Cite This        Tampung        Export Record
Judul PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INDUSTRI KECIL PENGRAJIN KAIN TENUN SEKOMANDI OLEH DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT / Andi Alifia Wulandari Abidin
Pengarang Andi Alifia Wulandari Abidin
Didi Supriadi
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 7 :ilus
Subjek Produksi dan industri
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kerajinan tenun merupakan salah satu bentuk dam wujud kearifan lokal. Para pengrajin tenun di Indonesia menghasilkan kain tenun yang merupakan salah satu dari banyak kekayaan budaya Indonesia yang keberadaannya tersebar luas di seluruh kepulauan Indonesia, Salah satunya pulau Sulawesi Barat. Tujuan: Salah satu kelompok pengrajin yang mewariskan kain tenun di Indonesia diantaranya kelompok pengrajin tenun yang berada Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, sehingga desa tersebut didorong oleh pemerintah setempat untuk terus menjaga kelangsunhan warisan tradisi leluhur yaitu kain tenun “Sekomandi”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dimensi pemberdayaan menurut Mardikanto dan Soebiato. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik Analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Pemberdayaan pengrajin tenun Sekomandi di Kabupaten Mamuju yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian meliputi 4 (empat) upaya pokok yakni, bina manusia yang sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan dimana untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengrajin tenun sekomandi di Kabupaten Mamuju. Kesimpulan: Dinas Koperasi, UKM dan Perinduatrian Kabupaten Mamuju sebaiknya mengajukan penganggaran dalam APBD Kaupaten Mamuju mengenai pemberian bantuan modal berupa dana dan sarana prasarana pertahunnya kepada industri kerajinan tenun sekomandi karena merupakan ciri khas Kabupaten Mamuju.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14383

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06790/IPDN/2023 388.598 461 AND p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195087
005 20260409115916
035 # # $a 0010-0426000232
082 # # $a 388.598 461
084 # # $a 388.598 461 AND p
100 0 # $a Andi Alifia Wulandari Abidin
245 1 # $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INDUSTRI KECIL PENGRAJIN KAIN TENUN SEKOMANDI OLEH DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT /$c Andi Alifia Wulandari Abidin
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 7 : $b ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kerajinan tenun merupakan salah satu bentuk dam wujud kearifan lokal. Para pengrajin tenun di Indonesia menghasilkan kain tenun yang merupakan salah satu dari banyak kekayaan budaya Indonesia yang keberadaannya tersebar luas di seluruh kepulauan Indonesia, Salah satunya pulau Sulawesi Barat. Tujuan: Salah satu kelompok pengrajin yang mewariskan kain tenun di Indonesia diantaranya kelompok pengrajin tenun yang berada Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, sehingga desa tersebut didorong oleh pemerintah setempat untuk terus menjaga kelangsunhan warisan tradisi leluhur yaitu kain tenun “Sekomandi”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dimensi pemberdayaan menurut Mardikanto dan Soebiato. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik Analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Pemberdayaan pengrajin tenun Sekomandi di Kabupaten Mamuju yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian meliputi 4 (empat) upaya pokok yakni, bina manusia yang sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan dimana untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengrajin tenun sekomandi di Kabupaten Mamuju. Kesimpulan: Dinas Koperasi, UKM dan Perinduatrian Kabupaten Mamuju sebaiknya mengajukan penganggaran dalam APBD Kaupaten Mamuju mengenai pemberian bantuan modal berupa dana dan sarana prasarana pertahunnya kepada industri kerajinan tenun sekomandi karena merupakan ciri khas Kabupaten Mamuju.
600 # 4 $a Produksi dan industri
700 0 # $a Didi Supriadi
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14383
Content Unduh katalog