
| Judul | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB MELALUI PROGRAM BINA KELUARGA BALITA (BKB) DALAM MENURUNKAN PREVALENSI STUNTING DI KOTA SEMARANG : - / Chrisna Satya Wardhana |
| Pengarang | Chrisna Satya Wardhana Dyah Poespita |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 15 hlm :- ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | persediaan bahan makanan masalah stunting |
| Abstrak | Permasalahan (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun psikologis. Di Indonesia, termasuk di Kota Semarang, prevalensi stunting masih menjadi permasalahan serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB melalui program BKB dalam menurunkan prevalensi stunting di Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verivikasi data, dan triangulasi data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dapat memberdayakan masyarakat melalui Program Bina Keluarga Balita dengan pendidikan dan penyuluhan tentang gizi, perawatan anak, dan kesehatan balita. Program ini dapat menurunkan prevalensi stunting. Faktor pendukung program ini adalah respons positif dan antusiasme masyarakat serta keterampilan kader yang baik. Namun, hambatan dalam program ini adalah kurangnya informasi dan keterbatasan akses teknologi bagi orang tua serta minimnya sarana prasarana untuk pelaksanaan program. Kesimpulan: Upaya dalam mengatasi faktor penghambat dapat melalui teknologi, sosialisasi dan penyuluhan disetiap kecamatan di Kota Semarang, kerjasama dengan pihak yang punya kepentingan, peningkatan sarana dan prasarana yang menunjang, sehingga target stunting Nasional sebesar 14% dapat terealisasi di tahun 2024. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17325 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04746/IPDN/2024 | 363.859 826 52 CHR p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193397 | ||
| 005 | 20260205022616 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000481 |
| 082 | # | # | $a 363.859 826 52 |
| 084 | # | # | $a 363.859 826 52 CHR p |
| 100 | 0 | # | $a Chrisna Satya Wardhana |
| 245 | 1 | # | $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB MELALUI PROGRAM BINA KELUARGA BALITA (BKB) DALAM MENURUNKAN PREVALENSI STUNTING DI KOTA SEMARANG : $b - /$c Chrisna Satya Wardhana |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 15 hlm : $b - ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan (GAP): Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun psikologis. Di Indonesia, termasuk di Kota Semarang, prevalensi stunting masih menjadi permasalahan serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB melalui program BKB dalam menurunkan prevalensi stunting di Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verivikasi data, dan triangulasi data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dapat memberdayakan masyarakat melalui Program Bina Keluarga Balita dengan pendidikan dan penyuluhan tentang gizi, perawatan anak, dan kesehatan balita. Program ini dapat menurunkan prevalensi stunting. Faktor pendukung program ini adalah respons positif dan antusiasme masyarakat serta keterampilan kader yang baik. Namun, hambatan dalam program ini adalah kurangnya informasi dan keterbatasan akses teknologi bagi orang tua serta minimnya sarana prasarana untuk pelaksanaan program. Kesimpulan: Upaya dalam mengatasi faktor penghambat dapat melalui teknologi, sosialisasi dan penyuluhan disetiap kecamatan di Kota Semarang, kerjasama dengan pihak yang punya kepentingan, peningkatan sarana dan prasarana yang menunjang, sehingga target stunting Nasional sebesar 14% dapat terealisasi di tahun 2024. |
| 650 | # | 4 | $a persediaan bahan makanan masalah stunting |
| 700 | 0 | # | $a Dyah Poespita |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17325 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :