
| Judul | PENGEMBANGAN WISATA DALAM MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN DI DESA ARJASA KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR : - / El Haris Dian Putra Nugraha |
| Pengarang | El Haris Dian Putra Nugraha Samsul Arifin |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 16hlm :Ilus ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | permasalahan pengangguran |
| Abstrak | Permasalahan (GAP): Desa Arjasa memiliki beragam peninggalan cagar budaya dan kesenian turun menurun dari nenek moyang. Dengan adanya potensi tersebut harusnya dapat mengurangi adanya tingkat pengangguran melalui pengembangan wisata. Namun, pada kenyataannya partisipasi dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan wisata masih kurang, promosi wisata yang masih belum optimal, akses transportasi pada obyek wisata masih kurang, dan kondisi jalan yang belum memadai. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan wisata dalam mengurangi tingkat pengangguran dan faktor penghambat serta upaya mengatasinya di Desa Arjasa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori pengembangan wisata menurut Inskeep yang terdiri dari enam dimensi. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif moderat, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Pengembangan wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan baik meskipun masih terdapat satu indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk dioptimalkan kembali dan secara garis lurus dapat mengurangi tingkat pengangguran. Hal ini karena dengan baiknya pengembangan wisata, maka kunjungan wisatawan dapat meningkat dan masyarakat dapat memiliki pekerjaan dengan berturut serta dalan mengembangkan wisata. Kesimpulan: Pengembangan wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat satu indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk dioptimalkan kembali. Pengembangan wisata sudah berjalan baik secara garis lurus dapat mengurangi tingkat pengangguran di Desa Arjasa karena dengan meningkatnya kunjungan wisatatawan, maka masyarakat lokal khususnya yang masih sekolah dan yang penangguran dapat memiliki pekerjaan. Faktor yang menjadi penghambat adalah belum adanya peraturan daerah tentang pariwisata, keterbatasan anggaran, dan masih rendahnya sumber daya manusia. Upaya untuk mengatasi faktor penghambat adalah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dan melakukan pelatihan-pelatihan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17588 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04892/IPDN/2024 | 362.594 598 288 1 EL p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193588 | ||
| 005 | 20260206114155 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000672 |
| 082 | # | # | $a 362.594 598 288 1 |
| 084 | # | # | $a 362.594 598 288 1 EL p |
| 100 | 0 | # | $a El Haris Dian Putra Nugraha |
| 245 | 1 | # | $a PENGEMBANGAN WISATA DALAM MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN DI DESA ARJASA KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR : $b - /$c El Haris Dian Putra Nugraha |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 16hlm : $b Ilus ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan (GAP): Desa Arjasa memiliki beragam peninggalan cagar budaya dan kesenian turun menurun dari nenek moyang. Dengan adanya potensi tersebut harusnya dapat mengurangi adanya tingkat pengangguran melalui pengembangan wisata. Namun, pada kenyataannya partisipasi dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan wisata masih kurang, promosi wisata yang masih belum optimal, akses transportasi pada obyek wisata masih kurang, dan kondisi jalan yang belum memadai. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan wisata dalam mengurangi tingkat pengangguran dan faktor penghambat serta upaya mengatasinya di Desa Arjasa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori pengembangan wisata menurut Inskeep yang terdiri dari enam dimensi. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif moderat, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Pengembangan wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan baik meskipun masih terdapat satu indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk dioptimalkan kembali dan secara garis lurus dapat mengurangi tingkat pengangguran. Hal ini karena dengan baiknya pengembangan wisata, maka kunjungan wisatawan dapat meningkat dan masyarakat dapat memiliki pekerjaan dengan berturut serta dalan mengembangkan wisata. Kesimpulan: Pengembangan wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat satu indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk dioptimalkan kembali. Pengembangan wisata sudah berjalan baik secara garis lurus dapat mengurangi tingkat pengangguran di Desa Arjasa karena dengan meningkatnya kunjungan wisatatawan, maka masyarakat lokal khususnya yang masih sekolah dan yang penangguran dapat memiliki pekerjaan. Faktor yang menjadi penghambat adalah belum adanya peraturan daerah tentang pariwisata, keterbatasan anggaran, dan masih rendahnya sumber daya manusia. Upaya untuk mengatasi faktor penghambat adalah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dan melakukan pelatihan-pelatihan. |
| 650 | # | 4 | $a permasalahan pengangguran |
| 700 | 0 | # | $a Samsul Arifin |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17588 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :