
| Judul | PERILAKU PEMILIH TERHADAP PEMILIHAN WALIKOTA TAHUN 2020 DI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT / Muhammad Al-Hussen |
| Pengarang | Muhammad Al-Hussen Dolf Eduard Mitteboga |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 11 :ilus |
| Subjek | Pemilihan Umum di Indonesia |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perilaku pemilih di Kota Depok mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam menggunakan atau tidak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum. Pada Pemilihan walikota 2020 mendapati sebanyak 479.451 pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya, angka tersebut lebih besar dari jumlah suara yang diperoleh oleh pemenang pemilihan walikota 2020 di Kota Depok. Selain itu juga pada setiap penyelenggaraan pemilihan walikota di Kota Depok, pasangan calon yang didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera selalu menjadi pemenang pemilihan walikota di Kota Depok. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perilaku pemilih masyarakat Kota Depok dalam menentukan pilihannya, penyebab angka golput lebih tinggi dibandingkan dengan suara pemenang pemilihan walikota dan untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi dominasi Partai Keadilan Sejahtera dalam setiap pemilihan walikota di Kota Depok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitiatif dan analisis terhadap perilaku pemilih menurut Teori Gaffar (2005:47). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (384 responden) dengan menyebarkan link google form serta dengan studi pustaka. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu bahwa perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota 2020 dipengaruhi oleh beberapa variabel dengan hasil variabel identifikasi partai dan variabel identifikasi kualitas personal calon memiliki pengaruh tertinggi. Variabel tersebut merupakan turunan dari pendekatan psikologis. Kesimpulan: Perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota tahun 2020 tergolong dalam tipe pemilih psikologis. Pemberian edukasi politik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga terkait seperti KPU ataupun parpol diharapkan mampu mengubah perilaku pemilih masyarakat Kota Depok menjadi pemilih yang rasional. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13337 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06635/IPDN/2023 | 324.959 824 13 MUH p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001194905 | ||
| 005 | 20260406093924 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000050 |
| 082 | # | # | $a 324.959 824 13 |
| 084 | # | # | $a 324.959 824 13 MUH p |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Al-Hussen |
| 245 | 1 | # | $a PERILAKU PEMILIH TERHADAP PEMILIHAN WALIKOTA TAHUN 2020 DI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT /$c Muhammad Al-Hussen |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 11 : $b ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Perilaku pemilih di Kota Depok mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam menggunakan atau tidak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum. Pada Pemilihan walikota 2020 mendapati sebanyak 479.451 pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya, angka tersebut lebih besar dari jumlah suara yang diperoleh oleh pemenang pemilihan walikota 2020 di Kota Depok. Selain itu juga pada setiap penyelenggaraan pemilihan walikota di Kota Depok, pasangan calon yang didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera selalu menjadi pemenang pemilihan walikota di Kota Depok. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perilaku pemilih masyarakat Kota Depok dalam menentukan pilihannya, penyebab angka golput lebih tinggi dibandingkan dengan suara pemenang pemilihan walikota dan untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi dominasi Partai Keadilan Sejahtera dalam setiap pemilihan walikota di Kota Depok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitiatif dan analisis terhadap perilaku pemilih menurut Teori Gaffar (2005:47). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (384 responden) dengan menyebarkan link google form serta dengan studi pustaka. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu bahwa perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota 2020 dipengaruhi oleh beberapa variabel dengan hasil variabel identifikasi partai dan variabel identifikasi kualitas personal calon memiliki pengaruh tertinggi. Variabel tersebut merupakan turunan dari pendekatan psikologis. Kesimpulan: Perilaku pemilih masyarakat Kota Depok pada pemilihan walikota tahun 2020 tergolong dalam tipe pemilih psikologis. Pemberian edukasi politik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga terkait seperti KPU ataupun parpol diharapkan mampu mengubah perilaku pemilih masyarakat Kota Depok menjadi pemilih yang rasional. |
| 650 | # | 4 | $a Pemilihan Umum di Indonesia |
| 700 | 0 | # | $a Dolf Eduard Mitteboga |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13337 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :