Cite This        Tampung        Export Record
Judul KINERJA DINAS KESEHATAN DALAM PENANGANAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) GIZI BURUK DI KABUPATEN ASMAT PROVINSI PAPUA SELATAN / Fransiskus Nelson Mandela Alugap Gambujap
Pengarang Fransiskus Nelson Mandela Alugap Gambujap
Rusmini
Penerbitan Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2023
Deskripsi Fisik 7
Subjek Kurang gizi
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kasus Gizi Buruk di Kabupaten Asmat Provinsi Papua Selatan merupakan kejadian luar biasa yang perlu penanganan yang tepat dan cepat dari Dinas Kesehatan Tujuan : dari penelitian ini adalah untuk untuk mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan dalam penanganan KLB Gizi Buruk dengan mengunakan teori Moehariono (2012: 110) dan indicator kinerja dalam Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP).. Metode: penelitian kualitatif deskriptif dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik Analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat dalam penanganan KLB Gizi Buruk dinilai masih perlu perbaikan, dengan hasil evaluasi kinerja yang belum mencapai target yang diharapkan. Dalam penelitian ini, indikator kinerja AKIP digunakan untuk mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan, sehingga dapat membantu dalam meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat dalam penanganan KLB Gizi Buruk. Oleh karena itu, disarankan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait, serta meningkatkan pemantauan dan evaluasi program secara teratur untuk meningkatkan kinerja dalam penanganan KLB Gizi Buruk di Kabupaten Asmat. Kesimpulan: penulis dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan penanganan gizi buruk di Kabupaten Asmat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat telah dilakukan dengan melalui peningkatan akses terhadap makanan bergizi, kampanye edukasi gizi, serta dengan peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Asmat. Kampanye edukasi gizi ini dilaksanakan oleh bidang Pengendalian MasaIah Kesehatan. Bentuk kampanye edukasi gizi yang dilakukan ialah dengan melakukan kunjungan rumah dan memberikan edukasi gizi kepada keluarga yang tinggal di dalamnya dan juga di tempat posiandu yang dilakukan setiap bulan sekali. SeIain itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelaksanaan penanganan gizi buruk ini. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan meningkatkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan dengan berbagai pihak di Kabupaten Asmat muIai dari lembagai pemerintah, organisasi non pemerintah serta masyarakat setempat.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15700

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06936/IPDN/2023 616.395 988 181 FRA k Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001195238
005 20260413103208
035 # # $a 0010-0426000383
082 # # $a 616.395 988 181
084 # # $a 616.395 988 181 FRA k
100 0 # $a Fransiskus Nelson Mandela Alugap Gambujap
245 1 # $a KINERJA DINAS KESEHATAN DALAM PENANGANAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) GIZI BURUK DI KABUPATEN ASMAT PROVINSI PAPUA SELATAN /$c Fransiskus Nelson Mandela Alugap Gambujap
260 # # $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023
300 # # $a 7
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kasus Gizi Buruk di Kabupaten Asmat Provinsi Papua Selatan merupakan kejadian luar biasa yang perlu penanganan yang tepat dan cepat dari Dinas Kesehatan Tujuan : dari penelitian ini adalah untuk untuk mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan dalam penanganan KLB Gizi Buruk dengan mengunakan teori Moehariono (2012: 110) dan indicator kinerja dalam Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP).. Metode: penelitian kualitatif deskriptif dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik Analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat dalam penanganan KLB Gizi Buruk dinilai masih perlu perbaikan, dengan hasil evaluasi kinerja yang belum mencapai target yang diharapkan. Dalam penelitian ini, indikator kinerja AKIP digunakan untuk mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan, sehingga dapat membantu dalam meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat dalam penanganan KLB Gizi Buruk. Oleh karena itu, disarankan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait, serta meningkatkan pemantauan dan evaluasi program secara teratur untuk meningkatkan kinerja dalam penanganan KLB Gizi Buruk di Kabupaten Asmat. Kesimpulan: penulis dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan penanganan gizi buruk di Kabupaten Asmat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat telah dilakukan dengan melalui peningkatan akses terhadap makanan bergizi, kampanye edukasi gizi, serta dengan peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Asmat. Kampanye edukasi gizi ini dilaksanakan oleh bidang Pengendalian MasaIah Kesehatan. Bentuk kampanye edukasi gizi yang dilakukan ialah dengan melakukan kunjungan rumah dan memberikan edukasi gizi kepada keluarga yang tinggal di dalamnya dan juga di tempat posiandu yang dilakukan setiap bulan sekali. SeIain itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelaksanaan penanganan gizi buruk ini. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan meningkatkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan dengan berbagai pihak di Kabupaten Asmat muIai dari lembagai pemerintah, organisasi non pemerintah serta masyarakat setempat.
650 # 4 $a Kurang gizi
700 0 # $a Rusmini
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15700
Content Unduh katalog