
| Judul | ANALISIS POLITIK IDENTITAS PADA PEMILIHAN LEGISLATIF 2024 DI DAERAH PEMILIHAN IV KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK / Afifah Rusyanti |
| Pengarang | Afifah Rusyanti Wutoy, Maichel |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 |
| Subjek | Pemilihan Umum Di Indonesia |
| Abstrak | Permasalahan: Masih adanya perbedaan hasil yang jauh dalam pemilihan legislatif 2024 Daerah Pemilihan 4 Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat yang didasari oleh perbedaaan identitas bakal calon legislatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik identitas pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Daerah Pemilihan IV Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta mengacu pada teori politik identitas Pierre L. van den Berghe yang mencakup perspektif primordialisme, konstruksionisme, dan instrumentalisme. Adapun data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas terbentuk dari masyarakat sendiri yang memilih calon berasal dari kesamaan identitas mereka. Berdasarkan dari data etnis yang menempati Kalimantan Barat, perilaku memilih dalam kecamatan Pontianak Timur cenderung memilih perwakilan berdasarkan etnis yang sama dengan mereka. Akan tetapi tidak menimbulkan persaingan atau memicu terjadinya konflik. Hal ini menandakan adanya politik identitas yang terjadi dalam skala kecil tidak menganggu secara signifikan. Kesimpulan: Dampak politik identitas ini bersifat dualistik; secara positif, ia meningkatkan partisipasi politik dan keterlibatan komunitas; namun secara negatif, ia berpotensi memecah belah masyarakat serta memperkuat sentimen eksklusivitas berdasarkan identitas kelompok. Studi ini menyarankan perlunya peningkatan pendidikan politik agar masyarakat lebih mempertimbangkan kapabilitas dan program calon dibanding latar belakang identitas mereka Kata kunci: Politik Identitas; Pemilu Legislatif 2024; Pontianak Timur. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22230 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00055/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191893 | ||
| 005 | 20260115113045 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000338 |
| 082 | # | # | $a 324.959.8 |
| 084 | # | # | $a 324.959.8 AFI a |
| 100 | 0 | # | $a Afifah Rusyanti |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS POLITIK IDENTITAS PADA PEMILIHAN LEGISLATIF 2024 DI DAERAH PEMILIHAN IV KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK /$c Afifah Rusyanti |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan: Masih adanya perbedaan hasil yang jauh dalam pemilihan legislatif 2024 Daerah Pemilihan 4 Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat yang didasari oleh perbedaaan identitas bakal calon legislatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik identitas pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Daerah Pemilihan IV Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta mengacu pada teori politik identitas Pierre L. van den Berghe yang mencakup perspektif primordialisme, konstruksionisme, dan instrumentalisme. Adapun data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas terbentuk dari masyarakat sendiri yang memilih calon berasal dari kesamaan identitas mereka. Berdasarkan dari data etnis yang menempati Kalimantan Barat, perilaku memilih dalam kecamatan Pontianak Timur cenderung memilih perwakilan berdasarkan etnis yang sama dengan mereka. Akan tetapi tidak menimbulkan persaingan atau memicu terjadinya konflik. Hal ini menandakan adanya politik identitas yang terjadi dalam skala kecil tidak menganggu secara signifikan. Kesimpulan: Dampak politik identitas ini bersifat dualistik; secara positif, ia meningkatkan partisipasi politik dan keterlibatan komunitas; namun secara negatif, ia berpotensi memecah belah masyarakat serta memperkuat sentimen eksklusivitas berdasarkan identitas kelompok. Studi ini menyarankan perlunya peningkatan pendidikan politik agar masyarakat lebih mempertimbangkan kapabilitas dan program calon dibanding latar belakang identitas mereka Kata kunci: Politik Identitas; Pemilu Legislatif 2024; Pontianak Timur. |
| 650 | # | 4 | $a Pemilihan Umum Di Indonesia |
| 700 | 3 | # | $a Wutoy, Maichel |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22230 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :