
| Judul | STRATEGI DINAS PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU / Riko Ariansyah |
| Pengarang | Riko Ariansyah Syahrir |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 14 hlm :- ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Ekonomi Kreatif |
| Abstrak | Latar Belakang (GAP): Pariwisata merupakan komponen yang sangat penting dalam menggerakkan ekonomi suatu bangsa. Ekonomi kreatif menjadi salah satu bagian penting dari pariwisata. Ekonomi kreatif di Kabupaten Rejang Lebong sendiri setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Pariwisata dalam meningkatkan ekonomi kreatif di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan fokus pada strategi Dinas Pariwisata dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif. Penelitian ini menggunakan konsep strategi SOAR, sehingga dapat menggambarkan analisis yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Hasil/Temuan: 2 Penelitian menunjukkan bahwa strategi Dinas Pariwisata sesuai dengan program yang dijalankan, namun perlu peningkatan untuk memantapkan hasil. Evaluasi dilakukan berdasarkan tujuh dimensi: kekuatan, peluang, aspirasi, dan hasil. Kekuatan: Bantuan alat tulis, kriya, dan logo diharapkan meningkatkan kualitas produk ekonomi kreatif. Peluang: Pegawai perlu menguasai pariwisata dan ekonomi kreatif meskipun ada keterbatasan sarana dan dukungan APBD. Aspirasi: Kerja sama dengan pengelola desa wisata dan pelaku ekonomi kreatif, serta pelatihan untuk meningkatkan kreativitas. Hasil: Menghasilkan SDM berdaya saing dan kreatif. Hambatan: Keterbatasan anggaran, kurangnya fasilitas, dan perlu peningkatan kompetensi pegawai. Kesimpulan: Advokasi anggaran, bimbingan teknis, dan sosialisasi untuk meningkatkan hasil ekonomi kreatif. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19487 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04988/IPDN/2024 | 354.485 981 733 RIK s | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193798 | ||
| 005 | 20260210085646 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000882 |
| 082 | # | # | $a 354.485 981 733 |
| 084 | # | # | $a 354.485 981 733 RIK s |
| 100 | 0 | # | $a Riko Ariansyah |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI DINAS PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU /$c Riko Ariansyah |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 14 hlm : $b - ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Latar Belakang (GAP): Pariwisata merupakan komponen yang sangat penting dalam menggerakkan ekonomi suatu bangsa. Ekonomi kreatif menjadi salah satu bagian penting dari pariwisata. Ekonomi kreatif di Kabupaten Rejang Lebong sendiri setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Pariwisata dalam meningkatkan ekonomi kreatif di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan fokus pada strategi Dinas Pariwisata dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif. Penelitian ini menggunakan konsep strategi SOAR, sehingga dapat menggambarkan analisis yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Hasil/Temuan: 2 Penelitian menunjukkan bahwa strategi Dinas Pariwisata sesuai dengan program yang dijalankan, namun perlu peningkatan untuk memantapkan hasil. Evaluasi dilakukan berdasarkan tujuh dimensi: kekuatan, peluang, aspirasi, dan hasil. Kekuatan: Bantuan alat tulis, kriya, dan logo diharapkan meningkatkan kualitas produk ekonomi kreatif. Peluang: Pegawai perlu menguasai pariwisata dan ekonomi kreatif meskipun ada keterbatasan sarana dan dukungan APBD. Aspirasi: Kerja sama dengan pengelola desa wisata dan pelaku ekonomi kreatif, serta pelatihan untuk meningkatkan kreativitas. Hasil: Menghasilkan SDM berdaya saing dan kreatif. Hambatan: Keterbatasan anggaran, kurangnya fasilitas, dan perlu peningkatan kompetensi pegawai. Kesimpulan: Advokasi anggaran, bimbingan teknis, dan sosialisasi untuk meningkatkan hasil ekonomi kreatif. |
| 650 | # | 4 | $a Ekonomi Kreatif |
| 700 | 0 | # | $a Syahrir |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19487 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :