Cite This        Tampung        Export Record
Judul PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN ZONA MERAH OLEH SATPOL PP DI KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT / Nurcahya Jelita
Pengarang Nurcahya Jelita
Baiq Aprimawati
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 11 :ilus
Subjek Penertiban Pedagang Kaki Lima
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang: Adanya peraturan dan lembaga yang menegakkan aturan masih belum bisa menciptakan kehidupan aman dan tertib di masyarakat. Kenyataan di lapangan masih banyak ditemukan pelanggaran terkait Pedagang Kaki Lima yang berjualan di tempat yang tidak seharusnya. Penulis berfokus pada permasalahan yang sering muncul terkait ketentraman dan ketertiban umum oleh Pedagang Kaki Lima. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hasil Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima di Kota Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif dengan menggunakan teori Penertiban menurut Mochtar Kusumaatmadja dengan empat indikator utama yakni Prestasi Kerja, Keahlian, Perilaku dan Kepemimpinan. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh peneliti yaitu Satpol PP Kota Bekasi dalam melaksanakan penertiban PKL yaktu PKL meminta untuk tetap bisa melakukan aktivitasnya di tempat yang tidak semestinya serta keinginan dari PKL untuk mendapatkan penjualan yang lebih tinggi dengan tetap berjualan di tempat tersebut walaupun telah ditertibkan. Kesimpulan: Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan penertiban PKL di Kota Bekasi sudah cukup baik, akan tetapi masih terdapat beberapa kekurangan terkait dengan kualitas dari sumber daya manusia (personil) yang masih dibutuhkannya pelatihan ataupun diklat bagi tiap personil serta kekurangan terkait beberapa sarana dan prasarana seperti alat kendaraan angkutan yang masih belum mencukupi juga alat komunikasi yang tidak sebanding dengan jumlah personil yang ada.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13094

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06384/IPDN/2023 353.945 982 422 NUR p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001194579
005 20260302101744
035 # # $a 0010-0226001419
035 # # $a 0010-0326000022
035 # # $a 0010-0326000026
082 # # $a 353.945 982 422
084 # # $a 353.945 982 422 NUR p
100 0 # $a Nurcahya Jelita
245 1 # $a PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN ZONA MERAH OLEH SATPOL PP DI KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT /$c Nurcahya Jelita
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 11 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang: Adanya peraturan dan lembaga yang menegakkan aturan masih belum bisa menciptakan kehidupan aman dan tertib di masyarakat. Kenyataan di lapangan masih banyak ditemukan pelanggaran terkait Pedagang Kaki Lima yang berjualan di tempat yang tidak seharusnya. Penulis berfokus pada permasalahan yang sering muncul terkait ketentraman dan ketertiban umum oleh Pedagang Kaki Lima. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hasil Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima di Kota Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif dengan menggunakan teori Penertiban menurut Mochtar Kusumaatmadja dengan empat indikator utama yakni Prestasi Kerja, Keahlian, Perilaku dan Kepemimpinan. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh peneliti yaitu Satpol PP Kota Bekasi dalam melaksanakan penertiban PKL yaktu PKL meminta untuk tetap bisa melakukan aktivitasnya di tempat yang tidak semestinya serta keinginan dari PKL untuk mendapatkan penjualan yang lebih tinggi dengan tetap berjualan di tempat tersebut walaupun telah ditertibkan. Kesimpulan: Satuan Polisi Pamong Praja dalam melakukan penertiban PKL di Kota Bekasi sudah cukup baik, akan tetapi masih terdapat beberapa kekurangan terkait dengan kualitas dari sumber daya manusia (personil) yang masih dibutuhkannya pelatihan ataupun diklat bagi tiap personil serta kekurangan terkait beberapa sarana dan prasarana seperti alat kendaraan angkutan yang masih belum mencukupi juga alat komunikasi yang tidak sebanding dengan jumlah personil yang ada.
650 # 4 $a Penertiban Pedagang Kaki Lima
700 0 # $a Baiq Aprimawati
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13094
Content Unduh katalog