Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BERSIH NARKOBA (DESA BERSINAR) DI KELURAHAN HAMADI KECAMATAN JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA / Asriana Sri Lestari
Pengarang Asriana Sri Lestari
Rusli Razak
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 17 :ilus
Subjek Permasalahan Narkotik
Abstrak Penyebaran narkoba yang telah mencapai wilayah pelosok maupun pedesaan sangat berbahaya dan berpotensi menambah jumlah pecandu narkoba. Kota Jayapura merupakan salah satu jalur masuknya narkoba lewat laut, dan Kelurahan Hamadi di Kota Jayapura sebagai daerah pesisir termasuk wilayah yang rawan narkoba. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Badan Narkotika Nasional membuat program yang disebut Program Desa Bersih Narkoba (Desa BERSINAR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Program Desa BERSINAR di Kelurahan Hamadi Kecamatan Jayapura Selatan Kota Jayapura Provinsi Papua, beserta faktor pendukung dan penghambat terlaksananya program, serta upaya yang dilakukan pihak pelaksana dalam mengatasi berbagai hambatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta teknik purposive sampling dengan tujuh orang informan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai implementasi program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan positif dan pelatihan life skill diikuti serta dilaksanakan dengan baik oleh pelaksana maupun masyarakat, dan telah dibentuk agen penanggulangan narkoba yaitu Relawan Anti Narkoba yang berkoordinasi dengan BNN. Kesimpulannya, implementasi program ini dikatakan telah berjalan cukup baik meskipun masih terdapat kekurangan pada dimensi sumber daya. Faktor pendukungnya meliputi dukungan dari berbagai pihak, komitmen pelaksana, serta partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya adalah anggaran yang terbatas dan Relawan Anti Narkoba yang belum memadai. Oleh karena itu, pihak pelaksana mengadakan berbagai upaya untuk mengatasi hambatan tersebut, seperti bersinergi dengan BNN dan OPD lain serta mengadakan sosialisasi.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13256

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06787/IPDN/2023 362.293 598 817 4 ASR i Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195084
005 20260409114855
035 # # $a 0010-0426000229
082 # # $a 362.293 598 817 4
084 # # $a 362.293 598 817 4 ASR i
100 0 # $a Asriana Sri Lestari
245 1 # $a IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BERSIH NARKOBA (DESA BERSINAR) DI KELURAHAN HAMADI KECAMATAN JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA /$c Asriana Sri Lestari
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 17 : $b ilus
520 # # $a Penyebaran narkoba yang telah mencapai wilayah pelosok maupun pedesaan sangat berbahaya dan berpotensi menambah jumlah pecandu narkoba. Kota Jayapura merupakan salah satu jalur masuknya narkoba lewat laut, dan Kelurahan Hamadi di Kota Jayapura sebagai daerah pesisir termasuk wilayah yang rawan narkoba. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Badan Narkotika Nasional membuat program yang disebut Program Desa Bersih Narkoba (Desa BERSINAR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Program Desa BERSINAR di Kelurahan Hamadi Kecamatan Jayapura Selatan Kota Jayapura Provinsi Papua, beserta faktor pendukung dan penghambat terlaksananya program, serta upaya yang dilakukan pihak pelaksana dalam mengatasi berbagai hambatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta teknik purposive sampling dengan tujuh orang informan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai implementasi program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan positif dan pelatihan life skill diikuti serta dilaksanakan dengan baik oleh pelaksana maupun masyarakat, dan telah dibentuk agen penanggulangan narkoba yaitu Relawan Anti Narkoba yang berkoordinasi dengan BNN. Kesimpulannya, implementasi program ini dikatakan telah berjalan cukup baik meskipun masih terdapat kekurangan pada dimensi sumber daya. Faktor pendukungnya meliputi dukungan dari berbagai pihak, komitmen pelaksana, serta partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya adalah anggaran yang terbatas dan Relawan Anti Narkoba yang belum memadai. Oleh karena itu, pihak pelaksana mengadakan berbagai upaya untuk mengatasi hambatan tersebut, seperti bersinergi dengan BNN dan OPD lain serta mengadakan sosialisasi.
650 # 4 $a Permasalahan Narkotik
700 0 # $a Rusli Razak
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13256
Content Unduh katalog