
| Judul | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA / Inayah Ramadanti |
| Pengarang | Inayah Ramadanti Mutia Rahmah |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 15 |
| Subjek | Manajemen Sampah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masalah sampah masih terjadi di Kota Kendari, hal ini dilihat dari meningkatnya jumlah produksi sampah dari tahun 2020 hingga 2022. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari serta upaya untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan tersebut. Metode: Dalam penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dandokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari adalah 1) Kejelasan desain kebijakan berupa prosedur,waktu dan sumber daya, serta perubahan target atau tujuan kebijakan dari desain awal kebijakan. 2) Kejelasan struktur pengawasan baik oleh masyarakat maupun badan pengawas. 3) Kejelasan desain kelembagaan berupa organisasi pelaksana dan koordinasi internal dan antar organisasi. 4) Penerimaansosial berupa kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat. Faktor penghambat implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari adalah 1) Ketidaktepatan pilihan dan kesulitan pelaksanaan instrumen implementasi kebijakan pengelolaan sampah. 2) Rendahnya kemampuan administratif pelaksana pengelolaan sampah. 3) Kurangnya Penerimaan sosial berupa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Adapun upaya untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari adalah peningkatan anggaran pengelolaan sampah, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan edukasi, sosialisasi dan kegiatan terkait pengelolaan sampah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, faktor pendukung implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggarameliputi kejelasan desain kebijakan, struktur pengawasan, kelembagaan, dan penerimaan sosial, sedangkan faktor penghambatnya termasuk ketidaktepatan instrumen implementasi, rendahnya kemampuan administratif, dan kurangnya keterlibatan masyarakat, dengan upaya optimalisasi melaluipeningkatan anggaran, pemenuhan sarana-prasarana, serta edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18959 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 05064/IPDN/2024 | 363.728 095 984 831 INA i | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193958 | ||
| 005 | 20260210021455 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0226001042 |
| 082 | # | # | $a 363.728 095 984 831 |
| 084 | # | # | $a 363.728 095 984 831 INA i |
| 100 | 0 | # | $a Inayah Ramadanti |
| 245 | 1 | # | $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Inayah Ramadanti |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 15 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masalah sampah masih terjadi di Kota Kendari, hal ini dilihat dari meningkatnya jumlah produksi sampah dari tahun 2020 hingga 2022. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari serta upaya untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan tersebut. Metode: Dalam penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dandokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari adalah 1) Kejelasan desain kebijakan berupa prosedur,waktu dan sumber daya, serta perubahan target atau tujuan kebijakan dari desain awal kebijakan. 2) Kejelasan struktur pengawasan baik oleh masyarakat maupun badan pengawas. 3) Kejelasan desain kelembagaan berupa organisasi pelaksana dan koordinasi internal dan antar organisasi. 4) Penerimaansosial berupa kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat. Faktor penghambat implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari adalah 1) Ketidaktepatan pilihan dan kesulitan pelaksanaan instrumen implementasi kebijakan pengelolaan sampah. 2) Rendahnya kemampuan administratif pelaksana pengelolaan sampah. 3) Kurangnya Penerimaan sosial berupa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Adapun upaya untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari adalah peningkatan anggaran pengelolaan sampah, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan edukasi, sosialisasi dan kegiatan terkait pengelolaan sampah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, faktor pendukung implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggarameliputi kejelasan desain kebijakan, struktur pengawasan, kelembagaan, dan penerimaan sosial, sedangkan faktor penghambatnya termasuk ketidaktepatan instrumen implementasi, rendahnya kemampuan administratif, dan kurangnya keterlibatan masyarakat, dengan upaya optimalisasi melaluipeningkatan anggaran, pemenuhan sarana-prasarana, serta edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah. |
| 650 | # | 4 | $a Manajemen Sampah |
| 700 | 0 | # | $a Mutia Rahmah |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18959 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :