Cite This        Tampung        Export Record
Judul PENERAPAN KONSEP PENTA HELIX DALAM OPTIMALISASI INVESTASI PADA KAWASAN AEROTROPOLIS DI KABUPATEN KULON PROGO / Ilham Putra Setyaji
Pengarang Ilham Putra Setyaji
Ani Martini
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2023
Deskripsi Fisik 9 hlm :- ;--
ISBN -
Subjek Optimalisasi Investasi
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Letak Kulon Progo yang strategis menjadikan daerah tersebut sebagai primadona tujuan investasi. Adanya pembangunan Yogyakarta Internasional Airport semakin membuka peluang dan potensi untuk berinvestasi, terlebih Bandara Internasional Yogyakarta dibangun dengan konsep aerotropolis sehingga mampu merangsang kawasan yang terbentang sekitar bandara menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Penyusunan regulasi yang kondusif dan menjamin kemanan bagi investor menjadi tugas dan peran penting Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kulon Progo. Tujuan: 2 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan konsep penta helix dalam optimalisasi investasi pada kawasan aerotropolis di Kabupaten Kulon Progo, serta mendeskripsikan dan menganalisis faktor penghambat penerapan konsep penta helix dalam optimalisasi investasi pada kawasan aerotropolis di Kabupaten Kulon Progo. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan secara deduktif . Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Penerapan konsep penta helix pada proses kolaborasi dalam optimalisasi investasi di Kabupaten Kulon Progo secara umum telah berjalan dengan lancar. Namun, sejak awal proses kolaborasi tidak ada bentuk komitmen yang resmi dari para stakeholder. Artinya dalam kolaborasi ini hanya dikaitkan mengenai masing-masing kepentingan setiap aktor yang ada. Kesimpulan: Proses kolaborasi yang dilakukan oleh kelima aktor dalam optimalisasi investasi pada kawasan aerotropolis di Kabupaten Kulon Progo secara umum telah berjalan dengan lancar. Namun terdapat beberapa penghambat seperti belum adanya landasan yang jelas dalam melakukan kolaborasi.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15425

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
05984/IPDN/2023 332.659 827 1 ILH p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193942
005 20260210011758
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226001026
082 # # $a 332.659 827 1
084 # # $a 332.659 827 1 ILH p
100 0 # $a Ilham Putra Setyaji
245 1 # $a PENERAPAN KONSEP PENTA HELIX DALAM OPTIMALISASI INVESTASI PADA KAWASAN AEROTROPOLIS DI KABUPATEN KULON PROGO /$c Ilham Putra Setyaji
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2023
300 # # $a 9 hlm : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Letak Kulon Progo yang strategis menjadikan daerah tersebut sebagai primadona tujuan investasi. Adanya pembangunan Yogyakarta Internasional Airport semakin membuka peluang dan potensi untuk berinvestasi, terlebih Bandara Internasional Yogyakarta dibangun dengan konsep aerotropolis sehingga mampu merangsang kawasan yang terbentang sekitar bandara menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Penyusunan regulasi yang kondusif dan menjamin kemanan bagi investor menjadi tugas dan peran penting Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kulon Progo. Tujuan: 2 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan konsep penta helix dalam optimalisasi investasi pada kawasan aerotropolis di Kabupaten Kulon Progo, serta mendeskripsikan dan menganalisis faktor penghambat penerapan konsep penta helix dalam optimalisasi investasi pada kawasan aerotropolis di Kabupaten Kulon Progo. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan secara deduktif . Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Penerapan konsep penta helix pada proses kolaborasi dalam optimalisasi investasi di Kabupaten Kulon Progo secara umum telah berjalan dengan lancar. Namun, sejak awal proses kolaborasi tidak ada bentuk komitmen yang resmi dari para stakeholder. Artinya dalam kolaborasi ini hanya dikaitkan mengenai masing-masing kepentingan setiap aktor yang ada. Kesimpulan: Proses kolaborasi yang dilakukan oleh kelima aktor dalam optimalisasi investasi pada kawasan aerotropolis di Kabupaten Kulon Progo secara umum telah berjalan dengan lancar. Namun terdapat beberapa penghambat seperti belum adanya landasan yang jelas dalam melakukan kolaborasi.
650 # 4 $a Optimalisasi Investasi
700 0 # $a Ani Martini
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15425
Content Unduh katalog