
| Judul | PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KOTA BALIKPAPAN / Aipassa, Dyka Christine |
| Pengarang | Aipassa, Dyka Christine Tarigan, Meliasta Hapri |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 12 |
| Subjek | Partisipasi Warga Negara Dalam Politik |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya kesadaran politik di kalangan pemilih pemula pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kota Balikpapan menunjukkan urgensi peningkatan partisipasi politik untuk menjaga kualitas demokrasi. Meskipun memiliki potensi strategis, pemilih pemula kerap tidak memahami hak dan prosedur politik. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran ini, namun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan jangkauan, sumber daya manusia yang terbatas, dan kurangnya strategi digital adaptif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kesbangpol Kota Balikpapan dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula pada Pilkada 2024, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukungnya, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan efektivitas peran tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, mengkategorikan, dan menyimpulkan data berdasarkan teori peran dari Biddle & Thomas.Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol telah melaksanakan pendidikan politik melalui kunjungan ke sekolah, seminar, dan kampanye media sosial yang menyasar generasi muda. Namun, upaya tersebut masih terbatas karena kurangnya kolaborasi dengan sekolah, tidak adanya sistem evaluasi yang terukur, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal.Kesimpulan: Kesbangpol perlu menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan karakteristik digital Generasi Z, memperkuat koordinasi lintas sektor (misalnya dengan KPU dan Bawaslu), serta mengembangkan program pendidikan politik yang interaktif dan dapat diukur untuk meningkatkan keterlibatan pemilih pemula dalam pemilu mendatang. Kata Kunci: Pemilih Pemula, Partisipasi Politik, Bakesbangpol |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24021 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07199/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192818 | ||
| 005 | 20260129102505 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001263 |
| 082 | # | # | $a 323.042 598 381 1 |
| 084 | # | # | $a 323.042 598 381 1 DYK p |
| 100 | 3 | # | $a Aipassa, Dyka Christine |
| 245 | 1 | # | $a PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024 DI KOTA BALIKPAPAN /$c Aipassa, Dyka Christine |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 12 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya kesadaran politik di kalangan pemilih pemula pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kota Balikpapan menunjukkan urgensi peningkatan partisipasi politik untuk menjaga kualitas demokrasi. Meskipun memiliki potensi strategis, pemilih pemula kerap tidak memahami hak dan prosedur politik. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran ini, namun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan jangkauan, sumber daya manusia yang terbatas, dan kurangnya strategi digital adaptif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kesbangpol Kota Balikpapan dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula pada Pilkada 2024, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukungnya, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan efektivitas peran tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, mengkategorikan, dan menyimpulkan data berdasarkan teori peran dari Biddle & Thomas.Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol telah melaksanakan pendidikan politik melalui kunjungan ke sekolah, seminar, dan kampanye media sosial yang menyasar generasi muda. Namun, upaya tersebut masih terbatas karena kurangnya kolaborasi dengan sekolah, tidak adanya sistem evaluasi yang terukur, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal.Kesimpulan: Kesbangpol perlu menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan karakteristik digital Generasi Z, memperkuat koordinasi lintas sektor (misalnya dengan KPU dan Bawaslu), serta mengembangkan program pendidikan politik yang interaktif dan dapat diukur untuk meningkatkan keterlibatan pemilih pemula dalam pemilu mendatang. Kata Kunci: Pemilih Pemula, Partisipasi Politik, Bakesbangpol |
| 650 | # | 4 | $a Partisipasi Warga Negara Dalam Politik |
| 700 | 3 | # | $a Tarigan, Meliasta Hapri |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24021 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :