Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN NAHDLATUL WATHAN DALAM PILKADA 2024 DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT / LALU GAFIKA WIRYA DESA
Pengarang LALU GAFIKA WIRYA DESA
Maichel Wutoy
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2023
Deskripsi Fisik 12 hlm :Ilus ;--
ISBN -
Subjek Partisipasi Politik
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat 2024. Adapun latar belakang penelitian ini, peneliti menemukan indikasi masalah adanya perpecahan di internal organisasi yang menyebabkan perpecahan suara oleh masyarakat Nahdlatul Wathan serta kurangnya sosialisasi serta keaktifan pengurus Nahdlatul Wathan di wilayah masing-masing. Tujuan: Untuk menganalis permasalahan di atas peneliti menggunakan teori dari Soejono Soekanto (2012:212) yang merumuskan 3 (tiga) dimensi yakni Norma dan aturan, Perbuatan dan Tindakan organisasi, Perilaku individu. Metode: Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam menulis skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data oleh peneliti berupa studi Pustaka dan lapangan dengan cara observasi secara mendalam. Sedangkan dalam penentuan informan peneliti menggunakan Teknik purposive sampling dengan informan berjumlah empat orang (Koordinator Pengembangan Organisasi Dan Kaderisasi Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Wathan, Sekretaris pengurus harian Nahdlatul Wathan, masyarakat anggota Nahdlatul Wathan, Mantan anggota DPRD Periode 2014-2019 dari dapil 5 di Kabupaten Lombok Timur yang masih aktif pada organisasi Nahdlatul Wathan). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meningkatkan peran organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Wathan dalam Pilkada 2024 di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. Pengurus Nahdlatul Wathan yang ada di wilayah belum sepenuhnya bekerja dengan maksimal dalam bersosialisasi dan adanya perpecahan di internal organisasi yang menyebabkan perpecahan bagi masyarakat Nahdlatul wathan itu sendiri. Dari hasil pembahasan yang peneliti lakukan di BAB IV dapat di Tarik kesimpulan bahwa peran organisasi kemasyarakatan belum di jalankan dengan maksimal dan perlu adanya peningkatan dengan mengadakan musyawarah pimpinan dan evaluasi pada jalannya kegiatan Nahdlatul Wathan. Kesimpulan: Organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Wathan memiliki peran penting dalam pemilihan kepala daerah 2024 dilihat dari bagaimana besar basis dari organisasi ini sendiri mulai dari adanya pengurus pusat, wilayah hingga daerah terkecil yakni desa maupun kelurahan, dalam hal ini dapat di simpulkan bahwa basis yang besar ini tentunya ada berdasarkan banyaknya masyarakat yang menjadi anggota atau jamaah Nahdlatul Wathan yang tentunya pasti mendukung organisasi dan mengikuti aturan organisasi baik itu dalam dunia politik. Oleh sebab itu dapat di simpulkan bahwa organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Wathan memiliki peran penting dalam pemilihan kepala daerah 2024.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15106

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06093/IPDN/2023 323.042 598 651 5 LAL p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194158
005 20260211091219
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226001242
082 # # $a 323.042 598 651 5
084 # # $a 323.042 598 651 5 LAL p
100 0 # $a LALU GAFIKA WIRYA DESA
245 1 # $a PERAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN NAHDLATUL WATHAN DALAM PILKADA 2024 DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /$c LALU GAFIKA WIRYA DESA
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2023
300 # # $a 12 hlm : $b Ilus ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat 2024. Adapun latar belakang penelitian ini, peneliti menemukan indikasi masalah adanya perpecahan di internal organisasi yang menyebabkan perpecahan suara oleh masyarakat Nahdlatul Wathan serta kurangnya sosialisasi serta keaktifan pengurus Nahdlatul Wathan di wilayah masing-masing. Tujuan: Untuk menganalis permasalahan di atas peneliti menggunakan teori dari Soejono Soekanto (2012:212) yang merumuskan 3 (tiga) dimensi yakni Norma dan aturan, Perbuatan dan Tindakan organisasi, Perilaku individu. Metode: Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam menulis skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data oleh peneliti berupa studi Pustaka dan lapangan dengan cara observasi secara mendalam. Sedangkan dalam penentuan informan peneliti menggunakan Teknik purposive sampling dengan informan berjumlah empat orang (Koordinator Pengembangan Organisasi Dan Kaderisasi Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Wathan, Sekretaris pengurus harian Nahdlatul Wathan, masyarakat anggota Nahdlatul Wathan, Mantan anggota DPRD Periode 2014-2019 dari dapil 5 di Kabupaten Lombok Timur yang masih aktif pada organisasi Nahdlatul Wathan). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meningkatkan peran organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Wathan dalam Pilkada 2024 di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. Pengurus Nahdlatul Wathan yang ada di wilayah belum sepenuhnya bekerja dengan maksimal dalam bersosialisasi dan adanya perpecahan di internal organisasi yang menyebabkan perpecahan bagi masyarakat Nahdlatul wathan itu sendiri. Dari hasil pembahasan yang peneliti lakukan di BAB IV dapat di Tarik kesimpulan bahwa peran organisasi kemasyarakatan belum di jalankan dengan maksimal dan perlu adanya peningkatan dengan mengadakan musyawarah pimpinan dan evaluasi pada jalannya kegiatan Nahdlatul Wathan. Kesimpulan: Organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Wathan memiliki peran penting dalam pemilihan kepala daerah 2024 dilihat dari bagaimana besar basis dari organisasi ini sendiri mulai dari adanya pengurus pusat, wilayah hingga daerah terkecil yakni desa maupun kelurahan, dalam hal ini dapat di simpulkan bahwa basis yang besar ini tentunya ada berdasarkan banyaknya masyarakat yang menjadi anggota atau jamaah Nahdlatul Wathan yang tentunya pasti mendukung organisasi dan mengikuti aturan organisasi baik itu dalam dunia politik. Oleh sebab itu dapat di simpulkan bahwa organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Wathan memiliki peran penting dalam pemilihan kepala daerah 2024.
650 # 4 $a Partisipasi Politik
700 0 # $a Maichel Wutoy
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15106
Content Unduh katalog