
| Judul | IMPLEMENTASI PROGRAM BANK SAMPAH OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU / Awang Anugrah Ilahi |
| Pengarang | Awang Anugrah Ilahi Andi Masrich |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 12 hlm :Ilust ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Program Bank Sampah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peneliti berfokus pada pelaksanaan Program Bank Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan Implementasi Program Bank Sampah, faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor penghambat tersebut. Metode: Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teori Implementasi menurut Thomas R. Dye. Adapun empat aspek dalam teori ini yang meliputi organisasi pelaksana, pedoman atau aturan, ketersediaan personil, dan sumber daya. Teknik pengumpulan data yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu kurangnya sarana, 2 prasarana, serta sumber daya manusia yang memadai. Kurangnya koordinasi antar instansi terkait dan komunikasi yang tidak efektif dengan masyarakat. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan manfaat program Bank Sampah serta kurangnya infrastruktur pendukung. Alokasi dana yang diberikan juga masih sangat kurang. Kesimpulan: Program Bank Sampah yang ada di kota Bengkulu sudah baik akan tetapi masih terdapat kendala dan masih belum efektif dikarenakan masih adanya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan Program Bank Sampah tersebut. Oleh karena itu Pemerintah Kota Bengkulu, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, harus mengedukasi dan menyadarkan masyarakat, memberikan perhatian khusus dan membangun hubungan yang baik dengan para vendor, perusahaan, distributor sampah, dan pengepul agar siklus sampah dapat menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18406 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 05019/IPDN/2024 | 351.1 AWA i | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193852 | ||
| 005 | 20260210095608 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000936 |
| 082 | # | # | $a 351.1 |
| 084 | # | # | $a 351.1 AWA i |
| 100 | 0 | # | $a Awang Anugrah Ilahi |
| 245 | 1 | # | $a IMPLEMENTASI PROGRAM BANK SAMPAH OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU /$c Awang Anugrah Ilahi |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 12 hlm : $b Ilust ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peneliti berfokus pada pelaksanaan Program Bank Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan Implementasi Program Bank Sampah, faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor penghambat tersebut. Metode: Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teori Implementasi menurut Thomas R. Dye. Adapun empat aspek dalam teori ini yang meliputi organisasi pelaksana, pedoman atau aturan, ketersediaan personil, dan sumber daya. Teknik pengumpulan data yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu kurangnya sarana, 2 prasarana, serta sumber daya manusia yang memadai. Kurangnya koordinasi antar instansi terkait dan komunikasi yang tidak efektif dengan masyarakat. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan manfaat program Bank Sampah serta kurangnya infrastruktur pendukung. Alokasi dana yang diberikan juga masih sangat kurang. Kesimpulan: Program Bank Sampah yang ada di kota Bengkulu sudah baik akan tetapi masih terdapat kendala dan masih belum efektif dikarenakan masih adanya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan Program Bank Sampah tersebut. Oleh karena itu Pemerintah Kota Bengkulu, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, harus mengedukasi dan menyadarkan masyarakat, memberikan perhatian khusus dan membangun hubungan yang baik dengan para vendor, perusahaan, distributor sampah, dan pengepul agar siklus sampah dapat menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis. |
| 650 | # | 4 | $a Program Bank Sampah |
| 700 | 0 | # | $a Andi Masrich |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18406 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :