMILIH GEN Z DI KOTA BENGKULU / Ananda Nabilla Putri |
| Pengarang | Ananda Nabilla Putri Astika Ummy Athahirah |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 |
| Subjek | kampanye |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini mengkaji bagaimana pemasaran politik yang tepat bagi calon kepala daerah di Kota Bengkulu jika dilihat dari perspektif perilaku politik pemilih Gen Z yang ada di Kota Bengkulu. Gen Z memiliki karakteristik yang unik, kritis, serta lebih responsif terhadap isu-isu politik. Oleh karena itu, penting untuk memahami perilaku politik mereka guna menentukan strategi pemasaran politik yang tepat bagi calon kepala daerah agar dapat memenangkan hati pemilih muda. Strategi pemasaran politik tersebut harus lah disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Gen Z sebagai bagian dari pemilih. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana perilaku politik Gen Z di Kota Bengkulu setalah itu menentukan pemasaran politik yang tepat bagi calon kepala daerah jika di lihat dari perspektif perilaku politik mereka. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi-Qualitative dengan teknik pengumpulan data penyebaran kuesioner melalui google form, wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan media aplikasi NVivo 12. Temuan: Penelitian ini menemukan bahwa Gen Z di Kota Bengkulu cenderung konstruktivis dan pemasaran yang tepat diterapkan yakni positioning sesuai dengan harapan Gen Z, serta bauran pemasaran politik (Product, Promotion, Price, and Place) harus adaptif dan partisipatif. Kesimpulan: Gen Z di Kota Bengkulu sangat mengedepankan isu dan kebijakan, latar belakang, pengalaman dan kepribadian, baru setelah itu mereka menentukan pilihan politiknya. Pemasaran politik yang tepat bagi calon kepala daerah jika dilihat dari perspektif perilaku politik pemilih Gen Z harus bersifat inovatif dengan memanfaatkan dunia digital dan mampu menciptakan keterikatan emosional serta rasional dengan Gen Z itu sendiri. Kata kunci: Pemasaran Politik, Perilaku Politik, Gen Z, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07177/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192796 | ||
| 005 | 20260129092506 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001241 |
| 082 | # | # | $a 324.959 817 31 |
| 084 | # | # | $a 324.959 817 31 ANA p |
| 100 | 0 | # | $a Ananda Nabilla Putri |
| 245 | 1 | # | $a PEMASARAN POLITIK CALON KEPALA DAERAH MELALUI PERSPEKTIF PERILAKU POLITIK PEMILIH GEN Z DI KOTA BENGKULU /$c Ananda Nabilla Putri |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini mengkaji bagaimana pemasaran politik yang tepat bagi calon kepala daerah di Kota Bengkulu jika dilihat dari perspektif perilaku politik pemilih Gen Z yang ada di Kota Bengkulu. Gen Z memiliki karakteristik yang unik, kritis, serta lebih responsif terhadap isu-isu politik. Oleh karena itu, penting untuk memahami perilaku politik mereka guna menentukan strategi pemasaran politik yang tepat bagi calon kepala daerah agar dapat memenangkan hati pemilih muda. Strategi pemasaran politik tersebut harus lah disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Gen Z sebagai bagian dari pemilih. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana perilaku politik Gen Z di Kota Bengkulu setalah itu menentukan pemasaran politik yang tepat bagi calon kepala daerah jika di lihat dari perspektif perilaku politik mereka. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi-Qualitative dengan teknik pengumpulan data penyebaran kuesioner melalui google form, wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan media aplikasi NVivo 12. Temuan: Penelitian ini menemukan bahwa Gen Z di Kota Bengkulu cenderung konstruktivis dan pemasaran yang tepat diterapkan yakni positioning sesuai dengan harapan Gen Z, serta bauran pemasaran politik (Product, Promotion, Price, and Place) harus adaptif dan partisipatif. Kesimpulan: Gen Z di Kota Bengkulu sangat mengedepankan isu dan kebijakan, latar belakang, pengalaman dan kepribadian, baru setelah itu mereka menentukan pilihan politiknya. Pemasaran politik yang tepat bagi calon kepala daerah jika dilihat dari perspektif perilaku politik pemilih Gen Z harus bersifat inovatif dengan memanfaatkan dunia digital dan mampu menciptakan keterikatan emosional serta rasional dengan Gen Z itu sendiri. Kata kunci: Pemasaran Politik, Perilaku Politik, Gen Z, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) |
| 650 | # | 4 | $a kampanye |
| 700 | 0 | # | $a Astika Ummy Athahirah |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :