
| Judul | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG TEMATIK BATIK DURENAN INDAH DI KELURAHAN MANGUNHARJO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH / Muhammad Ma’Arif Noviandi |
| Pengarang | Muhammad Ma’Arif Noviandi Heru Sulistyo |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023 |
| Deskripsi Fisik | 8 |
| Subjek | Ekonomi kreatif |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang banyaknya kemiskinan yang terus bermunculan di Kota Semarang akibat pandemi Covid-19. Tujuan: mengetahui dan mengalisis faktor penghambat dan upaya pemerintah Kota Semarang dalam manangani faktor penghambat melalui program Kampung Tematik Durenan Indah di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah pemberdayaan melalui program Kampung Tematik Batik Durenen sudah dilakukan pembinaan dengan maksimal pada dimensi bina manusia dimana pemerintah memberikan sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat, selain itu juga ada bina lingkungan pemerintah memberikan dana 200 juta untuk perbaikan lingkungan dan sarana prasarana, bina kelembagaan sudah berjalan dengan maksimal masyarakat dapat bekerja sama dengan pihak lain guna untuk meningkatkan kualitas produksi dan motif batik yang baru. Kesimpulan: Dengan adanya Program Kampung Tematik Batik Durenan Indah yang dilakukan di Kelurahan Mangunharjo telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan tingkat kemiskinan serta membantu Pemerintah Kelurahan Mangunharjo dalam pembangunan wilayah durenan. Upaya pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui program kampung tematik dengan menghadirkan saran dan prasaran yang dibutuhkan serta sudah berjalannya. Akan tetapi, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat kekurangan berupa pendanaan serta promosi yang masih belum maksimal pada bina usaha. Dengan begitu, perlu dilakukan upaya berupa pengadaan perlatihan pemanfaatan teknologi serta manajemen untuk promosi Kampung Tematik Batik Durenan melalui sosialisasi media sosial oleh pemerintah Kelurahan Mangunharjo. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13721 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06772/IPDN/2023 | 307.145 982 652 MUH p | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001195067 | ||
| 005 | 20260408102752 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0426000212 |
| 082 | # | # | $a 307.145 982 652 |
| 084 | # | # | $a 307.145 982 652 MUH p |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Ma’Arif Noviandi |
| 245 | 1 | # | $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG TEMATIK BATIK DURENAN INDAH DI KELURAHAN MANGUNHARJO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH /$c Muhammad Ma’Arif Noviandi |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 |
| 300 | # | # | $a 8 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang banyaknya kemiskinan yang terus bermunculan di Kota Semarang akibat pandemi Covid-19. Tujuan: mengetahui dan mengalisis faktor penghambat dan upaya pemerintah Kota Semarang dalam manangani faktor penghambat melalui program Kampung Tematik Durenan Indah di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah pemberdayaan melalui program Kampung Tematik Batik Durenen sudah dilakukan pembinaan dengan maksimal pada dimensi bina manusia dimana pemerintah memberikan sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat, selain itu juga ada bina lingkungan pemerintah memberikan dana 200 juta untuk perbaikan lingkungan dan sarana prasarana, bina kelembagaan sudah berjalan dengan maksimal masyarakat dapat bekerja sama dengan pihak lain guna untuk meningkatkan kualitas produksi dan motif batik yang baru. Kesimpulan: Dengan adanya Program Kampung Tematik Batik Durenan Indah yang dilakukan di Kelurahan Mangunharjo telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan tingkat kemiskinan serta membantu Pemerintah Kelurahan Mangunharjo dalam pembangunan wilayah durenan. Upaya pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui program kampung tematik dengan menghadirkan saran dan prasaran yang dibutuhkan serta sudah berjalannya. Akan tetapi, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat kekurangan berupa pendanaan serta promosi yang masih belum maksimal pada bina usaha. Dengan begitu, perlu dilakukan upaya berupa pengadaan perlatihan pemanfaatan teknologi serta manajemen untuk promosi Kampung Tematik Batik Durenan melalui sosialisasi media sosial oleh pemerintah Kelurahan Mangunharjo. |
| 650 | # | 4 | $a Ekonomi kreatif |
| 700 | 0 | # | $a Heru Sulistyo |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13721 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :